📑 Table of Contents
Delusi Cotard
Nama lainSindrom Cotard, Sindrom mayat hidup
Ahli saraf Jules Cotard (1840-1889) menggambarkan "The Delirium of Negation" sebagai penyakit mental dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
SpesialisasiPsikiatri

Delusi Cotard (disebut juga dengan sindrom Cotard, atau Sindrom Mayat Berjalan) adalah gangguan mental langka dimana seseorang meyakini sepenuh hati bahwa ia adalah zombie. Mereka yakin mereka sudah mati tapi setengah hidup karena alasan yang tidak masuk akal. Misalnya, ia merasa semua darah dalam tubuhnya dikuras habis, rohnya diambil oleh setan, atau semua organ tubuhnya sudah dipreteli.[1] Beberapa orang yang mengidap sindrom ini juga mungkin mengklaim bahwa ia dapat mencium dagingnya sendiri telah membusuk atau merasakan belatung merayap di kulitnya. Beberapa lainnya percaya bahwa mereka tidak bisa mati (karena memang sudah mati, menurut mereka).[2]

Kondisi ini paling umum di antara penderita skizofrenia[3] dan orang-orang yang pernah menderita trauma kepala berat. Orang-orang yang kekurangan tidur kronis atau menderita psikosis[4] setelah pemakaian amphetamine atau kokain juga sering menunjukkan gejala-gejala delusi Cotard.

Delusi Cotard diduga muncul akibat adanya gangguan di area otak yang bertanggung jawab untuk mengenali dan menghubungkan emosi dengan wajah, termasuk wajah mereka sendiri. Hal ini menyebabkan pengidap mengalami disosiasi ketika melihat tubuh mereka sendiri.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ Berrios G.E.; Luque R. (1995). "Cotard's delusion or syndrome?". Comprehensive Psychiatry. 36 (3): 218–223. doi:10.1016/0010-440x(95)90085-a. PMID 7648846.
  2. ^ Berrios G.E.; Luque R. (1995). "Cotard Syndrome: Clinical Analysis of 100 Cases". Acta Psychiatrica Scandinavica. 91 (3): 185–188. doi:10.1111/j.1600-0447.1995.tb09764.x. PMID 7625193.
  3. ^ Morgado, Pedro; Ribeiro, Ricardo; Cerqueira, João J. (2015). "Cotard Syndrome without Depressive Symptoms in a Schizophrenic Patient". Case Reports in Psychiatry (dalam bahasa Inggris). 2015: 643191. doi:10.1155/2015/643191. ISSN 2090-682X. PMC 4458527. PMID 26101683. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. ^ Gonçalves, Luís Moreira; Tosoni, Alberto; Gonçalves, Luís Moreira; Tosoni, Alberto (April 2016). "Sudden onset of Cotard's syndrome as a clinical sign of brain tumor" (PDF). Archives of Clinical Psychiatry (São Paulo). 43 (2): 35–36. doi:10.1590/0101-60830000000080. ISSN 0101-6083.
  5. ^ Pearn, J.; Gardner-Thorpe, C (May 14, 2002). "Jules Cotard (1840–1889) His Life and the Unique Syndrome that Bears his Name". Neurology (abstract). 58 (9): 1400–3. doi:10.1212/wnl.58.9.1400. PMID 12011289.

Bacaan lanjutan

sunting

Young, A., Robertson, I., Hellawell, D., De Pauw, K., & Pentland, B. (1992). Cotard delusion after brain injury. Psychological Medicine, 22(3), 799-804. doi:10.1017/S003329170003823X

Pranala luar

sunting
Klasifikasi

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Delusi

menguatkan rasa takut. Kata delusi berasal dari kata dalam Bahasa Inggris delusion, yang berasal dari kata dalam Bahasa Latin delusio. Kata ini telah mulai