Nonton Film Online Ghost IN THE Shell (2017) Tanpa Iklan
Introduction
Ghost in the Shell (2017) adalah film aksi fiksi ilmiah yang mencoba menghidupkan kembali anime dan manga klasik Jepang dengan judul yang sama ke layar lebar. Film ini menawarkan visual yang memukau dan adegan aksi yang intens, namun juga menuai kontroversi terkait pemilihan pemeran dan adaptasi cerita. Dengan sentuhan cyberpunk yang kuat dan latar belakang dystopian futuristik, Ghost in the Shell berusaha untuk menyampaikan pertanyaan mendalam tentang identitas, kemanusiaan, dan teknologi.
Film ini disutradarai oleh Rupert Sanders, yang sebelumnya dikenal dengan karyanya dalam film Snow White and the Huntsman. Meskipun mendapatkan dukungan anggaran besar dan efek visual canggih, film ini menghadapi tantangan untuk memenuhi ekspektasi penggemar setia anime aslinya. Daya tarik utama film ini terletak pada visualisasinya yang kaya dan upaya untuk menciptakan dunia yang imersif dan mendalam.
Meski begitu, keberanian film ini untuk mengangkat tema-tema filosofis dan sosial yang kompleks patut diacungi jempol. Dengan alur cerita yang berfokus pada identitas diri dan perjuangan melawan kejahatan di dunia yang didominasi teknologi, Ghost in the Shell (2017) menawarkan pengalaman menonton yang provokatif dan menggugah pikiran.
Plot Synopsis
Di masa depan yang tidak terlalu jauh, di mana manusia dan teknologi saling berhubungan erat, lahir seorang prajurit unik bernama Major Mira Killian (Scarlett Johansson). Major adalah manusia pertama yang selamat dari kecelakaan mengerikan dan kemudian di-cyber-enhance untuk menjadi senjata pamungkas yang berdedikasi untuk menghentikan penjahat paling berbahaya di dunia. Dia menjadi pemimpin tim elit Section 9, sebuah unit operasi khusus anti-teroris.
Section 9, di bawah komando Aramaki (Takeshi Kitano), bertugas menjaga keamanan metropolis futuristik yang dikenal sebagai Kota Niihama. Mereka menghadapi ancaman yang terus berkembang dari berbagai jenis kejahatan, mulai dari peretasan digital hingga terorisme dunia maya. Dengan kemampuan cybernetic yang luar biasa, Major mampu menembus jaringan komputer, bertarung dengan tingkat keahlian yang tinggi, dan memiliki kekuatan fisik yang luar biasa.
Ketika Major dan timnya menyelidiki serangkaian serangan teroris yang dilakukan oleh peretas misterius bernama Kuze (Michael Pitt), dia mulai mengungkap kebenaran yang lebih dalam tentang masa lalunya dan asal-usulnya. Penyelidikan ini membawanya pada penemuan bahwa ingatannya dan identitasnya mungkin telah dimanipulasi. Kuze mengungkapkan cerita yang mengejutkan tentang eksperimen rahasia dan program pengembangan cybernetic yang kontroversial. Major harus mempertanyakan semua yang dia yakini tentang dirinya saat dia berjuang untuk mengungkap identitasnya yang sebenarnya dan menghentikan ancaman yang lebih besar daripada yang pernah dia bayangkan.
Ketika Major semakin dekat dengan kebenaran, dia mulai mengalami gangguan pada cybernetic-nya, serta penglihatan dan mimpi yang membingungkan. Dia mencari bantuan dari Dr. Ouelet (Juliette Binoche), ilmuwan yang bertanggung jawab atas proses cyber-enhancement-nya, untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi padanya. Bersama-sama, mereka mengungkap konspirasi yang membentang lebih dalam daripada yang mereka duga, yang melibatkan kepentingan perusahaan yang kuat dan agenda tersembunyi yang mengancam keseimbangan kekuasaan di seluruh dunia.
Cast & Characters
Film ini menampilkan ansambel pemeran yang berbakat. Scarlett Johansson memegang peran utama sebagai Major Mira Killian / Motoko Kusanagi, seorang prajurit cybernetic yang berjuang dengan identitasnya. Johansson memberikan penampilan fisik yang kuat dan berhasil menyampaikan kerentanan emosional yang mendasari karakternya.
Takeshi Kitano berperan sebagai Aramaki, kepala Section 9 yang bijaksana dan tegas. Kitano menambahkan lapisan otoritas dan tradisi pada perannya, dengan kehadirannya yang tenang dan kepemimpinan yang tanpa kompromi. Pilou Asbæk memerankan Batou, rekan setia dan teman dekat Major. Asbæk memberikan dukungan yang kuat dan menampilkan hubungan yang kompleks dengan Major dan anggota tim lainnya. Michael Pitt berperan sebagai Kuze, antagonis misterius yang memiliki hubungan rumit dengan masa lalu Major. Penampilan Pitt menambah lapisan kegelapan dan intrik pada cerita, dengan motivasi yang tidak jelas dan agenda yang tersembunyi.
Selain pemeran utama, film ini juga menampilkan sejumlah aktor pendukung yang berbakat, termasuk Chin Han sebagai Togusa, Juliette Binoche sebagai Dr. Ouelet, dan Rila Fukushima sebagai Red Robed Geisha. Setiap aktor menambahkan dimensi unik pada karakter mereka dan membantu membangun dunia yang kaya dan kompleks.
Director & Production
Ghost in the Shell (2017) disutradarai oleh Rupert Sanders dan diproduksi oleh Paramount Pictures dan DreamWorks Pictures. Produksi film ini melibatkan anggaran besar, yang memungkinkan untuk menciptakan visual yang memukau dan efek khusus yang canggih. Lokasi syuting yang digunakan sangat beragam, dengan adegan-adegan yang diambil di berbagai kota dan latar belakang yang futuristik.
Rupert Sanders membawa visinya yang unik ke film ini, dengan fokus pada estetika visual dan adegan aksi yang intens. Dia berusaha untuk menciptakan dunia yang imersif dan menarik secara visual, mengambil inspirasi dari anime dan manga aslinya serta elemen-elemen cyberpunk lainnya. Produksi film ini melibatkan banyak talenta di bidang efek visual, desain produksi, dan kostum, yang bekerja sama untuk menghidupkan dunia Ghost in the Shell.
Meskipun mendapatkan dukungan anggaran besar dan kemampuan produksi yang luas, film ini menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembuatan, termasuk kontroversi terkait pemilihan pemeran dan adaptasi cerita. Sanders dan tim produksinya berupaya untuk mengatasi tantangan ini dan menciptakan film yang menghormati sumber aslinya sambil juga menarik bagi audiens yang lebih luas.
Critical Reception & Ratings
Ghost in the Shell (2017) mendapatkan ulasan yang beragam dari para kritikus dan penonton. Beberapa kritikus memuji visual yang memukau dan adegan aksi yang intens dari film ini, serta upaya untuk mengangkat tema-tema filosofis dan sosial yang kompleks. Namun, kritikus lain mengkritik pemilihan pemeran dan adaptasi cerita, merasa bahwa film tersebut tidak berhasil menangkap esensi dan semangat dari anime aslinya.
Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, film ini memiliki peringkat persetujuan sebesar 43%, berdasarkan 320 ulasan, dengan konsensus kritikus yang menyatakan, "Ghost in the Shell memiliki visual yang mencolok dan beberapa ide yang menarik, tetapi elemen-elemen itu tidak cukup untuk mengimbangi naskah yang tidak bersemangat dan kurangnya jiwa." Di Metacritic, film ini memiliki skor rata-rata tertimbang sebesar 52 dari 100, berdasarkan 51 kritikus, yang menunjukkan "ulasan campuran atau rata-rata".
Di TMDB, Ghost in the Shell memiliki peringkat rata-rata 6.1/10 berdasarkan 8,530 suara. Sejumlah besar suara menunjukkan bahwa film ini telah menjangkau audiens yang luas, meskipun peringkat yang relatif rendah menunjukkan bahwa opini tentang film tersebut sangat bervariasi.
Box Office & Release
Ghost in the Shell (2017) dirilis di bioskop pada tanggal 29 Maret 2017. Film ini menghasilkan $40.5 juta di Amerika Serikat dan Kanada, dan $129.2 juta di wilayah lain, dengan total $169.8 juta di seluruh dunia, dibandingkan dengan anggaran produksi sebesar $110 juta. Performa box office film ini dianggap mengecewakan, karena gagal mencapai ekspektasi yang tinggi yang ditetapkan sebelum perilisan.
Setelah perilisan di bioskop, Ghost in the Shell tersedia untuk streaming di berbagai platform. Beberapa platform streaming yang menawarkan film ini antara lain Paramount+ (tergantung pada wilayah), dan tersedia untuk dibeli atau disewa di platform seperti Amazon Prime Video, Google Play Movies, dan iTunes.
Themes & Analysis
Ghost in the Shell (2017) mengangkat sejumlah tema mendalam dan kompleks yang relevan dengan masyarakat modern. Film ini mengeksplorasi pertanyaan tentang identitas, kemanusiaan, dan teknologi, serta bagaimana ketiganya saling berhubungan dan membentuk satu sama lain. Salah satu tema utama film ini adalah perjuangan Major untuk memahami identitasnya yang sebenarnya dan menemukan tempatnya di dunia. Dia adalah produk dari teknologi cybernetic canggih, namun dia juga memiliki jiwa dan emosi yang kompleks. Konflik antara identitas manusia dan mesin menjadi fokus utama cerita.
Film ini juga membahas dampak teknologi pada masyarakat dan individu. Dunia Ghost in the Shell adalah dunia di mana teknologi telah maju ke titik di mana ia mengaburkan garis antara manusia dan mesin. Film ini mempertanyakan konsekuensi dari kemajuan teknologi ini, serta potensi bahaya dan manfaatnya. Cyber-enhancement dan integrasi teknologi ke dalam tubuh manusia adalah topik yang dieksplorasi secara mendalam dalam film ini.
Selain itu, Ghost in the Shell (2017) menyoroti tema-tema sosial dan politik yang relevan, termasuk eksploitasi, manipulasi, dan korupsi. Film ini menggambarkan dunia di mana perusahaan-perusahaan kuat memiliki pengaruh besar terhadap pemerintah dan masyarakat, dan di mana individu seringkali menjadi korban kepentingan mereka. Perjuangan melawan kekuasaan dan upaya untuk mengungkap kebenaran adalah elemen penting dari cerita.
Should You Watch It?
Ghost in the Shell (2017) mungkin cocok untuk Anda jika Anda penggemar film aksi fiksi ilmiah dengan visual yang memukau dan tema-tema yang menggugah pikiran. Film ini menawarkan pengalaman menonton yang menarik secara visual dan intelektual, dengan adegan aksi yang intens dan pertanyaan mendalam tentang identitas dan kemanusiaan.
Namun, jika Anda seorang penggemar berat anime dan manga Ghost in the Shell yang asli, Anda mungkin merasa kecewa dengan adaptasi film ini. Beberapa penggemar mengkritik pemilihan pemeran dan adaptasi cerita, merasa bahwa film tersebut tidak berhasil menangkap esensi dan semangat dari sumbernya. Oleh karena itu, penting untuk memiliki ekspektasi yang realistis dan terbuka untuk interpretasi yang berbeda dari cerita aslinya.
Secara keseluruhan, Ghost in the Shell (2017) adalah film yang layak ditonton jika Anda mencari hiburan yang cerdas dan visual yang menakjubkan. Meskipun mungkin tidak sempurna, ia menawarkan perspektif yang menarik tentang masa depan teknologi dan kemanusiaan, serta pertanyaan-pertanyaan penting yang relevan dengan masyarakat kita saat ini.
Conclusion
Ghost in the Shell (2017) adalah upaya ambisius untuk menghidupkan kembali anime dan manga klasik Jepang ke layar lebar. Film ini menawarkan visual yang memukau, adegan aksi yang intens, dan tema-tema filosofis dan sosial yang kompleks. Meskipun menghadapi kontroversi dan ulasan yang beragam, Ghost in the Shell (2017) tetap merupakan film yang menarik dan menggugah pikiran, yang mengeksplorasi pertanyaan tentang identitas, kemanusiaan, dan teknologi di dunia futuristik yang didominasi oleh cyber-enhancement.
Terlepas dari kekurangan dan tantangan yang dihadapinya, Ghost in the Shell (2017) tetap menjadi kontribusi yang signifikan bagi genre fiksi ilmiah dan refleksi yang relevan tentang masa depan kita yang semakin terhubung secara teknologi. Film ini akan terus menjadi bahan perdebatan dan diskusi di antara para penggemar dan kritikus film selama bertahun-tahun yang akan datang.











