πŸ“… 1 May 2026⏱️ 9 menit bacaπŸ“ 1,657 kata

Pengantar: Eternals – Epik Kosmik Marvel tentang Keluarga dan Takdir

Eternals adalah film pahlawan super epik tahun 2021 yang diproduksi oleh Marvel Studios dan didistribusikan oleh Walt Disney Studios Motion Pictures. Film ini merupakan bagian dari Marvel Cinematic Universe (MCU) dan menampilkan tim pahlawan super abadi yang kuat yang telah hidup di Bumi selama ribuan tahun. Eternals berbeda dari film MCU sebelumnya karena menjelajahi tema-tema yang lebih filosofis dan moral, seperti takdir, kehendak bebas, dan konsekuensi dari campur tangan dalam sejarah manusia.

Disutradarai oleh ChloΓ© Zhao, pemenang Oscar untuk film Nomadland, Eternals menghadirkan sentuhan artistik dan puitis yang unik ke dalam genre pahlawan super. Film ini dikenal karena sinematografinya yang indah, pengambilan gambar di lokasi yang luas, dan eksplorasi karakter yang mendalam. Selain itu, Eternals juga menonjol karena representasi keberagaman yang inklusif dalam pemerannya, termasuk menampilkan pahlawan super LGBTQ+ dan disabilitas pertama di MCU.

Dengan skala yang megah, efek visual yang memukau, dan alur cerita yang kompleks, Eternals mencoba untuk mendobrak batasan film pahlawan super tradisional. Film ini bukan hanya tentang pertarungan antara yang baik dan yang jahat, tetapi juga tentang pertanyaan-pertanyaan sulit tentang eksistensi, moralitas, dan tanggung jawab yang dihadapi oleh para pahlawan abadi ini.

Sinopsis: Perseteruan Abadi Melawan Ancaman Tersembunyi

Ribuan tahun yang lalu, para Celestial, makhluk kosmik yang sangat kuat, menciptakan para Eternal dan Deviant. Para Eternal dikirim ke Bumi untuk melindungi planet ini dari para Deviant, monster buas yang bertujuan menghancurkan kehidupan. Selama berabad-abad, para Eternal hidup secara tersembunyi di antara manusia, menyaksikan perkembangan peradaban dan sesekali campur tangan untuk melindungi Bumi dari ancaman Deviant.

Namun, setelah membasmi Deviant berabad-abad lalu, para Eternal diperintahkan untuk tidak ikut campur dalam urusan manusia, bahkan ketika menghadapi peperangan atau bencana alam. Mereka mengikuti perintah tersebut dengan enggan, masing-masing berjuang dengan beban pengetahuan abadi mereka dan konflik internal mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu, mereka berpisah dan menjalani kehidupan yang berbeda di seluruh dunia.

Pada masa kini, kembalinya Deviant yang tak terduga memaksa para Eternal yang telah lama terpisah untuk bersatu kembali. Mereka harus mengatasi perbedaan mereka dan menemukan cara untuk bekerja sama untuk menghadapi ancaman baru ini. Namun, mereka segera menemukan bahwa ada kekuatan yang lebih besar dan lebih jahat yang sedang bekerja, ancaman yang dapat menghancurkan tidak hanya Bumi, tetapi seluruh alam semesta. Para Eternal harus menghadapi kebenaran tentang asal-usul mereka, tujuan mereka, dan pilihan-pilihan sulit yang harus mereka buat untuk menyelamatkan dunia.

Pemeran & Karakter: Bintang-Bintang yang Bersinar di Latar Kosmik

  • Gemma Chan sebagai Sersi: Seorang Eternal yang empatik dan memiliki kemampuan untuk mengubah materi. Sersi memiliki hubungan yang kuat dengan manusia dan berjuang dengan perintah untuk tidak ikut campur dalam urusan mereka. Penampilan Chan menghadirkan kelembutan dan kerentanan pada karakter yang kuat ini.
  • Richard Madden sebagai Ikaris: Seorang Eternal yang kuat dan idealis dengan kemampuan untuk terbang dan menembakkan energi kosmik dari matanya. Ikaris adalah pemimpin de facto para Eternal dan berjuang dengan kesetiaannya kepada Celestial dan cintanya kepada Sersi. Madden memberikan performa yang karismatik dan penuh emosi kepada Ikaris.
  • Angelina Jolie sebagai Thena: Seorang Eternal yang tangguh dan terampil dengan kemampuan untuk memanggil senjata kosmik. Thena menderita Mahd Wy'ry, penyakit mental yang menyebabkan dia kehilangan kendali atas pikirannya. Jolie memberikan kedalaman dan kompleksitas pada karakter yang rentan dan berbahaya ini.
  • Salma Hayek Pinault sebagai Ajak: Pemimpin spiritual para Eternal dan satu-satunya yang dapat berkomunikasi langsung dengan para Celestial. Ajak adalah penasihat yang bijaksana dan penyayang yang membimbing para Eternal selama ribuan tahun. Hayek Pinault membawa kehangatan dan otoritas pada peran Ajak.
  • Kumail Nanjiani sebagai Kingo: Seorang Eternal yang suka bersenang-senang dan karismatik yang menyamar sebagai bintang film Bollywood. Kingo menggunakan kekuatannya untuk menghibur dan menyenangkan orang-orang di sekitarnya. Nanjiani memberikan sentuhan komedi yang segar pada film ini.
  • Lia McHugh sebagai Sprite: Seorang Eternal abadi yang terjebak dalam tubuh seorang anak kecil. Sprite memiliki kemampuan untuk menciptakan ilusi dan sering merasa iri pada manusia yang bisa tumbuh dewasa. McHugh menghadirkan kinerja yang menyentuh dan simpatik sebagai Sprite.
  • Brian Tyree Henry sebagai Phastos: Seorang Eternal yang jenius dan penemu yang bertanggung jawab untuk memajukan teknologi manusia. Phastos berjuang dengan rasa bersalah karena menggunakan pengetahuannya untuk menciptakan senjata yang digunakan dalam peperangan. Henry memberikan penampilan yang kuat dan penuh emosi sebagai Phastos.
  • Lauren Ridloff sebagai Makkari: Eternal tuli pertama di MCU, Makkari memiliki kemampuan untuk berlari dengan kecepatan super. Ridloff membawa energi yang dinamis dan penuh semangat pada peran Makkari.
  • Barry Keoghan sebagai Druig: Seorang Eternal yang dingin dan pendiam dengan kemampuan untuk mengendalikan pikiran orang lain. Druig menjadi kecewa dengan umat manusia dan percaya bahwa mereka tidak layak untuk diselamatkan. Keoghan memberikan penampilan yang menyeramkan dan misterius sebagai Druig.
  • Don Lee sebagai Gilgamesh: Seorang Eternal yang kuat dan setia yang bertindak sebagai pelindung Thena. Gilgamesh adalah teman dan pendukung yang setia. Lee membawa kekuatan dan martabat pada peran Gilgamesh.

Sutradara & Produksi: Sentuhan Artistik ChloΓ© Zhao dalam Epik Super

Eternals disutradarai oleh ChloΓ© Zhao, seorang pembuat film pemenang penghargaan yang dikenal karena karyanya yang berfokus pada karakter dan pendekatan visualnya yang unik. Zhao membawa sensitivitasnya yang khas ke dalam genre pahlawan super, menciptakan film yang intim dan epik. Dia menekankan pada hubungan antar karakter, perjuangan internal mereka, dan konsekuensi dari tindakan mereka.

Film ini diproduksi oleh Marvel Studios, yang dipimpin oleh Kevin Feige. Marvel Studios dikenal karena keahliannya dalam menciptakan film pahlawan super yang sukses secara komersial dan kritis. Dengan Eternals, Marvel Studios mengambil risiko dengan mempercayakan film besar kepada seorang sutradara dengan visi yang berbeda, menghasilkan film yang ambisius dan menantang.

Produksi film ini dilakukan di berbagai lokasi di seluruh dunia, termasuk Inggris, Spanyol, dan Kepulauan Canary. Lokasi-lokasi ini memberikan latar belakang yang indah dan otentik untuk cerita film. Sinematografi film ini, oleh Ben Davis, dipuji karena pemandangan alamnya yang luar biasa dan penggunaan cahaya alami yang lembut.

Penerimaan & Rating Kritis: Pendapat yang Terbagi tentang Epik Marvel

Eternals menerima ulasan yang beragam dari para kritikus. Beberapa orang memuji ambisi, visual, dan keberagaman film ini, sementara yang lain mengkritik alur ceritanya yang terlalu padat, pengembangan karakternya yang tidak merata, dan kurangnya fokus. Beberapa kritikus merasa bahwa film ini terlalu berbeda dari film MCU sebelumnya dan tidak terasa seperti bagian dari alam semesta yang lebih besar.

Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, Eternals memiliki rating persetujuan 47%, berdasarkan 401 ulasan, dengan rating rata-rata 5.5/10. Konsensus kritik situs web tersebut berbunyi, "Ambisius, tetapi berantakan, Eternals mengambil langkah yang menarik - dan sayangnya seringkali salah - untuk memperluas Marvel Cinematic Universe."

Di IMDb, Eternals memiliki rating 6.3/10, berdasarkan 406,000 suara. Sementara di TMDB, film ini memiliki rating 6.8/10 berdasarkan 9,081 votes. Sementara rating bervariasi, sebagian besar penonton menghargai skala epik, urutan aksi yang mendebarkan dan efek visual yang menakjubkan dari film ini.

Box Office & Rilis: Kesuksesan Komersial di Tengah Kontroversi

Meskipun menerima ulasan yang beragam, Eternals sukses secara komersial. Film ini meraup $402 juta di seluruh dunia, menjadikannya film terlaris kesembilan pada tahun 2021. Kesuksesan box office ini menunjukkan popularitas waralaba MCU dan daya tarik para pemain bintang film ini.

Eternals dirilis di bioskop pada 5 November 2021, di Amerika Serikat. Kemudian tersedia untuk streaming di Disney+ pada 12 Januari 2022. Ketersediaan streaming film ini memperluas jangkauannya kepada khalayak yang lebih luas dan memungkinkan lebih banyak orang untuk melihat dan membentuk opini mereka sendiri tentang film tersebut.

Berita terbaru dari Tempo.co, Cinejour, Antara News jatim, Mariviu, dan detikHOT mengonfirmasi bahwa Eternals dirilis di bioskop Indonesia pada 10 November 2021. Dengan demikian, penggemar Indonesia pun turut serta menikmati film epik ini di layar lebar.

Tema & Analisis: Pertanyaan Eksistensial dalam Konteks Superhero

Eternals menjelajahi berbagai tema kompleks, termasuk takdir versus kehendak bebas, konsekuensi dari campur tangan dalam sejarah, dan makna kemanusiaan. Film ini menyajikan pertanyaan-pertanyaan sulit tentang moralitas dan etika, memaksa para penonton untuk mempertimbangkan apa yang benar dan salah dalam situasi yang ambigu.

Salah satu tema utama film ini adalah konflik antara kesetiaan kepada otoritas yang lebih tinggi dan kewajiban moral untuk melindungi orang yang tidak bersalah. Para Eternal diperintahkan oleh para Celestial untuk tidak ikut campur dalam urusan manusia, tetapi mereka berjuang dengan perintah ini ketika mereka menyaksikan penderitaan dan ketidakadilan di dunia.

Film ini juga membahas tema keluarga, baik yang terhubung oleh darah maupun oleh pilihan. Para Eternal adalah keluarga disfungsional yang telah hidup bersama selama ribuan tahun, dan mereka harus belajar untuk mengatasi perbedaan mereka dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Ikatan antar karakter adalah inti dari penceritaan, menyajikan narasi tentang penerimaan, pengorbanan dan kekuatan persatuan.

Haruskah Anda Menontonnya? Rekomendasi untuk Para Pecinta Marvel dan Film Pemikir

Eternals direkomendasikan untuk penggemar film pahlawan super yang mencari sesuatu yang berbeda dan lebih filosofis. Jika Anda menikmati film yang mengangkat pertanyaan-pertanyaan sulit dan mengeksplorasi tema-tema kompleks, Anda mungkin akan menghargai Eternals. Film ini juga direkomendasikan untuk penggemar karya ChloΓ© Zhao dan yang menghargai film yang indah secara visual dan berfokus pada karakter.

Namun, jika Anda mencari film pahlawan super aksi yang eksplosif dan tradisional, Anda mungkin akan kecewa dengan Eternals. Film ini lebih lambat dan lebih kontemplatif daripada film MCU lainnya, dan film ini menekankan pada pengembangan karakter dan alur cerita daripada urutan aksi yang konstan.

Pada akhirnya, apakah Anda harus menonton Eternals atau tidak tergantung pada preferensi pribadi Anda. Jika Anda terbuka untuk pengalaman film pahlawan super yang berbeda dan lebih ambisius, Anda mungkin akan menemukan banyak hal yang bisa diapresiasi dalam film ini. Jika Anda penggemar berat Marvel, bersiaplah untuk pendekatan dan perspektif baru terhadap mitos dan keajaiban yang ditawarkan MCU.

Kesimpulan

Eternals adalah film pahlawan super yang ambisius dan kompleks yang mencoba untuk mendobrak batasan genre tradisional. Film ini menawarkan alur cerita yang kaya, karakter yang menarik, dan visual yang memukau. Meskipun menerima ulasan yang beragam, Eternals adalah film yang layak ditonton bagi para penggemar film pahlawan super yang mencari sesuatu yang berbeda dan lebih filosofis.

References

  1. TMDB β€” Eternals (2021)
  2. Rotten Tomatoes β€” Eternals (2021)
  3. IMDb β€” Eternals (2021)
  4. Variety β€” Eternals Review: ChloΓ© Zhao Expands the Marvel Universe With a Film of Cosmic Scale and Human Intimacy
  5. The Hollywood Reporter β€” β€˜Eternals’ Review: ChloΓ© Zhao Tries to Bring Indie Sensibilities to a Bloated Marvel Epic
  6. IndieWire β€” β€˜Eternals’ Review: ChloΓ© Zhao Delivers a Visually Arresting and Ultimately Disappointing Marvel Misfire