Sakarin[1]
Nama
Nama IUPAC
2H-1λ6,2-benzothiazol-1,1,3-trione
Nama lain
Benzoic sulfimide
Ortho sulphobenzamide
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C7H5NO3S/c9-7-5-3-1-2-4-6(5)12(10,11)8-7/h1-4H,(H,8,9) checkY
    Key: CVHZOJJKTDOEJC-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/C7H5NO3S/c9-7-5-3-1-2-4-6(5)12(10,11)8-7/h1-4H,(H,8,9)
    Key: CVHZOJJKTDOEJC-UHFFFAOYAR
  • O=C2c1ccccc1S(=O)(=O)N2
Sifat
C7H5NO3S
Massa molar 183.1845
Penampilan White crystalline solid
Densitas 0.828 g/cm3
Titik lebur 228.8-229.7 °C
1 g per 290 mL
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Sakarin adalah pemanis tanpa kalori yang 300 kali lebih manis daripada gula meja.[2] Bahan ini telah digunakan sebagai pemanis tanpa kalori pada makanan dan minuman selama lebih dari 100 tahun.[2] Sakarin banyak digunakan saat terjadi kelangkaan gula pada dua Perang Dunia, khususnya di Eropa.[2]

Saat ini, sakarin digunakan dalam bebagai makanan dan minuman bebas kalori, mulai dari makanan dipanggang, selai, permen karet, buah kalengan, permen, taburan pencuci mulut, dan saus salad serta produk kosmetik, vitamin, dan farmasi.[2]

Sejarah

sunting

Sakarin atau zat pemanis buatan ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ahli kimia asal Rusia bernama Constantin Fahlberg (1850-1910).[3] Suatu hari pada tahun 1879 setelah bekerja seharian di dalam laboratoriumnya, ia lupa untuk mencuci tangan. Hari itu dia “bermain-main” dengan bahan campuran arang dan tembakau dalam rangka meneliti kegunaannya.[3] Saat tiba makan malam di rumah, dia menyadari bahwa kue rolls yang dia santap sebagai makan malam berasa lebih manis dan lain dari biasanya.[3] Ditanyakan kepada istrinya apakah dia memberikan gula ke kuenya, yang dijawab tidak oleh sang istri.[3] Kue-kue rolls tersebut berasa normal seperti biasa bagi lidah istrinya.[3] Lalu Fahlberg menyadari bahwa rasa manis tersebut berasal dari tangannya, dan keesokan harinya dia kembali ke laboratoriumnya dan mulai meneliti lebih lanjut sampai menemukan sakarin.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ Merck Index, 11th Edition, 8282.
  2. ^ a b c d (Indonesia) "Sakarin". ;
  3. ^ a b c d e f Linda Ratnasari. "Sakarin".

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kalium klorida

Sifat Rumus kimia KCl Massa molar 74.5513 g·mol−1 Penampilan white crystalline solid Bau odorless Densitas 1.984 g/cm3 Titik lebur 770 °C (1.420 °F; 1

Amonia

ISBN 978-1-4067-7302-6. Blum, Alexander (1975). "On crystalline character of transparent solid ammonia". Radiation Effects and Defects in Solids. 24

Silikon dioksida

Chemical Safety Card 0809 amorphous, NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards crystalline, as respirable dust, NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards Formation

Molekul

(2014). "Anion-induced dimerization of 5-fold symmetric cyanostars in 3D crystalline solids and 2D self-assembled crystals". Chemical Communications. 50 (69):

Lutein

Rumus kimia C40H56O2 Massa molar 568.871 g/mol Penampilan Red-orange crystalline solid Titik lebur 190 °C (374 °F; 463 K) Kelarutan dalam air Insoluble Kelarutan

Civeton

Sifat Rumus kimia C17H30O Massa molar 250,43 g·mol−1 Penampilan Crystalline solid Densitas 0.917 at 33 °C Titik lebur 31 hingga 32 °C (88 hingga 90 °F;

Sublimasi (perubahan wujud zat)

Cheminformatics and Chemical Theory To Predict the Intrinsic Aqueous Solubility of Crystalline Druglike Molecules". Journal of Chemical Information and Modeling. 54

Asam arakidat

Rumus kimia C20H40O2 Massa molar 312,54 g·mol−1 Penampilan White crystalline solid Densitas 0.8240 g/cm3 Titik lebur 754 °C (1.389 °F; 1.027 K) Titik