Tawon vespa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Famili: Vespidae
Genus: Vespa
Spesies:
V. affinis
Nama binomial
Vespa affinis

Tawon endas atau tawon ndas (Vespa affinis) adalah tabuhan yang banyak terdapat di Asia tropis dan subtropis. Umumnya dikenal sebagai tawon Vespa, tawon ini disebut sebagai tawon endas (dari bahasa Jawa endhas "kepala") karena sarang tawon ini terbuat dari tanah atau lumpur yang berbentuk seperti kepala.[1]

Deskripsi

sunting

Tawon endas adalah tabuhan berukuran kecil hingga sedang, dengan ratunya memiliki panjang 30 mm, jantan 26 mm, dan pekerja rata-rata 22 hingga 25 mm.

Kepalanya berwarna cokelat kemerahan atau hitam, dengan tanda merah di bagian depan dan punca, pelipis hitam; mata majemuk dan sederhana berwarna hitam; sungut berwarna cokelat tua dan cokelat pucat pada pangkalnya; clypeus hitam, belang-belang kasar, sisi posterior clypeus dengan lobus bulat lebar; rahang dan gigi hitam. Toraks berwarna hitam dengan banyak guratan dan beberapa rambut tegak, propodeum berwarna hitam. Kaki berwarna cokelat tua. Sayap berwarna cokelat tua, tegulae cokelat tua. Badan bergurat-gurat dengan ruas berwarna cokelat tua kecuali ruas pertama dan kedua berwarna jingga kekuningan. Pada beberapa spesimen, warna jingga kekuningan pada tergit pertama tereduksi menjadi dua bintik melintang dan pita apikal sempit.[2]

Terdapat beberapa varian warna pada seluruh spesies, awalnya dianggap sebagai subspesies tetapi tidak lagi dikenali; meskipun ada sejarah pengenalan subspesies pada banyak tawon Vespa, revisi taksonomi terbaru dalam genus tersebut menetapkan semua subspesies genus Vespa sebagai sinonim, sehingga secara efektif menurunkannya menjadi tidak lebih dari nama informal untuk bentuk warna regional.[3] Di Hong Kong dan Tiongkok Selatan, tawon sebagian besar berwarna hitam, dengan dua ruas perut pertama berwarna kuning tua mencolok. Bagian samping kepala dan dada menunjukkan warna cokelat kemerahan. Di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, warnanya sepenuhnya hitam, tanpa corak cokelat kemerahan, dan perutnya berwarna jingga cerah.[4]

Persebaran

sunting

Tawon endas tersebar luas di seluruh Asia tropis dan subtropis. Tawon endas dijumpai di Sri Lanka, Hong Kong, Taiwan, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Indonesia, Filipina, Singapura, dan Malaysia.[5][6]

Perilaku

sunting
Sarang tawon endas di Bangaluru

Tawon endas berburu makanan di dekat tanah di daerah berumput, hutan, dan gurun. Makanan tawon endas berupa karbohidrat seperti getah pohon, nektar, buah-buahan, dan air liur larva, serta makanan berprotein seperti bangkai, tawon kertas (Polistinae) dan lebah (Apidae). Tawon juga memakan lebah dan mengumpulkan daging dari serangga yang baru mati. Di Singapura tawon juga memangsa lalat yang tertarik pada bangkai.[4][7]

Vespa affinis suka membuat sarangnya di pohon, juga di semak belukar dan rangka atap bangunan rumah. Sarang yang dibangun di pohon yang tinggi umumnya memanjang. Di daerah tropis, sarang tawon endas dapat berbentuk pir, tetapi di daerah subtropis, sarangnya cenderung lonjong dengan ujung membulat. Sarang yang lebih kecil berbentuk bola dengan pintu masuk samping sedangkan sarang yang lebih besar lebih lonjong dan memiliki banyak pintu masuk. Sarang tersebut memiliki banyak lipatan dan lapisan melingkar. Sarang tawon endas dapat mencapai panjang 60 cm di wilayah tropis.[4][7]

Di Indonesia, tawon endas dikenal karena perilakunya yang agresif dengan sengatannya yang sangat kuat, hingga menyebabkan anafilaksis yang sangat mematikan. Pada 2018, tercatat bahwa 7 orang meninggal dunia karena disengat tawon endas.[8]

Daur hidup

sunting

Di wilayah subtropis Hong Kong, ratu tawon bangkit dari hibernasi pada April dan koloninya mati pada akhir November atau Desember.[4] Pada wilayah tropis, tawon endas dikenal karena banyak ratu yang berkumpul dan bergerombol (pleometrosis), dengan beberapa ratu beserta sekawanan pekerja dari sarang lama memulai sarang baru bersama-sama.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ "Mengenal dan Mewaspadai Tawon Ndas". lipi.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-27.
  2. ^ “Vespa affinis (Linnaeus, 1764)”, at http://www.hornissenschutz.de/vespa_affinis_engl.htm. Accessed on 01.10.2017.
  3. ^ A.H. Smith-Pardo, J.M. Carpenter, L. Kimsey (2020) The diversity of hornets in the genus Vespa (Hymenoptera: Vespidae; Vespinae), their importance and interceptions in the United States. Insect Systematics and Diversity 4(3) https://doi.org/10.1093/isd/ixaa006
  4. ^ a b c d e Vespa affinis” at http://www.vespa-bicolor.net/main/vespid/vespa-affinis.htm. Accessed on 01.10.2017.
  5. ^ Archer, M. E. (1997). Taxonomy, distribution and nesting biology of Vespa affinis (L.) and Vespa mocsaryana du Buysson (Hym., Vespinae). Entomologist's Monthly Magazine (United Kingdom).
  6. ^ Vespa affinis, on Discover Life, at http://www.discoverlife.org/mp/20m?kind=Vespa+affinis. Accessed 01.10.2017.
  7. ^ a b Barthélémy, C. (2008). Provisional Guide to the Social Vespids of Hong Kong (Hymenoptera: Vespidae).
  8. ^ Media, Kompas Cyber (2019-01-12). "Fakta di Balik Serangan Tawon "Ndas" di Klaten, 7 Warga Meninggal Dunia hingga Daerah Rawan Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-01-20.

Sumber

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Captured (album Christian Bautista)

Captured adalah album studio ketiga (keempat secara keseluruhan) penyanyi asal Filipina, Christian Bautista. Album ini dirilis pada tanggal 20 Juli 2008

Perang Afganistan–Pakistan 2026

launch heavy attacks against Pakistani troops; Dozens killed and bases captured". Afghan Voice Agency. 27 February 2026. Diakses tanggal 28 February 2026

Serangan Amerika Serikat di Venezuela 2026

January 2026. Rogoway, Tyler; Altman, Howard (3 Januari 2026). "U.S. Has Captured Venezuelan President Nicolas Maduro (Updated)". The War Zone. Miller, Maggie

Cho Yi-hyun

Jeong-seok, Kim Dae-myung, Jung Kyung-ho, Yoo Yeon-seok, and Jeon Mi-do captured doing the script reading, "Small Drama."]. Newsen (dalam bahasa Korea)

Al-Qaeda

Online Decade After 9/11, Al-Qaeda in Shambles 17 de-classified documents captured during the Abbottabad raid and released to the Combating Terrorism Center

Kung Fu Panda 4

evil. He was vanquished by Po in the first film, in addition to being captured off-screen by Kai the Collector during the third film, but is brought back

Monster Loch Ness

as the first usage of the exact phrase Loch Ness monster "Man says he captured Loch Ness on film", AP, diakses Juni 2007 Dokumenter Nova tentang Nessie

Persahabatan

David Hein, "Farrer on Friendship, Sainthood, and the Will of God" (dalam Captured by the Crucified: The Practical Theology of Austin Farrer, disunting oleh