Daya Group
IndustriRestoran
Didirikan2018; 8 tahun lalu (2018)
Kantor pusatJakarta, Indonesia
Cabang
110+ (2025)
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Yansen Salim
(Pendiri dan Pemilik)
ProdukMasakan Jepang
Situs webramenya.id

Daya Group, atau dikenal pula sebagai daYA Group, adalah perusahaan asal Indonesia yang berbisnis di restoran masakan Jepang. Didirikan pada tahun 2018, perusahaan ini berawal dari RamenYA!, sebuah jaringan restoran yang menjual ramen. Saat ini, Daya Group telah mengembangkan dua merek restoran. Perusahaan ini didirikan dan dimiliki oleh Yansen Salim, pengusaha yang sebelumnya sukses meniti karier dengan membuka jaringan restoran ramen Ikkudo Ichi.[1]

Sejarah

sunting

Daya Group didirikan oleh Yansen Salim, seorang pengusaha lulusan Universitas Pelita Harapan, pada tahun 2018. Yansen sudah merintis karier di bidang tata boga sejak tahun 2004, saat dia masih berusia 17 tahun, ketika dia mulai bekerja sebagai pelayan.[2][3] Setelah lulus kuliah, dia mulai mengumpulkan uang untuk membangun jaringan restoran pertamanya, Ikkudo Ichi, pada tahun 2012. Berkat kesuksesan jaringan ini, Yansen merancang jaringan restoran ramen kedua. Pada tanggal 5 Juni 2018, Yansen membuka gerai pertama RamenYA! di Kota Kasablanka, Jakarta.[4] Tidak seperti Ikkudo Ichi yang menyajikan menu halal dan non-halal,[5] seluruh produk RamenYA! bersertifikasi halal. Mereka juga memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan kakaknya, sehingga dapat menjangkau pasar lebih luas di Indonesia. Pada tanggal 26 November 2022, RamenYA! resmi mengantongi sertifikat halal untuk seluruh gerainya dari Majelis Ulama Indonesia.[6]

Pada bulan Agustus 2022, Daya Group meresmikan gerai pertama dengan tajuk RamenYA! Reserve di Trans Icon Mall Surabaya. Gerai dengan tajuk ini menyajikan lebih banyak pilihan menu, terutama dari segi pugasan, dengan adanya pilihan daging wagyu, salmon, unagi, dan lobster.[7][8]

Pada bulan Oktober 2022, Daya Group membuka gerai SushiYA pertama di Kota Kasablanka. Jaringan ini menjajakan susyi dan sashimi. Sama seperti RamenYA!, Yansen sebelumnya sudah pernah merintis restoran sushi bernama Sushi Sen, tetapi jaringan tersebut menghadirkan menu halal dan non-halal, sementara keseluruhan menu SushiYA bersifat halal.[9]

Daya Group membawahi RamenYA! melalui PT Maju Mapan YIC, sementara SushiYA dibawahi lewat PT SushiYa Sukses IndonesiYa. Keseluruhan gerai dimiliki dan dikelola secara mandiri. Dalam wawancara dengan Inilah.com, Yansen menyebutkan bahwa dia tidak memiliki rencana untuk mewaralabakan usahanya, karena dia hendak menjaga kualitas setiap masakan restoran miliknya.[1]

Lokasi

sunting

RamenYA! saat ini memiliki lebih dari 100 gerai yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. RamenYA! membuka gerai pertama mereka di Sumatra di Mal Boemi Kedaton, Bandar Lampung, pada tanggal 24 Juni 2022.[10] Gerai ke-100 dibuka di Mal Daan Mogot pada tanggal 13 Desember 2024.[11]

Sementara itu, SushiYA saat ini memiliki 8 gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Gerai SushiYA terletak berdampingan dengan RamenYA!, suatu konsep yang dijuluki "RamenYA! x SushiYA".[12]

Rujukan

sunting
  1. ^ a b "Yansen Salim, Si 'Tukang Makan' Pemilik Puluhan Cabang Restoran Ramen". Inilah Online. 6 Desember 2019. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  2. ^ "Ini Pemilik RamenYA! yang Lagi Viral di Media Sosial". Entrepreneur. 7 Februari 2023. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  3. ^ "Viral di Media Sosial, Ini Profil Pemilik RamenYA". Harian Jogja. 7 Februari 2023. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  4. ^ "Kembali Tawarkan Buy 1 Get 1, Resto Ramen Buka Cabang Baru di MAG Jakarta". Liputan6. 16 Desember 2023. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  5. ^ "15 Rekomendasi Ramen Enak di Jakarta, Ada yang Halal!". Indo Gakusei. 22 Mei 2023. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  6. ^ "Kuliner Jakarta: RamenYA! Peroleh Sertifikat Halal, Undang Habib Jafar agar Lebih Afdol". Warta Kota Live. 11 Desember 2022. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  7. ^ "Catat! Trans Icon Mall Surabaya Resmi Dibuka Besok". CNBC Indonesia. 4 Agustus 2022. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  8. ^ "RamenYa Reserve TCM Cibubur Suguhkan Menu Berbeda". JPNN. 15 April 2023. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  9. ^ "Setelah RamenYa, SushiYa Usung Konsep Murah, Enak dan Halal". Indopos. 5 November 2022. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  10. ^ "Kuliner Lampung, RamenYa Tawarkan Cita Rasa Gurih dengan Kaldu Ayam Asli". Tribun Lampung. 24 Juni 2022. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  11. ^ "Gerai ke-100 RamenYA!". Facebook. 10 Desember 2024. Diakses tanggal 11 Desember 2024.
  12. ^ "Kolaborasi yang Paling Dinanti, RamenYA! X SushiYA Resmi Hadir di Gajah Mada Plaza dengan Harga Terjangkau". Metro Headline. 30 November 2024. Diakses tanggal 11 Desember 2024.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Harita Group

Harita Group adalah sebuah konglomerat asal Indonesia yang dimiliki dan dikendalikan oleh keluarga Lim. Bisnis utama dari grup ini adalah sumber daya alam

Soneta Group

Soneta Group adalah sebuah grup musik dangdut asal Indonesia yang didirikan oleh H. Rhoma Irama pada 11 Desember 1970 di kediamannya daerah Tebet, Jakarta

Cineplex 21 Group

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, beroperasi sebagai Cineplex 21 Group, adalah sebuah perusahaan pengelola jaringan bioskop asal Indonesia. Perusahaan

Indomobil Group

PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (berbisnis dengan nama Indomobil Group) adalah perusahaan otomotif yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini

9 Haji

sektor ekonomi, dengan akar yang kuat di daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam. Kelompok ini sering dibandingkan dengan konglomerat lama yang dikenal

Artotel Group

PT Altar Filadelfia, berdagang dengan nama Artotel Group atau dikenal pula sebagai ARTOTEL Group, adalah perusahaan penyantunan yang didirikan pada tahun

Indonesia

geografis negara ini secara maritim diapit oleh Samudra Hindia di sisi barat daya dan Samudra Pasifik di sisi timur laut, juga merupakan negara di ujung tenggara

Media Group

Media Group merupakan sebuah grup perusahaan yang bergerak dalam bidang media massa, media iklan, properti, restoran, dan sumber daya alam yang berpusat