📑 Table of Contents
Ma-i

Mait
sebelum 971 M[1][2]–setelah 1339 M
(catatan sejarah terakhir)[1][2]
StatusNegara berdaulat yang melakukan perdagangan dengan Brunei dan dengan dinasti Song dan Yuan[3]
Ibu kotaDiperdebatkan[1]
Kemungkinan berada di Bulalacao, di Pulau Mindoro, dan di Bay, Laguna
PemerintahanMonarki[4]
Sejarah 
• Didirikan
sebelum 971 M[1][2]
• Disebutkan dalam daftar negara yang melakukan perdagangan dengan dinasti Song di laut selatan[1]
971 M
• Disebutkan dalam catatan dinasti Song sebagai negara yang melakukan perdagangan di pesisir Tiongkok selatan[1]
982 M
• Disebutkan secara rinci dalam catatan negara yang melakukan perdagangan dengan dinasti Yuan[1]
1339 M
• Dibubarkan
setelah 1339 M
(catatan sejarah terakhir)[1][2]
Mata uangBarter[5]
Digantikan oleh
Kekaptenjenderalan Filipina
Sekarang bagian dariFilipina
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
Ma-i
Hanzi tradisional: 麻逸
Hanzi sederhana: 麻逸


Mait (juga dieja sebagai Maidh, Ma'I, Mai, Ma-yi, atau Mayi; Baybayin: ᜋᜁ; Hanunó'o: ᜫᜡ; Hokkien Hanzi: 麻逸; Pe̍h-ōe-jī: mâ-i̍t; Mandarin Hanzi: 麻逸; Pinyin: máyì; Wade–Giles: ma2-i4), adalah negara berdaulat abad pertengahan yang diketahui berlokasi di kepulauan Filipina. Keberadaannya pertama kali didokumentasikan pada tahun 971 melalui catatan dari Dinasti Song, Sejarah Song,[1][2] dan dalam dokumen Kekaisaran Brunei pada abad ke-10.[6] Menurut catatan tersebut, juga catatan lain hingga awal abad ke-14, sejarawan kontemporer menduga Ma-i berlokasi di Bay, Laguna[1] atau di Pulau Mindoro.[7]

Penelitian yang dilakukan oleh Fay Cooper Cole untuk Museum Lapangan Chicago pada tahun 1912 menunjukkan bahwa nama yang dulu digunakan untuk Pulau Mindoor adalah Mait.[8] Penduduk asli Mindoro dikenal dengan sebutan Mangyan dan mereka sampai saat ini menyebut dataran rendah Bulalacao di Mindoro Timur dengan sebutan Mait. Selama abad ke-20, sejarawan menyetujui asumsi bahwa Mindoro merupakan pusat politik dari pemerintahan tersebut.[1]: 119  Namun, sejarawan Tionghoa Filipina Go Bon Juan dalam studinya di tahun 2005 berpendapat bahwa deskripsi historis Ma-i lebih cocok dengan daerah Bay, Laguna (yang bisa juga dibaca sebagai Ba-i), yang, menurutnya, ditulis sama dengan Ma-i dalam "ortografi Tiongkok".[1]: 119 

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h i j Go 2005.
  2. ^ a b c Scott 1989.
  3. ^ a b Scott 1989, hlm. 63, 68.
  4. ^ Jocano 1998.
  5. ^ Daoyi Zhilüe, diterjemahkan oleh Gregorio Zaide dan dikutip oleh Go (2005).
  6. ^ Scott 1989, hlm. 79.
  7. ^ Scott 1989, hlm. 70.
  8. ^ Cole 1912, hlm. 19.

Bacaaan lanjutan

sunting
  • Blair, Emma Helen & Robertson, James Alexander, ed. (1903). 1569–1576. Vol. 3. Historical introduction and additional notes by Edward Gaylord Bourne. Cleveland, Ohio: Arthur H. Clark Company. Explorations by early navigators, descriptions of the islands and their peoples, their history and records of the catholic missions, as related in contemporaneous books and manuscripts, showing the political, economic, commercial and religious conditions of those islands from their earliest relations with European nations to the beginning of the nineteenth century.
  • Cole, Fay-Cooper (1912). Chinese Pottery in the Philippines (dalam bahasa Inggris).
  • Craig, Austin (1914). A Thousand Years Of Philippine History Before The Coming Of The Spaniards. Manila. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Go, Bon Juan (2005). "Ma'I in Chinese Records – Mindoro or Bai? An Examination of a Historical Puzzle". Philippine Studies. 53 (1). Ateneo de Manila UP: 119–138. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 21, 2013.
  • Jocano, F. Landa (1973). Folk Medicine in a Philippine Community. Quezon City: Punlad Research House, Inc. ISBN 9716220154.
  • Jocano, F. Landa (1998). Filipino Prehistory: Rediscovering Precolonial Heritage (Edisi 2001). Quezon City: Punlad Research House, Inc. ISBN 971-622-006-5.
  • Junker, Laura Lee (1998). "Integrating History and Archaeology in the Study of Contact Period Philippine Chiefdoms". Int. J. Hist. Archaeol. 2 (4): 291–320. doi:10.1023/A:1022611908759. JSTOR 20852912. S2CID 141415414.
  • de Mas y Sans, Sinibaldo (1843). Informe sobre el estado de las islas Filipinas en 1842 (dalam bahasa Spanyol). Vol. Tomo I. Madrid.
  • Nicholl, Robert (1980). Brunei Rediscovered: A Survey of Early Times. Eighth Conference of the International Association of Historians of Asia. Vol. 4. Kuala Lumpur: Brunei Museum Journal. hlm. 52–74.
    Nicholl, Robert (1983). "Brunei Rediscovered: A Survey of Early Times". Journal of Southeast Asian Studies. 14 (1). J. Southeast Asian Stud.: 32–45. doi:10.1017/S0022463400008973. JSTOR 20174317. S2CID 161541098.
  • Odal-Devora, Grace P. (2000). "The River Dwellers". Dalam Alejandro, Reynaldo Gamboa (ed.). Pasig: River of Life. Water Series Trilogy. Unilever Philippines. ISBN 978-9719227205.
  • Patanñe, E. P. (1996). The Philippines in the 6th to 16th Centuries. San Juan, Metro Manila: LSA. ISBN 978-9719166603.
  • Philippine Daily Inquirer, Ambeth R. Ocampo (October 26, 2016). "A relationship of 1,000 years". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 27, 2016.
  • Rees, Colin (2016). The Philippines: A Natural History. Quezon City: Ateneo De Manila University Press. ISBN 978-971-550-753-0.
  • Scott, William Henry (1989). "Societies in Prehispanic Philippines". Prehispanic Source Materials for the Study of Philippine History. Quezon City: New Day Publishers. ISBN 978-9711002268.
  • Scott, William Henry (1997). Barangay: Sixteenth Century Philippine Culture and Society. Quezon City: Ateneo de Manila UP. ISBN 978-9715501354.
  • Villanueva, Zandro Vasquez (2009). Cultural Encounters and Transformation of Early Historical Polities on Lubang Island, the Philippines, ca. AD 1200-1800 (PhD thesis). U Arizona. hdl:10150/195058.
  • Wang, Zhenping (2008). "Reading Song-Ming Records on the Pre-colonial History of the Philippines". Journal of East Asian Cultural Interaction Studies. 1. Kansai U: 249–260. ISSN 1882-7748.
  • Wolters, Oliver W. (1999). History, Culture, and Region in Southeast Asian Perspectives. Ithaca: Southeast Asia Program. ISBN 978-0877277255.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sawah

yang tertua berada di Okhyun dan Yaumdong, Ulsan, dibangun sejak Mumun pottery period. Terdapat bukti arkeologis pula bahwa beras (padi yang sudah dihilangkan

Keramik Tiongkok

(Inggris) Ming Dynasty (1368–1644) Timeline of Art History (Inggris) Chinese pottery (Indonesia) Porselin dan Tiongkok Diarsipkan 2016-11-07 di Wayback

Slip (keramik)

edition. The Institute Of Minerals. 1994. Templat:Greek Vases Vainker, S.J., Chinese Pottery and Porcelain, 1991, British Museum Press, 9780714114705

Orang Jepang

2020. Diakses tanggal February 3, 2020. Cole, Fay-Cooper (1912). "Chinese Pottery in the Philippines" (PDF). Field Museum of Natural History. Anthropological

Patung luohan Yixian

art and architecture (London, Thames & Hudson, 1993) S.J. Vainker, Chinese pottery and porcelain, (London, The British Museum Press, 1991) W. Zwalf (ed

Sejarah Tiongkok

tanggal 2007-08-13. Diakses tanggal 2007-08-04. "The discovery of early pottery in China" Diarsipkan 2007-06-14 di Wayback Machine. by Zhang Chi, Department

Kekhalifahan Abbasiyah

Company. hlm. 205–211. LCCN 68026314. Dimand, Maurice S. (1969b). "Islamic Pottery and Tiles". Dalam Myers, Bernard S.; Myers, Shirley D. (ed.). McGraw-Hill

Daftar tempat wisata di Taiwan

Museum Mei-hwa Spinning Top Museum Meinong Hakka Culture Museum Miaoli Pottery Museum Miaoli Railway Museum Miniatures Museum of Taiwan Muh Sheng Museum