Cucurak merupakan tradisi khas yang berasal dari kebudayaan Sunda khususnya di Kabupaten dan Kota Bogor. Cucurak menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut bulan Ramadan. Secara turun temurun, tradisi itu terus dipertahankan oleh masyarakat Sunda hingga saat ini.[1]

"Cucurak" atau "curak-curak" berasal dari bahasa Sunda dialek Bogor yang memiliki arti 'senang-senang' atau 'bersenang-senang'. Dalam tradisinya, cucurak dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga besar atau kolega.[2] Istilah lain yang serupa adalah botram dan munggahan.

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Haryadi, Dadi (5 Mei 2019). "Cucurak, Tradisi Makan-makan Jelang Ramadan di Bogor". www.ayobogor.com. Diakses tanggal 24 Agustus 2023.
  2. ^ Mengenal Tradisi Cucurak, Cara Warga Bogor Sambut Ramadhan


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Parung, Bogor

keagamaan seperti marawis, rebana, kemudian kesenian pawai kelaran dan cucurak yang telah ada di kecamatan Parung sejak zaman dahulu. Nilai kebudayaan

Bahasa Sunda Bogor

benda mati. "kรฉkรฉncรฉng" berarti "wajan" (bahasa Sunda standar: katรฉl); "cucurak" berarti "makan bersama" (bahasa Sunda standar: botram); merupakan sebuah

Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara

penduduk Irak yang mencoba melestarikan permainan Ramadan tradisional ini. Cucurak merupakan tradisi yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Tradisi ini menggambarkan