Bilangan 4
Kitab Bilangan lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
KitabKitab Bilangan
KategoriTaurat
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Lama
Urutan dalam
Kitab Kristen
4
pasal 3
pasal 5

Bilangan 4 (disingkat Bil 4) adalah pasal keempat Kitab Bilangan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1][2]

Teks

sunting

Waktu

sunting
  • Peristiwa yang dicatat di pasal ini terjadi pada tanggal 1 bulan yang ke-2 dalam tahun yang ke-2 sesudah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir[3] (~1446 SM).

Tempat

sunting
  • Bangsa Israel berkemah di padang gurun Sinai.[3]

Struktur

sunting

Tugas bani Kehat

sunting

Pekerjaan jabatan orang Kehat di Kemah Pertemuan ialah mengurus barang-barang yang maha kudus.[4]

  • Kalau perkemahan akan berangkat,
    • Harun dan anak-anaknya harus masuk ke dalam untuk menurunkan tabir penudung, dan menudungkannya kepada tabut hukum.
      • Di atasnya mereka harus meletakkan tutup dari kulit lumba-lumba,
      • dan di atasnya lagi mereka harus membentangkan sehelai kain yang seluruhnya ungu tua,
      • kemudian mereka harus memasang kayu-kayu pengusung tabut itu.
    • Juga di atas meja roti sajian mereka harus membentangkan sehelai kain ungu tua,
      • dan di atasnya mereka harus meletakkan pinggan, cawan, piala dan kendi korban curahan; juga roti sajian harus tetap ada di atasnya.
      • Di atas semuanya itu mereka harus membentangkan sehelai kain kirmizi,
      • lalu menudungnya dengan tudung dari kulit lumba-lumba,
      • kemudian mereka harus memasang kayu-kayu pengusung meja itu.
    • Lalu mereka harus mengambil sehelai kain ungu tua dan menudungkannya kepada kandil untuk penerangan
      • dengan lampu-lampunya, sepit-sepit dan penadah-penadahnya, dan segala perkakas minyaknya yang dipakai untuk mengurus kandil itu.
      • Dan mereka harus meletakkannya dengan segala perkakasnya ke atas tudung dengan dari kulit lumba-lumba
      • dan meletakkannya di atas usungan.
    • Di atas mezbah dari emas itu mereka harus membentangkan sehelai kain ungu tua
      • dan menudunginya dengan tudung dari kulit lumba-lumba,
      • kemudian mereka harus memasang kayu-kayu pengusung mezbah itu.
    • Lalu mereka harus mengambil segala perkakas yang dipakai untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus,
      • meletakkannya di atas sehelai kain ungu tua
      • dan menudunginya dengan tudung dari kulit lumba-lumba,
      • kemudian meletakkannya di atas usungan.
    • Dan mereka harus membersihkan mezbah itu dari abu,
      • lalu membentangkan sehelai kain ungu muda di atasnya,
      • sesudah itu meletakkan di atasnya segala perkakasnya yang dipakai untuk mengurusnya,
      • yakni perbaraan, garpu, penyodok, bokor penyiraman, segala perkakas mezbah itu,
      • dan di atasnya mereka harus membentangkan tutup dari kulit lumba-lumba,
      • kemudian mereka harus memasang kayu-kayu pengusung mezbah itu.[5]
  • Setelah Harun dan anak-anaknya selesai menudungi barang-barang kudus dan segala perkakas tempat kudus, pada waktu perkemahan akan berangkat, barulah orang Kehat boleh masuk ke dalam untuk mengangkat barang-barang itu; tetapi mereka tidak boleh kena kepada barang-barang kudus itu, nanti mereka mati. Jadi itulah barang-barang di Kemah Pertemuan yang harus diangkat bani Kehat.[6]

Tugas Eleazar bin Harun

sunting

Eleazar, anak imam Harun, bertanggung jawab atas minyak untuk penerangan, ukupan dari wangi-wangian, korban sajian yang tetap dan minyak urapan; ia bertanggung jawab atas segenap Kemah Suci dan segala isinya, yakni barang-barang kudus dan perabotannya.[7]

Peringatan untuk bani Kehat

sunting

TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Perhatikanlah supaya puak Kehat dan kaum-kaumnya jangan musnah binasa dari tengah-tengah orang Lewi. Inilah yang harus kamu lakukan bagi mereka, supaya mereka tinggal hidup dan jangan mati, apabila mereka mendekat ke barang-barang maha kudus: Harun dan anak-anaknya haruslah masuk ke dalam dan menempatkan mereka masing-masing di tempat tugasnya dekat barang yang harus diangkat. Namun, janganlah orang Kehat masuk ke dalam untuk melihat barang-barang kudus itu walau sesaatpun, nanti mereka mati."[8]

Ayat 20

sunting
"Tetapi janganlah orang Kehat masuk ke dalam untuk melihat barang-barang kudus itu walau sesaatpun, nanti mereka mati." (TB)[9]

"Nanti mereka mati"

sunting

Kekudusan Allah dapat membinasakan (Bilangan 4:15,20; Imamat 10:2) atau menyucikan (Yesaya 6:1–7; Imamat 19:2). Allah sedang mengajarkan bahwa kehadiran-Nya mendatangkan berkat apabila Ia dihormati dan ditaati, tetapi hukuman apabila Ia diperlakukan dengan tidak hormat (bandingkan 1 Korintus 11:27–29).[10]

Tugas bani Gerson

sunting

Ayat 21

sunting
TUHAN berfirman kepada Musa: (TB)[11]

Ayat 22

sunting
[TUHAN berfirman kepada Musa:] "Hitunglah juga jumlah bani Gerson menurut puak dan kaum-kaum mereka." (TB)[12]

Tugas bani Gerson adalah dalam hal pekerjaan jabatan dan pengangkatan barang.[13]

  • mereka harus mengangkat tenda-tenda Kemah Suci,  dan Kemah Pertemuan  tudungnya  dan tudung dari kulit lumba-lumba yang ada di atasnya,
  • tirai pintu Kemah Pertemuan, layar-layar pelataran dan tirai pintu gerbang  pelataran yang ada sekeliling Kemah Suci dan mezbah,  
  • dengan talinya dan segala perkakas untuk pekerjaan jabatan mereka;
  • dan mereka harus melakukan segala tugas yang perlu berkenaan dengan semuanya itu[14]

Itulah tugas kaum-kaum l  bani Gerson di Kemah Pertemuan. Mereka harus mengerjakan di bawah pimpinan Itamar[15]

Tugas bani Merari

sunting

Tugas bani Merari

  • Sebagai pelayanan mereka dalam Kemah Pertemuan, inilah yang harus mereka bawa: Kerangka Kemah Suci beserta kayu usuk, tiang-tiang, dan alasnya.[16] Juga tiang-tiang penyangga sekeliling pelataran beserta alas, patok, tali-tali dan semua perlengkapannya.

Pencatatan laki-laki bani Lewi berumur 30 sampai 50 tahun

sunting
Bani Jumlah orang
Kehat 2750
Gerson 2630
Merari 3200
8580

Tradisi Yahudi

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ a b Bilangan 1:1
  4. ^ Bilangan 4:4 - Sabda.org
  5. ^ Bilangan 4:5–14 - Sabda.org
  6. ^ Bilangan 4:15 - Sabda.org
  7. ^ Bilangan 4:16 - Sabda.org
  8. ^ Bilangan 4:17–20 - Sabda.org
  9. ^ Bilangan 4:20 - Sabda.org
  10. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  11. ^ Bilangan 4:21 - Sabda.org
  12. ^ Bilangan 4:22 - Sabda.org
  13. ^ Bilangan 4:24 - Sabda.org
  14. ^ Bilangan 4:25 - Sabda.org
  15. ^ Bilangan 4:28 - Sabda.org
  16. ^ Bilangan 4:31 - Sabda.org
  17. ^ a b Penanggalan parsyah

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nama-nama bilangan besar

Halaman ini berisi daftar bilangan-bilangan besar. Mencari tahu apa itu bilangan besar lihat: Bilangan besar. Nama-nama bilangan besar mulai diciptakan sejak

4 (angka)

4 (dibaca empat) adalah sebuah angka, sistem bilangan, dan nama dari glyph yang mewakili angka tersebut. Angka ini merupakan bilangan asli di antara 3

1.000.000

(Bahasa Inggris: one million). adalah Bilangan asli sesudah 999,999 dan bilangan asli sebelum 1,000,001. Bilangan Juta dalam bahasa Indonesia dikenal juga

0 (angka)

penambahan dari bilangan bulat, bilangan rasional, bilangan riil, bilangan kompleks, dan banyak struktur aljabar lainnya. Mengalikan sebarang bilangan dengan 0

Bilangan

meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks. Prosedur-prosedur tertentu yang mengambil bilangan sebagai

6 (angka)

(enam) adalah bilangan asli setelah 5 dan sebelum 7. Angka ini merupakan bilangan komposit dan bilangan sempurna terkecil. Enam adalah bilangan bulat yang

1.000.000.000

menggunakan skala panjang, miljard. adalah bilangan asli di antara 999.999.999 dan 1.000.000.001. Bilangan miliar ini dalam Bahasa Indonesia sering juga

Sistem bilangan biner

Sistem bilangan biner atau sistem bilangan basis dua adalah sistem penulisan angka untuk dengan menggunakan dua simbol, umumnya "0" (nol) dan "1" (satu)