Sikap terhadap krisis rudal Kuba dianggap sebagai tindakan brinkmanship

Brinkmanship (atau brinksmanship) adalah tindakan mendorong suatu keadaan berbahaya ke ambang kehancuran demi meraih keuntungan sebesar-besarnya. Brinkmanship diterapkan dalam politik internasional, kebijakan luar negeri, hubungan tenaga kerja, dan strategi militer yang melibatkan ancaman senjata nuklir, dan tuntutan hukum tingkat tinggi.

Tindakan mendorong sebuah keadaan sampai ke ambang konflik baru berhasil apabila pihak musuh dapat dipaksa mundur dan memenuhi keinginan lawannya. Keberhasilan ini dapat dicapai melalui manuver diplomatik dengan menciptakan situasi seolah-olah satu pihak mau mengambil langkah berbahaya alih-alih mundur. Semasa Perang Dingin, ancaman senjata nuklir sering digunakan untuk mengubah arus konflik.

Asal usul

sunting

Brinkmanship merupakan tindakan memperparah ancaman untuk mencapai tujuan utama. Kata brinkmanship konon dicetuskan oleh Adlai Stevenson dalam kritiknya terhadap ide "mendorong ke ambang batas" di sebuah wawancara bersama Menteri Luar Negeri John Foster Dulles pada masa pemerintahan Eisenhower era Perang Dingin.[1] Ancaman yang muncul semakin membesar sampai-sampai sulit untuk ditangani dan memaksa kedua belah pihak untuk mundur. Brinkmanship pernah terjadi pada masa Perang Dingin. Peningkatan ancaman perang nuklir akan memicu kepastian saling menghancurkan.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "brinkmanship | Origin and meaning of brinkmanship by Online Etymology Dictionary". www.etymonline.com.

4. ^* Watry, David M. Diplomacy at the Brink: Eisenhower, Churchill, and Eden in the Cold War. Baton Rouge: Louisiana State University Press, 2014.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konfrontasi Indonesia–Malaysia

pertempuran darat yang terkendali dan terisolasi, diatur dalam taktik brinkmanship tingkat rendah. Pertempuran biasanya dilakukan oleh operasi seukuran

Soeharto

Amerika di Uni Soviet dan Federasi Rusia Hubungan NATO dengan Rusia Brinkmanship CIA dan Perang Dingin Kebudayaan Perang Dingin II Revolusi Rusia Kategori

Jimmy Carter

Amerika di Uni Soviet dan Federasi Rusia Hubungan NATO dengan Rusia Brinkmanship CIA dan Perang Dingin Kebudayaan Perang Dingin II Revolusi Rusia Kategori

Konferensi Asia–Afrika

Amerika di Uni Soviet dan Federasi Rusia Hubungan NATO dengan Rusia Brinkmanship CIA dan Perang Dingin Kebudayaan Perang Dingin II Revolusi Rusia Kategori

Korea Utara

the US since the end of the Korean war (1950–53). Pyongyang's nuclear brinkmanship, though potentially dangerous, is driven by fear rather than by militaristic

John F. Kennedy

Amerika di Uni Soviet dan Federasi Rusia Hubungan NATO dengan Rusia Brinkmanship CIA dan Perang Dingin Kebudayaan Perang Dingin II Revolusi Rusia Kategori

Muammar Khadafi

Amerika di Uni Soviet dan Federasi Rusia Hubungan NATO dengan Rusia Brinkmanship CIA dan Perang Dingin Kebudayaan Perang Dingin II Revolusi Rusia Kategori

Krisis Selat Sunda

kerugian. Hal ini mereka anggap mencegah Soekarno mencapai kemenangan brinkmanship, bernilai sepadan dengan kerugian yang akan diderita. Walau Menteri Luar