📅 26 April 2026⏱️ 8 menit baca📝 1,515 kata

Introduction

Poor Things adalah film bergenre drama fantasi komedi hitam yang disutradarai oleh Yorgos Lanthimos, dikenal dengan gaya penyutradaraan yang unik dan seringkali surealis. Film ini menonjol karena menggabungkan elemen-elemen gotik dengan kisah pemberdayaan diri seorang wanita muda yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak konvensional. Dengan sentuhan humor gelap dan visual yang memukau, Poor Things menawarkan pengalaman sinematik yang provokatif dan menggugah pikiran.

Dibintangi oleh Emma Stone, Mark Ruffalo, dan Willem Dafoe, film ini menjanjikan penampilan akting yang kuat dan karakter-karakter yang kompleks. Poor Things bukan sekadar hiburan, melainkan juga eksplorasi tentang identitas, kebebasan, dan ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Film ini telah mendapatkan banyak pujian karena orisinalitasnya, desain produksinya yang inovatif, dan performa yang luar biasa dari para pemainnya.

Film ini mendapatkan banyak perhatian dan penghargaan, termasuk piala Oscar untuk Tata Rias dan Rambut Terbaik, Desain Kostum Terbaik, dan Desain Produksi Terbaik. Jadi tidak berlebihan menyebutkan bahwa film ini telah ditunggu-tunggu oleh para penggemar film arthouse dan mereka yang mencari cerita yang unik dan bermakna. Kehadirannya di berbagai festival film internasional juga semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu film yang patut diperhitungkan di tahun 2023.

Plot Synopsis

Poor Things mengisahkan tentang Bella Baxter (Emma Stone), seorang wanita muda yang dihidupkan kembali oleh ilmuwan eksentrik bernama Dr. Godwin Baxter (Willem Dafoe). Proses ini dilakukan dengan cara yang tidak biasa, di mana otak Bella diganti dengan otak bayi. Akibatnya, Bella memiliki tubuh seorang wanita dewasa dengan pikiran seorang anak kecil yang baru belajar tentang dunia.

Hidup Bella berubah drastis ketika dia bertemu dengan Duncan Wedderburn (Mark Ruffalo), seorang pengacara flamboyan yang menawarkan petualangan dan kebebasan yang tidak bisa dia dapatkan di laboratorium Dr. Baxter. Bella terpikat oleh janji-janji Duncan tentang dunia luar yang penuh dengan hal-hal baru dan pengalaman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dengan penuh semangat, Bella memutuskan untuk melarikan diri dengan Duncan dan menjelajahi berbagai kota di Eropa.

Perjalanan Bella bersam Duncan membawanya ke berbagai tempat, mulai dari jalan-jalan ramai di Lisbon hingga rumah bordil di Paris. Setiap tempat dan setiap pertemuan memberinya pelajaran baru tentang kehidupan, cinta, dan seksualitas. Bella belajar tentang berbagai budaya, ideologi, dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Dia juga mulai menyadari ketidakadilan dan penindasan yang sering dialami oleh perempuan.

Selama perjalanannya, Bella terus berkembang dan tumbuh menjadi individu yang mandiri dan berpikiran terbuka. Dia menantang stereotip dan ekspektasi masyarakat terhadap perempuan, dan berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri. Bella tidak ingin terikat oleh aturan atau batasan yang ditetapkan oleh orang lain. Ia ingin menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya sendiri, tanpa takut untuk menjadi berbeda.

Cast & Characters

  • Emma Stone sebagai Bella Baxter: Penampilan Stone sebagai Bella sangat memukau, menggambarkan perkembangan karakter dari seorang anak-anak yang polos menjadi wanita muda yang kuat dan mandiri. Dia secara komprehensif menghidupkan karakter Bella, baik dari segi fisik maupun emosional.
  • Mark Ruffalo sebagai Duncan Wedderburn: Ruffalo memerankan Duncan dengan penuh percaya diri dan karisma, menghadirkan karakter pengacara yang flamboyan dan sedikit amoral.
  • Willem Dafoe sebagai Godwin Baxter: Dafoe memberikan performa yang kuat sebagai Dr. Baxter, ilmuwan eksentrik yang menciptakan Bella.
  • Ramy Youssef sebagai Max McCandles: Youssef berperan sebagai Max dengan tenang dan penuh perhatian, menunjukkan sisi lembut dari film ini.
  • Christopher Abbott sebagai Alfie Blessington: Abbott membawa intensitas yang mengganggu ke peran Alfie, menambahkan lapisan kompleksitas pada narasi.
  • Suzy Bemba sebagai Toinette: Suzzy Bemba, sebagai Toinette, mampu menambah daya tarik dari karakter wanita di film ini dengan perannya yang kuat.
  • Jerrod Carmichael sebagai Harry Astley: Jerrod Carmichael menunjukan bakatnya sebagai aktor kawakan, di film ini ia menambah daya humor di beberapa adegan.

Penampilan Emma Stone dalam film ini sangat menonjol. Ia berhasil memerankan Bella dengan sempurna, menggambarkan transisi karakternya dari seorang gadis kecil yang polos menjadi seorang wanita muda yang memiliki rasa ingin tahu yang besar akan dunia. Stone mampu menyampaikan kompleksitas emosional dan intelektual Bella dengan cara yang sangat meyakinkan, menjadikannya salah satu penampilan terbaik dalam karirnya.

Director & Production

Poor Things disutradarai oleh Yorgos Lanthimos, seorang sutradara asal Yunani yang dikenal dengan gaya penyutradaraan yang unik dan seringkali kontroversial. Lanthimos telah menyutradarai beberapa film yang mendapat pujian kritis, seperti The Lobster, The Killing of a Sacred Deer, dan The Favourite. Dalam Poor Things, Lanthimos kembali menunjukkan keahliannya dalam menciptakan dunia yang surealis dan karakter-karakter yang kompleks.

Film ini diproduksi oleh Searchlight Pictures, sebuah rumah produksi yang dikenal dengan film-film berkualitas tinggi dan seringkali eksperimental. Produser di balik Poor Things termasuk Ed Guiney, Andrew Lowe, dan Emma Stone sendiri. Mereka bekerja sama untuk mewujudkan visi Lanthimos dan menciptakan film yang unik dan tak terlupakan.

Desain produksi film ini juga patut mendapat pujian. Dunia dalam Poor Things dibangun dengan detail yang luar biasa, menciptakan atmosfer yang unik dan memikat secara visual. Penggunaan warna-warna cerah dan kostum-kostum yang eksentrik semakin menambah daya tarik film ini.

Critical Reception & Ratings

Poor Things telah menerima pujian kritis yang luas sejak penayangannya di berbagai festival film internasional. Banyak kritikus memuji orisinalitas cerita, desain produksinya yang inovatif, dan penampilan yang luar biasa dari para pemainnya, terutama Emma Stone. Film ini juga dipuji karena mengangkat tema-tema penting tentang identitas, kebebasan, dan ekspektasi masyarakat terhadap perempuan.

Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, Poor Things memiliki rating persetujuan sebesar 92%, berdasarkan ulasan dari lebih dari 300 kritikus. Konsensus kritikus situs tersebut berbunyi, "Berani, imajinatif, dan luar biasa indah, Poor Things adalah tontonan visual dan kemenangan bagi Emma Stone." Di Metacritic, film ini memiliki skor rata-rata tertimbang 91 dari 100, berdasarkan ulasan dari 59 kritikus, yang menunjukkan "pengakuan universal".

Di TMDB, Poor Things memiliki rating 7.6/10 berdasarkan 5,431 suara. Rating ini menunjukkan bahwa film ini disukai oleh sebagian besar penonton yang telah menontonnya. Kombinasi pujian kritis dan rating penonton yang positif menunjukkan bahwa Poor Things adalah film yang patut untuk ditonton bagi penggemar film arthouse dan mereka yang mencari cerita yang unik dan bermakna.

Box Office & Release

Poor Things dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 8 Desember 2023, dan secara bertahap dirilis di negara-negara lain setelah itu. Hingga saat ini, film ini telah meraup lebih dari $116 juta di seluruh dunia, menjadikannya sukses komersial yang cukup signifikan untuk film arthouse. Sukses ini menunjukkan bahwa penonton tertarik pada film-film yang berani dan orisinal, bahkan jika mereka tidak mengikuti formula Hollywood yang standar.

Poor Things saat ini tersedia untuk disewa atau dibeli di berbagai platform digital, seperti Apple TV, Amazon Prime Video, dan Google Play Movies. Film ini juga telah dirilis dalam format Blu-ray dan DVD, sehingga para penggemar dapat menambahkannya ke koleksi film fisik mereka. Belum ada informasi terbaru mengenai ketersediaannya di platform streaming di Indonesia saat ini (April 2026).

Themes & Analysis

Poor Things mengangkat berbagai tema penting tentang identitas, kebebasan, dan ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Bella Baxter adalah karakter yang unik karena ia tidak terikat oleh norma-norma sosial atau ekspektasi gender yang biasa berlaku. Ia memiliki kesempatan untuk belajar tentang dunia dari sudut pandang yang segar dan tanpa prasangka, sehingga ia dapat membentuk identitasnya sendiri tanpa terpengaruh oleh tekanan dari luar.

Film ini juga mengeksplorasi gagasan tentang kebebasan dan otonomi. Bella berjuang untuk menentukan nasibnya sendiri dan tidak ingin terikat oleh aturan atau batasan yang ditetapkan oleh orang lain. Ia ingin menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya sendiri, tanpa takut untuk menjadi berbeda. Dalam perjalanannya, Bella menemukan bahwa kebebasan sejati datang dari dalam diri sendiri, dan bahwa ia memiliki kekuatan untuk menciptakan realitasnya sendiri.

Selain itu, Poor Things juga mengkritik ekspektasi masyarakat terhadap perempuan dan peran yang seringkali dibatasi yang diberikan kepada mereka. Film ini menantang stereotip gender dan menunjukkan bahwa perempuan memiliki hak untuk memiliki ambisi, keinginan, dan otonomi mereka sendiri. Bella adalah simbol perempuan yang kuat dan mandiri yang menolak untuk tunduk pada norma-norma yang menindas dan berjuang untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif.

Should You Watch It?

Poor Things sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencari film yang unik, provokatif, dan menggugah pikiran. Film ini menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film-film Hollywood yang standar, dengan desain produksi yang inovatif, karakter-karakter yang kompleks, dan tema-tema yang relevan.

Film ini mungkin tidak cocok untuk semua orang, karena mengandung adegan-adegan kekerasan dan seksual yang eksplisit. Namun, bagi mereka yang terbuka terhadap film-film yang berani dan eksperimental, Poor Things akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Secara khusus, film ini akan menarik bagi para penggemar film arthouse, penggemar karya-karya Yorgos Lanthimos sebelumnya, dan mereka yang tertarik pada tema-tema feminisme, identitas, dan kebebasan. Jadi, jika Anda mencari film yang akan membuat Anda berpikir dan merasakan sesuatu yang berbeda, Poor Things adalah pilihan yang tepat.

Conclusion

Poor Things adalah film yang unik dan provokatif yang menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda dari film-film Hollywood yang standar. Dengan cerita yang orisinal, desain produksi yang inovatif, dan penampilan yang luar biasa dari para pemainnya, film ini berhasil mengangkat tema-tema penting tentang identitas, kebebasan, dan ekspektasi masyarakat terhadap perempuan. Meskipun mungkin tidak cocok untuk semua orang, Poor Things sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencari film yang berani, eksperimental, dan menggugah pikiran.

References

  1. TMDB — Poor Things (2023)
  2. Rotten Tomatoes — Poor Things
  3. IMDb — Poor Things (2023)
  4. Variety — Poor Things Review: Emma Stone Is a Revelation in Yorgos Lanthimos’ Wildly Inventive, R-Rated Frankenstein Riff
  5. The Hollywood Reporter — ‘Poor Things’ Review: Emma Stone Is Magnificent in Yorgos Lanthimos’ Dazzling, Disturbing & Hilarious Masterpiece
  6. IndieWire — ‘Poor Things’ Review: Yorgos Lanthimos’ Wildest Film Is a Fantasy of Female Emancipation