Pertempuran Benghazi Kedua adalah pertempuran yang meletus pada tanggal 19 Maret 2011 antara pasukan dan milisi yang setia kepada Muammar Gaddafi melawan pasukan yang ingin menjatuhkan Gaddafi.[11] Sebelumnya, pada 18 Maret, pasukan Gaddafi melewati Ajdabiya dengan menggunakan jalan pesisir dan tidak menggunakan jalan yang menghubungkan Ajdabiya dengan Benghazi, sehingga mereka tidak perlu merebut Ajdabiya. Pada malam hari tentara loyalis telah memosisikan diri beberapa kilometer dari dua titik masuk di selatan Benghazi.

Namun, dalam pertempuran ini, intervensi militer yang dimandatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa telah dimulai, sehingga pesawat-pesawat tempur Angkatan Udara Prancis menyerang dan menghancurkan beberapa satuan pro-Gaddafi dan memaksa mereka mundur.[12]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "UN clears way for Libyan no-fly zone". ABC News. 18 March 2011. Diakses tanggal 27 January 2012.
  2. ^ "French strikes destroy tanks near Benghazi". Euronews. 19 March 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-19. Diakses tanggal 27 January 2012.
  3. ^ "Battle for control rages in Libya". Al Jazeera. 15 March 2011. Diakses tanggal 27 January 2012.
  4. ^ "Libye : "une vingtaine d'appareils" engagés". Europe 1 (dalam bahasa French). Agence France-Presse. 19 March 2011. Diakses tanggal 27 January 2012. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ^ Fahy, Natalie; Mitchell, Gary (20 March 2011). "Britain Fires Missiles At Libyan Targets". Sky News. Diakses tanggal 27 January 2012.
  6. ^ 2 penyusup bayaran dibunuh,[1] Diarsipkan 2012-10-19 di Wayback Machine. 9 [2]-12 [3] Diarsipkan 2014-08-08 di Wayback Machine. killed in street fighting, 16 killed in tank column [4] Diarsipkan 2014-02-22 di Wayback Machine., total of 27-30 reported killed
  7. ^ "A Gadhafi soldier speaks". CNN. 29 March 2011. Diakses tanggal 29 March 2011.
  8. ^ "U.S. official: Gadhafi's momentum stopped". CNN. Tripoli. 21 March 2011. Diakses tanggal 27 January 2012.
  9. ^ "Photo Gallery: The bombardment of Libya". Der Spiegel. 21 March 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-11. Diakses tanggal 27 January 2012.
  10. ^ Abbas, Mohammed (20 March 2011). "Remains of Gaddafi's force smolders near Benghazi". Reuters. Benghazi and Ajdabiya Road. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-12. Diakses tanggal 27 January 2012.
  11. ^ a b Abbas, Mohammed (19 March 2011). "Rebels say they repulse Gaddafi attack on Benghazi". Reuters Africa. Benghazi. Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-31. Diakses tanggal 27 January 2012.
  12. ^ "Libya Live Blog - March 20". Al Jazeera. 20 March 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-04-30. Diakses tanggal 11 May 2011.

32°07′N 20°04′E / 32.117°N 20.067°E / 32.117; 20.067

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Serangan Benghazi 2012

Serangan Benghazi terjadi pada tanggal 11 September 2012 ketika kelompok militan Muslim menyerang kamp diplomatik Amerika Serikat di Benghazi, Libia, yang

Muammar Khadafi

dan kantor pemerintahan di Tripoli dan Benghazi. Khadafi mengambil alih kendali atas barak Berka di Benghazi, sementara Omar Meheishi menduduki barak

Jamahiriyah Arab Libya

Pertahanan udara, tiga pangkalan militer, dan dua lapangan udara di Tripoli dan Benghazi dibom. Serangan bedah tersebut gagal membunuh Khadafi, tetapi ia kehilangan

Innocence of Muslims

12, 2012. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) "US envoy dies in Benghazi consulate attack". Al Jazeera English. September 12, 2012. Diakses

Daftar kepala negara Libya

London. Diakses tanggal 22 October 2011. "Gaddafi: Libya dignity under attack". Al Jazeera. 2 March 2011. Diakses tanggal 22 October 2011. Libyan leader

Pemberontakan di Maghrib (2002–sekarang)

(18 September 2012). "A Benghazi power, Libya militia eyed in attack". Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal 21 September 2012. Diakses tanggal

Barack Obama

Maret, Gaddafi—yang sebelumnya berjanji "tidak ada ampun" bagi pemberontak Benghazi—mengumumkan penghentian semua aktivitas militer, tetapi sejumlah laporan

Kebangkitan dunia Arab

mengakibatkan perang saudara antara pihak loyalis dan pemberontak yang berbasis di Benghazi. Dampak protes ini secara geopolitik telah menarik perhatian global, termasuk