Henri Bergson
Potret Henri Bergson (c. 1927).
Lahir18 Oktober 1859
Paris, Kekaisaran Kedua Prancis
Meninggal4 Januari 1941(1941-01-04) (umur 81)
Paris, Prancis yang diduduki Jerman
Pendidikan
PekerjaanFilsuf
Karya terkenalL'Évolution créatrice (1907)
PenghargaanPenghargaan Nobel dalam Sastra (1927)
EraFilsafat kontemporer
KawasanFilsafat Barat
AliranVitalisme, filsafat proses
Minat utama
Metafisika, epistemologi, filsafat budi, filsafat biologi
Gagasan penting
Élan vital, durasi (durée), intuisi vs akal, evolusi kreatif

Henri-Louis Bergson (18 Oktober 1859 – 4 Januari 1944) adalah seorang filsuf asal Prancis yang sangat berpengaruh pada awal abad ke-20. Ia dikenal karena upayanya meyakinkan orang bahwa proses intuisi dan pengalaman langsung lebih penting daripada rasionalisme abstrak dan sains untuk memahami realitas. Ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra pada tahun 1927.[1]

Pemikiran Utama

sunting

Durasi (Durée)

sunting

Bergson berpendapat bahwa waktu yang diukur oleh sains (seperti detik dan menit) hanyalah konstruksi matematis yang kaku. Realitas waktu yang sebenarnya adalah durée (durasi)—suatu aliran waktu yang berkelanjutan dan tidak terbagi-bagi yang hanya bisa dialami melalui intuisi manusia, bukan melalui jam mekanis.[2]

Élan Vital (Lonjakan Vital)

sunting

Dalam karyanya yang paling terkenal, L'Évolution créatrice (Evolusi Kreatif, 1907), Bergson memperkenalkan konsep Élan vital. Ia menolak pandangan mekanistik René Descartes yang menganggap kehidupan bisa dijelaskan hanya melalui hukum fisika-kimia. Bagi Bergson, terdapat "dorongan hidup" internal yang menggerakkan evolusi secara kreatif dan tidak terduga.[3] Konsep ini menjadikannya tokoh sentral dalam aliran Vitalisme modern.

Pengaruh

sunting

Pemikiran Bergson memberikan pengaruh besar bagi berbagai bidang, mulai dari sastra (Marcel Proust), seni, hingga psikologi. Meskipun popularitasnya sempat menurun dengan munculnya Eksistensialisme dan Strukturalisme, gagasannya tentang waktu dan biologi filosofis tetap menjadi bahan diskusi penting dalam filsafat biologi kontemporer.[2]

Karya Utama

sunting
  • Essai sur les données immédiates de la conscience (Waktu dan Kehendak Bebas, 1889)
  • Matière et mémoire (Materi dan Memori, 1896)
  • L'Évolution créatrice (Evolusi Kreatif, 1907)
  • Les Deux Sources de la morale et de la religion (Dua Sumber Moralitas dan Agama, 1932)

Referensi

sunting
  1. ^ Gunter, P. A. Y. (2023). "Henri Bergson". Encyclopedia Britannica.
  2. ^ a b Lawlor, L., & Moulard, V. (2021). "Henri Bergson". Stanford Encyclopedia of Philosophy.
  3. ^ Ansell-Pearson, K. (2018). Bergson: Thinking Backwards. Cambridge University Press.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Intuisi (Bergson)

filosofis yang dibuat oleh filsuf Prancis Henri Bergson. Dalam An Introduction to Metaphysics, Bergson memperkenalkan dua cara di mana suatu objek dapat

Afek (filsafat)

yang digunakan dalam filsafatnya Baruch Spinoza dan diuraikan oleh Henri Bergson, Gilles Deleuze serta Félix Guattari, yang menekankan pada jasmaniah atau

Uni Soviet

Soviet Economy: An Economic History of the USSR from 1945. London: Longman. Bergson, Abram (1997). "How Big was the Soviet GDP?". Comparative Economic Studies

Intuisionisme

dimiliki manusia, yaitu intuisi. Tokoh aliran ini diantaranya dalah Henri Bergson. Intuisionisme selalu berdebat dengan paham rasionalisme. Intuisionisme

Marcel Proust

memiliki hubungan intelektual yang mendalam dengan filsuf Henri Bergson. Pengaruh Bergson terlihat jelas dalam cara Proust mengeksplorasi tema waktu. Proust

Élan vital

Henri Bergson dalam bukunya yang berjudul L'Évolution créatrice (1907). Élan vital dapat diterjemahkan menjadi "daya pendorong vital". Bergson mengajukan

Émile Durkheim

abad ke-19 dan banyak teman sekelasnya, seperti Jean Jaurès dan Henri Bergson kemudian menjadi tokoh besar dalam kehidupan intelektual Prancis. Di ENS

4 Januari

Inggris-Spanyol. 2006 - Marc Guiu, pemain sepak bola Spanyol. 1941 - Henri Bergson, filsuf Prancis yang berpengaruh besar terutama pada awal abad ke-20. 1980