Tempat Nonton Before THE Flood (2016) Resmi dan Legal
📅 23 May 2026⏱️ 7 menit baca📝 1,291 kata
📑 Table of Contents▼
Introduction
Before the Flood, dirilis pada tahun 2016, adalah film dokumenter yang kuat dan menggugah tentang perubahan iklim. Film ini mengikuti perjalanan Leonardo DiCaprio, seorang aktor pemenang Oscar dan aktivis lingkungan, saat ia menjelajahi berbagai belahan dunia untuk menyaksikan secara langsung dampak perubahan iklim dan mencari solusi untuk mengatasi krisis global ini. Dengan menggabungkan sains, politik, dan advokasi pribadi, film ini berusaha untuk menjangkau khalayak luas dan mendorong tindakan nyata untuk melindungi planet kita. Before the Flood bukan hanya sekadar film dokumenter; ini adalah seruan darurat untuk kesadaran dan tindakan. Film ini menonjol karena beberapa alasan. Pertama, keterlibatan Leonardo DiCaprio sebagai narator dan protagonis utama membawa perhatian media yang signifikan dan menjangkau audiens yang lebih luas. Kedua, film ini menyajikan bukti ilmiah yang kuat tentang perubahan iklim dengan cara yang mudah dipahami dan menarik, berkat visual yang memukau dan wawancara dengan para ahli terkemuka. Ketiga, Before the Flood tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga menawarkan solusi dan menginspirasi harapan, menjadikannya film yang informatif dan memotivasi. Film ini mengajak kita untuk merenungkan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Didukung dengan data yang kuat, film ini menggambarkan bagaimana perubahan iklim tidak hanya menjadi isu lingkungan tetapi juga isu sosial dan ekonomi yang mendesak. Before the Flood menggarisbawahi bahwa mengatasi perubahan iklim memerlukan upaya kolaboratif dari individu, komunitas, dan pemerintah di seluruh dunia.Plot Synopsis
Before the Flood dimulai dengan Leonardo DiCaprio menceritakan tentang lukisan The Garden of Earthly Delights karya Hieronymus Bosch. Lukisan ini menjadi metafora untuk perjalanan film, menunjukkan permulaan yang indah, kemerosotan, dan potensi kehancuran. Film ini kemudian mengikuti DiCaprio saat ia melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia, termasuk Greenland, Kanada, Indonesia, dan Samudra Arktik, untuk menyaksikan secara langsung dampak perubahan iklim. Di Greenland, DiCaprio melihat pencairan lapisan es yang mengkhawatirkan, yang berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut global. Di Kanada, ia mengunjungi komunitas First Nations yang terkena dampak ekstraksi sumber daya dan polusi. Di Indonesia, ia mempelajari tentang deforestasi yang meluas akibat produksi minyak kelapa sawit dan dampaknya terhadap keanekaragaman hayati dan emisi gas rumah kaca. Di Samudra Arktik, ia menyaksikan dampak mencairnya es laut terhadap kehidupan satwa liar dan ekosistem. Selain mengunjungi lokasi-lokasi yang terkena dampak, DiCaprio juga mewawancarai para ilmuwan iklim terkemuka, politisi, dan aktivis lingkungan. Wawancara ini memberikan wawasan ilmiah, politik, dan sosial tentang perubahan iklim dan upaya untuk mengatasinya. Film ini juga menyoroti peran penting politisi seperti Bill Clinton, John Kerry, dan Barack Obama dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Namun, film ini juga mengkritik kepentingan-kepentingan khusus dan penolakan ilmiah yang menghambat kemajuan. Sepanjang film, DiCaprio merenungkan tanggung jawab pribadinya dan dampaknya terhadap lingkungan. Ia juga menjelajahi potensi solusi untuk perubahan iklim, termasuk energi terbarukan, konservasi hutan, dan perubahan dalam pola konsumsi. Before the Flood berakhir dengan seruan untuk bertindak, mendesak penonton untuk menggunakan suara mereka, membuat pilihan yang berkelanjutan, dan menuntut tindakan dari para pemimpin mereka. Film ini tidak menawarkan jawaban yang mudah, tetapi menekankan bahwa setiap tindakan kecil dapat membuat perbedaan.Cast & Characters
- Leonardo DiCaprio sebagai Diri Sendiri: Sebagai narator dan tokoh utama, DiCaprio membawa kredibilitas dan semangatnya terhadap isu perubahan iklim. Perjalanannya pribadi dan interaksinya dengan para ahli membuat film ini lebih menarik dan berkesan.
- Bill Clinton sebagai Diri Sendiri: Mantan Presiden AS memberikan wawasan tentang kebijakan iklim dan tantangan politik yang terkait dengan upaya untuk mengatasi perubahan iklim.
- John Kerry sebagai Diri Sendiri: Mantan Menteri Luar Negeri AS menawarkan perspektif kebijakan luar negeri tentang perubahan iklim dan pentingnya kerjasama internasional.
- Barack Obama sebagai Diri Sendiri: Mantan Presiden AS membahas peran kepemimpinan pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim dan warisan kebijakan lingkungannya.
- Elon Musk sebagai Diri Sendiri: Pengusaha dan inovator berbagi visinya tentang energi terbarukan dan teknologi berkelanjutan sebagai solusi untuk perubahan iklim.
- Pope Francis sebagai Diri Sendiri: Pemimpin Gereja Katolik Roma menekankan dimensi moral dan etika dari perubahan iklim dan pentingnya melindungi lingkungan untuk generasi mendatang.
- Ban Ki-moon sebagai Diri Sendiri: Mantan Sekretaris Jenderal PBB membahas peran PBB dalam mempromosikan kesepakatan iklim global dan pembangunan berkelanjutan.
Director & Production
Before the Flood disutradarai oleh Fisher Stevens, seorang pembuat film dokumenter pemenang Academy Award. Stevens dikenal karena karyanya yang berfokus pada isu-isu sosial dan lingkungan. Ia berhasil menggabungkan ilmu pengetahuan, visual yang memukau, dan narasi pribadi untuk menciptakan film yang informatif dan emosional. Mark Monroe berperan sebagai penulis naskah film ini. Film ini diproduksi oleh RatPac Documentary Films, Appian Way (perusahaan produksi Leonardo DiCaprio), dan Insurgent Media. Kerja sama antara perusahaan-perusahaan produksi ini memastikan bahwa film ini memiliki sumber daya dan dukungan yang diperlukan untuk mencapai audiens yang luas. National Geographic Documentary Films mendistribusikan film ini.Critical Reception & Ratings
Before the Flood menerima ulasan positif dari para kritikus dan audiens. Film ini dipuji karena visualnya yang menakjubkan, narasi yang menarik, dan pesan yang kuat tentang perubahan iklim.| Source | Rating |
|---|---|
| TMDB | 7.7/10 (818 votes) |











