📑 Table of Contents
Pembatasan yang diberlakukan secara longgar selama epidemi kolera di Rumania, 1911

Cordon sanitaire (pelafalan dalam bahasa Prancis: [kษ”สdษ”ฬƒ sanitษ›ส], bahasa Prancis untuk "kordon sanitasi") adalah pembatasan pergerakan orang masuk atau keluar dari suatu wilayah geografis tertentu, seperti komunitas, wilayah, atau negara.[1] Istilah ini awalnya merujuk pada penghalang yang digunakan untuk menghentikan penyebaran penyakit menular. Istilah ini juga sering digunakan secara metaforis, dalam bahasa Inggris, untuk merujuk pada upaya mencegah penyebaran ideologi yang dianggap tidak diinginkan atau berbahaya,[2] seperti kebijakan pembendungan yang diadopsi oleh George F. Kennan terhadap Uni Soviet (lihat cordon sanitaire dalam politik).

Diplomasi

sunting

Istilah "cordon sanitaire" dalam hal pembendungan ideologi mengacu pada "sistem aliansi bentukan Prancis di Eropa pasca-Perang Dunia I yang membentang dari Finlandia sampai Balkan" yang "mengurung Jerman dan memisahkan Rusia dari Eropa Barat sehingga mengisolasi dua negara Eropa yang 'berpenyakit' tersebut."[3]

Perdana Menteri Prancis, Georges Clemenceau, merupakan orang pertama yang menggunakan istilah ini dalam diplomasi. Pada bulan Maret 1919, ia meminta negara-negara perbatasan yang baru merdeka (negara limitrof) dari Kekaisaran Rusia dan Rusia Soviet untuk membentuk persatuan defensif dan mencegah penyebaran komunisme ke Eropa Barat; ia menyebut aliansi tersebut cordon sanitaire. Contoh penggunaan frasa ini masih menjadi contoh yang terkenal. Namun demikian, istilah cordon sanitaire juga digunakan untuk menyebut beberapa negara pembatas yang mengitari sebuah negara yang berbahaya dan lebih besar.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Rothstein, Mark A. (2015). "From SARS to Ebola: Legal and Ethical Considerations for Modern Quarantine" (PDF). Indiana Health Law Review. 12 (1): 227. doi:10.18060/18963. SSRNย 2499701.
  2. ^ Fisher, Harold H. (1927). The Famine in Soviet Russia, 1919โ€“1923. New York: Macmillan. hlm.ย 25.
  3. ^ Gilchrist, Stanley (1995) [1st. pub. 1982]. "Chapter 10: The Cordon Sanitaire - Is It Useful? Is It Practical?". Dalam Moore, John Norton; Turner, Robert F. (ed.). Readings on International Law from the Naval War College Review, 1978-1994. Vol.ย 68. Naval War College. hlm.ย 131โ€“145. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-10. Diakses tanggal 2015-05-23.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Cordon sanitaire (politik)

Di dunia politik, cordon sanitaire adalah sebuah tindakan penolakan sebuah partai atau koalisi untuk bekerja sama dengan partai lainnya. Biasanya penolakan

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Indonesia

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (disingkat dengan PPKM) adalah kebijakan cordon sanitaire yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia sejak awal tahun 2021 untuk

Pembendungan

berakhirnya Perang Dunia II. Istilah ini berkaitan erat dengan istilah cordon sanitaire, yaitu penahanan Uni Soviet pada periode antarperang. Dasar doktrin

Vlaams Belang

programnya. Hampir seluruh partai tetap menyatakan partai ini berada dalam cordon sanitaire (partai yang dihindari) yang secara efektif menghalangi Vlaams Belang

Partai politik

merah (yang secara harfiah dikaitkan dengan ideologi sayap kiri). Cordon sanitaire (politik) Daftar partai politik Daftar partai politik terbesar Chhibber

Karantina

digunakan secara bergantian dengan cordon sanitaire, dan meskipun kedua istilah tersebut terkait, cordon sanitaire mengacu pada pembatasan perpindahan

Militรคrgrenze

perbatasan selatan Monarki Habsburg. Wilayah ini berfungsi sebagai cordon sanitaire untuk menghadapi serangan Kesultanan Utsmaniyah. Wilayah ini didirikan

Koalisi non-LDP dan non-JCP

konservatif dan JCP dianggap paling progresif dalam spektrum politik Jepang. Cordon sanitaire (politik) Moderat "8ๅ…šๆดพ้€ฃ็ซ‹ๆ”ฟๆจฉๆจน็ซ‹ใธใฎ่ปŒ่ทก". Willy Jou, Masahisa Endo, ed. (2016)