Atoko
Rentang waktu: Miosen Awal – sekarang
Aegotheles crinifrons
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Aegotheliformes

Worthy et al., 2007
Famili:
Aegothelidae

Bonaparte, 1853
Genus[1]
Sinonim
  • Euaegotheles Mathews, 1918
  • Megaegotheles Scarlett, 1968


Atoko (Ordo Aegotheliformes) adalah burung krepuskular kecil yang berkerabat dengan burung cabak dan paruh-kodok. Sebagian besar anggotanya berasal dari Papua, tetapi beberapa spesies menyebar ke Australia, Maluku, dan Kaledonia Baru. Spesiesnya yang tidak bisa terbang dari Selandia Baru telah punah. Di dalam ordo buring ini hanya ada satu famili saja yakni Aegothelidae, dengan satu genus yang masih ada dan yang satunya lagi telah punah.

Burung ini merupakan burung pemakan serangga yang sebagian besar berburu di udara, terkadang juga di tanah. Warna bulu lembutnya merupakan campuran samar coklat dan corak pucat. Mereka memiliki kaki yang cukup kecil dan lemah, tetapi lebih besar dan lebih kuat daripada paruh burung paruh kodok ataupun caba. Paruh mereka kecil yang terbuka sangat lebar, dikelilingi oleh kumis yang menonjol. Sayapnya pendek dengan 10 primer dan sekitar 11 sekunder. Ekornya panjang dan membundar.

Referensi

sunting
  1. ^ "Comparison of IOC 8.1 with other world lists". IOC World Bird List. v8.1. Diakses tanggal 30 December 2017.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar nama burung di Indonesia

Atoko besar, Aegotheles insignis Atoko bintang, Aegotheles tatei (A) Atoko gunung, Aegotheles albertisi Atoko maluku, Aegotheles crinifrons (E) Atoko

Daftar nama burung endemik Indonesia

- LC Caprimulgus pulchellus - Cabak gunung - LC Aegotheles crinifrons - Atoko maluku - LC Aegotheles affinis - Atoku kepala-burung - NT Aerodramus infuscata

Apodiformes

kerabat terdekat mereka yang masih hidup yakni burung Atoko (ordo Aegotheliformes). Burung atoko tampaknya konvergen dengan burung Cabak (Ordo Caprimulgiformes)