Pemangkasan atau pewiwilan adalah penghilangan beberapa bagian tanaman. Dalam suatu kebun hal ini biasanya berkaitan dengan pemotongan bagian-bagian tanaman yang berpenyakit, tidak produktif, atau yang tidak diinginkan. Secara alami, kondisi-kondisi alam seperti angin, salju, atau kabut dari air laut dapat mengakibatkan pemangkasan alami. Tujuan dari pemangkasan adalah untuk membentuk tanaman dengan cara mengontrol atau mengarahkan pertumbuhan tanaman, untuk menjaga kesehatan tanaman, atau untuk meningkatkan hasil atau kualitas buah atau bunga yang dihasilkan.

Secara umum, semakin kecil luka yang diakibatkan (semakin kecil ranting yang dipotong), semakin kecil pula luka yang dialami oleh pohon. Maka dari itu biasanya lebih baik sebuah pohon dipangkas ketika masih remaja, daripada memangkas dahan pohon yang sudah dewasa. Jika sebuah pohon yang kecil dipangkas dengan salah dan rantingnya patah, hal tersebut tidak akan mengakibatkan kerugian yang banyak. Namun jika sebuah pohon besar di samping rumah dipangkas dengan (cara yang) salah, dan sebuah dahan jatuh dari ketinggian 15 meter, hal tersebut bisa berakibat fatal.

Ada banyak teknik untuk memangkas jenis tanaman yang berbeda, termasuk mawar-mawaran, semak-semak, pohon buah, atau pohon lainnya.

Dalam praktik hortikultura, dikenal beberapa macam pemangkasan: penutuhan (pollarding),penerubusan (coppicing), dan pemangkasan pemeliharaan.

Referensi dan pranala luar

sunting
  • Sunset Editors, (1995) Western Garden Book, Sunset Books Inc, ISBN 978-0-376-03851-7
  • James, N. D. G, The arboriculturalist’s companion, second edition 1990, Blackwell Publishers Ltd, Great Britain.
  • Shigo, A, 1991, Modern arboriculture, third printing, Durham, New Hampshire, USA, Shirwin Dodge Printers.
  • Shigo, A, 1989, A New Tree Biology. Shigo & trees Associates.
  • J.M. Dunn, C.J. Atkinson, N.A. Hipps, 2002, Effects of two different canopy manipulations on leaf water use and photosynthesis as determined by gas exchange and stable isotope discrimination, East Malling, University of Cambridge.
  • Shigo. A. L, 1998, Modern Arboriculture, third printing (2003), USA, Sherwin Dodge Printers
  • British standards 3998:1989, Recommendations for Tree Work.
  • Lonsdale. D, 1999, Principles of tree hazard assessment and management, 6th impression 2008, forestry commission, Great Britain.
  • Pareto on Pruning Diarsipkan 2009-08-17 di Wayback Machine.
  • Three specific pruning cuts for amenity trees Diarsipkan 2008-04-23 di Wayback Machine.
  • Tree Pruning Diarsipkan 2009-08-15 di Wayback Machine.
  • Plant Amnesty Regional Guides Diarsipkan 2009-08-14 di Wayback Machine.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Trubusan (silvikultur)

silvikultur trubusan (penerubusan) dikenal sebagai coppice system atau coppicing di negara-negara Barat; dan tegakan hutannya disebut coppice (Ingg.).

Percabangan (botani)

ukuran penuh di pohon kecil yang ditanam dalam wadah. Praktik pemangkasan coppicing dan pollarding akan menumbuhkan percabangan dengan membuang sebagian besar

Kehutanan di Skotlandia

dibutuhkan untuk arang, hutan dikelola menggunakan teknik yang dikenal sebagai coppicing, yang melibatkan pemanenan cabang berulang kali dari pohon, setiap kali

Uapaca bojeri

tapia terutama terjadi melalui pertunasan kembali setelah pemangkasan (coppicing) dan melalui tunas akar, mirip dengan lahan berkayu miombo di Afrika Timur

Arboretum Nasional Westonbirt

Diarsipkan dari asli tanggal 12 October 2011. 1292 - earliest evidence for coppicing Silk Wood; 1309 - first recorded use of name Weston Birt – Weston derived