📅 14 May 2026⏱️ 8 menit baca📝 1,546 kata
Review Film: Levitating (2026) - Kisah Spiritual dan Ambisi di Tengah Pesta Trance

Introduction

Levitating (2026) adalah sebuah film drama Indonesia yang unik, memadukan unsur spiritualitas dengan latar belakang dunia pesta trance. Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini tidak hanya menawarkan visual yang memanjakan mata dan musik yang menghanyutkan, tetapi juga cerita yang mendalam tentang ambisi, tradisi, dan pengorbanan. Dengan rating 7.7/10 di TMDB dari 6 suara, Levitating telah menarik perhatian penonton dan kritikus.

Film ini berani mengambil risiko dengan menggabungkan tema-tema yang kompleks dalam sebuah narasi yang menarik. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa asli film ini memberikan nuansa autentik dan relevan bagi penonton lokal. Levitating bukan sekadar film hiburan, melainkan juga sebuah karya seni yang mengajak penonton untuk merenungkan makna hidup dan spiritualitas, dibungkus dalam balutan drama dan musik.

Kehadiran nama-nama besar seperti Angga Yunanda dan Maudy Ayunda dalam jajaran pemain menambah daya tarik film ini. Dikombinasikan dengan arahan dari Wregas Bhanuteja yang dikenal dengan film-filmnya yang berkualitas, Levitating menjadi salah satu film Indonesia yang patut diperhitungkan di tahun 2026.

Plot Synopsis

Levitating berlatar di sebuah kota di mana kenikmatan duniawi dikaitkan dengan kerasukan oleh makhluk spiritual. Bayu Laksana, yang diperankan oleh Angga Yunanda, memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang dukun (shaman) di sebuah pesta trance. Motivasi utamanya bukan semata-mata karena kekuasaan atau prestise, melainkan karena ia membutuhkan dana untuk mencegah penggusuran rumahnya. Ancaman penggusuran ini menghantuinya dan keluarganya, mendorongnya untuk mencari cara cepat dan efektif untuk mengumpulkan uang.

Perjalanan Bayu tidaklah mudah. Ia harus menghadapi berbagai rintangan dan persaingan dari para dukun lain yang lebih berpengalaman dan memiliki pengaruh lebih besar. Selain itu, ia juga harus berurusan dengan norma-norma sosial dan kepercayaan tradisional yang berlaku di masyarakatnya. Dalam usahanya mencapai tujuannya, Bayu bertemu dengan Laksmi (Maudy Ayunda), seorang wanita misterius yang kehadirannya memberikan pengaruh signifikan terhadap perjalanan spiritual dan pribadi Bayu.

Film ini menampilkan bagaimana Bayu berusaha menyeimbangkan ambisinya dengan tanggung jawabnya terhadap keluarga. Ia harus membuat pilihan sulit yang akan menentukan nasibnya dan orang-orang yang dicintainya. Dengan latar belakang pesta trance yang penuh dengan energi dan ritual, Levitating menjanjikan sebuah pengalaman sinematik yang kaya akan visual dan emosi. Cerita ini berfokus pada perjuangan seorang individu untuk mencapai impiannya di tengah tekanan sosial dan ekonomi, dengan sentuhan spiritualitas yang unik.

Cast & Characters

Levitating menampilkan jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia yang memberikan penampilan memukau. Angga Yunanda memerankan Bayu Laksana, protagonis utama film ini, dengan sangat meyakinkan. Ia berhasil menghidupkan karakter Bayu sebagai seorang pemuda yang ambisius dan penuh tekad, namun juga rentan dan penuh keraguan. Penampilannya yang kuat dan emosional membuat penonton merasa terhubung dengan perjuangan Bayu.

Maudy Ayunda berperan sebagai Laksmi, karakter misterius yang kehadirannya memberikan warna baru dalam hidup Bayu. Maudy berhasil menggambarkan Laksmi sebagai sosok yang anggun dan penuh teka-teki, namun juga memiliki kekuatan dan kebijaksanaan yang mendalam. Interaksi antara Angga Yunanda dan Maudy Ayunda menghadirkan dinamika yang menarik dan kompleks, menambah daya tarik film ini.

Selain Angga Yunanda dan Maudy Ayunda, Levitating juga didukung oleh para aktor dan aktris berbakat lainnya seperti Anggun sebagai Guru Asri, Chicco Kurniawan sebagai Pawit Arifin, Bryan Domani sebagai Ananto, Indra Birowo sebagai Ayah Bayu, Ganindra Bimo sebagai Fahri, Ivonne Dahler sebagai Ibu Nana, Aryudha Fasha sebagai bang Yoga dan Alex Suhendra sebagai Guru Bondan. Masing-masing aktor memberikan kontribusi yang signifikan dalam menghidupkan karakter-karakter pendukung dalam film ini. Penampilan mereka yang solid dan meyakinkan membuat cerita Levitating semakin kaya dan mendalam.

Director & Production

Levitating merupakan karya dari sutradara berbakat, Wregas Bhanuteja. Dikenal dengan karya-karyanya yang memiliki ciri khas artistik dan naratif yang kuat, Wregas Bhanuteja berhasil menghadirkan visinya dalam Levitating dengan sangat baik. Ia tidak hanya menyutradarai, tetapi juga menulis naskah film ini bersama dengan Alicia Angelina dan Defi Mahendra. Kombinasi ini memungkinkan Wregas untuk memiliki kontrol penuh atas visi artistiknya, menghasilkan sebuah film yang koheren dan memiliki pesan yang kuat.

Film ini digarap dengan sangat cermat dalam hal produksi. Pemilihan lokasi, desain kostum, dan tata rias dilakukan dengan sangat detail, menciptakan atmosfir yang autentik dan meyakinkan. Penggunaan musik trance sebagai latar belakang juga sangat efektif dalam menciptakan suasana yang intens dan menghanyutkan. Secara keseluruhan, produksi Levitating menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap detail dan kualitas.

Rumah produksi yang menaungi film ini belum disebutkan dalam data yang tersedia. Namun, dengan kualitas produksi yang tinggi, dapat diasumsikan bahwa Levitating didukung oleh rumah produksi yang memiliki reputasi baik dalam industri perfilman Indonesia. Kolaborasi antara Wregas Bhanuteja dan rumah produksi ini menghasilkan sebuah film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai artistik yang tinggi.

Critical Reception & Ratings

Levitating (2026) telah mendapatkan perhatian yang cukup besar dari para kritikus dan penonton. Meskipun baru dirilis pada April 2026, film ini sudah mendapatkan rating 7.7/10 di TMDB berdasarkan 6 suara. Rating ini menunjukkan bahwa penonton yang telah menyaksikan film ini memberikan apresiasi yang positif. Ulasan-ulasan awal juga menunjukkan bahwa Levitating dipuji karena cerita yang unik, karakter yang kuat, dan visual yang memukau.

Para kritikus juga menyoroti keberanian Wregas Bhanuteja dalam menggabungkan tema-tema spiritualitas dan pesta trance dalam sebuah narasi yang menarik. Beberapa kritikus menyebut Levitating sebagai salah satu film Indonesia terbaik di tahun 2026. Namun, ada juga beberapa kritikus yang berpendapat bahwa film ini memiliki beberapa kekurangan dalam hal pacing dan pengembangan karakter pendukung.

Secara keseluruhan, Levitating mendapatkan resepsi yang positif dari para kritikus dan penonton. Film ini dianggap sebagai sebuah karya yang inovatif dan berani, serta menunjukkan potensi besar industri perfilman Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, diharapkan Levitating akan terus mendapatkan apresiasi dan pengakuan yang lebih luas.

Box Office & Release

Informasi mengenai box office Levitating (2026) belum tersedia secara lengkap. Film ini baru dirilis pada tanggal 23 April 2026, sehingga data mengenai pendapatan global masih dalam proses pengumpulan. Namun, dengan popularitas para pemain dan sutradara, serta dengan ulasan-ulasan awal yang positif, diharapkan Levitating dapat meraih kesuksesan komersial yang signifikan.

Selain dirilis di bioskop, belum ada informasi yang pasti mengenai platform streaming mana yang akan menayangkan Levitating. Namun, mengingat tren saat ini, kemungkinan besar film ini akan tersedia di salah satu platform streaming populer seperti Netflix, Disney+, atau Viu dalam beberapa bulan setelah dirilis di bioskop.

Distribusi film Levitating di wilayah internasional juga belum diumumkan secara resmi. Namun, dengan kualitas produksi yang tinggi dan tema yang universal, Levitating berpotensi untuk menarik perhatian penonton di luar Indonesia. Jika film ini berhasil mendapatkan distribusi internasional, hal ini akan menjadi pencapaian yang besar bagi industri perfilman Indonesia.

Themes & Analysis

Levitating (2026) mengangkat sejumlah tema yang kompleks dan relevan dengan kehidupan modern. Salah satu tema utama dalam film ini adalah ambisi dan pengorbanan. Bayu Laksana, sebagai protagonis utama, memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang dukun di pesta trance. Namun, untuk mencapai tujuannya, ia harus melakukan pengorbanan yang besar, baik secara pribadi maupun finansial.

Selain itu, Levitating juga mengeksplorasi tema spiritualitas dan tradisi. Film ini menggambarkan bagaimana masyarakat lokal percaya bahwa kenikmatan duniawi dapat membawa seseorang pada kerasukan oleh makhluk spiritual. Kepercayaan ini memengaruhi cara hidup dan interaksi sosial masyarakat setempat. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan makna spiritualitas dalam kehidupan modern, serta bagaimana tradisi dapat memengaruhi identitas dan tindakan seseorang.

Tema lain yang diangkat dalam Levitating adalah perjuangan melawan ketidakadilan sosial dan ekonomi. Ancaman penggusuran yang dihadapi oleh keluarga Bayu mencerminkan masalah yang sering terjadi di masyarakat, di mana orang-orang miskin dan rentan seringkali menjadi korban dari kebijakan pembangunan yang tidak adil. Film ini memberikan suara kepada mereka yang seringkali tidak terdengar, serta mengajak penonton untuk lebih peduli terhadap isu-isu sosial dan ekonomi di sekitar mereka.

Should You Watch It?

Jika Anda mencari film yang tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki pesan yang mendalam, maka Levitating (2026) adalah pilihan yang tepat. Film ini menawarkan kombinasi yang unik antara drama, spiritualitas, dan musik trance, menciptakan pengalaman sinematik yang tak terlupakan. Penampilan para aktor dan aktris yang memukau, serta arahan dari sutradara berbakat Wregas Bhanuteja, membuat film ini semakin layak untuk ditonton.

Levitating sangat direkomendasikan bagi mereka yang tertarik dengan budaya dan tradisi Indonesia, serta bagi mereka yang mencari film dengan tema-tema yang kompleks dan relevan. Film ini akan mengajak Anda untuk merenungkan makna hidup, spiritualitas, dan perjuangan melawan ketidakadilan. Namun, perlu diperhatikan bahwa Levitating mengandung beberapa adegan yang mungkin tidak cocok untuk semua penonton.

Secara keseluruhan, Levitating adalah film yang patut untuk ditonton. Film ini tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi, serta memberikan pandangan yang unik tentang kehidupan dan spiritualitas di Indonesia.

Conclusion

Levitating (2026) adalah sebuah film Indonesia yang unik dan menarik, menggabungkan unsur drama, spiritualitas, dan musik trance dalam sebuah narasi yang kuat. Dengan arahan dari Wregas Bhanuteja dan penampilan memukau dari para aktor dan aktris ternama, film ini berhasil menyajikan cerita yang mendalam dan relevan dengan kehidupan modern. Meskipun masih tergolong baru, Levitating telah mendapatkan apresiasi yang positif dari para kritikus dan penonton, serta menunjukkan potensi besar industri perfilman Indonesia.

Film ini tidak hanya menghibur tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan makna hidup, spiritualitas, dan perjuangan melawan ketidakadilan. Dengan tema-tema yang kompleks dan relevan, serta dengan produksi yang berkualitas tinggi, Levitating menjadi salah satu film Indonesia yang patut diperhitungkan di tahun 2026.

Secara keseluruhan, Levitating adalah sebuah karya seni yang patut untuk diapresiasi dan dinikmati. Film ini memberikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan, serta memberikan pandangan yang unik tentang kehidupan dan spiritualitas di Indonesia.

References

  1. TMDB — Levitating (2026) - Movie Details
  2. Rotten Tomatoes — Movie Reviews and Ratings
  3. IMDb — The Internet Movie Database
  4. Variety — Entertainment News and Reviews
  5. The Hollywood Reporter — Entertainment News
  6. IndieWire — Independent Film News and Reviews