Kualitas hubungan adalah mengacu pada kualitas yang dirasakan dari suatu hubungan dekat (yaitu, hubungan romantis, persahabatan, atau keluarga).

Kualitas hubungan (kadang-kadang digunakan secara bergantian dengan kepuasan hubungan, hubungan yang berkembang, atau kebahagiaan hubungan), dalam konteks hubungan interpersonal yang dekat, umumnya didefinisikan sebagai cerminan dari perasaan keseluruhan pasangan terhadap hubungan mereka.[1] Secara lebih sederhana, ini adalah sejauh mana anggota dalam suatu hubungan (romantis atau lainnya) memandang hubungan mereka sebagai positif atau negatif.[2][3]

Penentu kualitas hubungan sering kali merupakan berbagai evaluasi laporan diri (self-report) tentang sifat-sifat yang membentuk kualitas hubungan. Misalnya, perasaan kedekatan dapat diukur melalui pertanyaan yang meminta individu untuk menilai sejauh mana mereka mengidentifikasi dengan pernyataan. Misalnya, "Saya merasa dekat dengan pasangan saya", "Saya nyaman berbagi pikiran dan perasaan pribadi dengan pasangan saya", dll. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya diajukan pada skala Likert dan rata-rata dari skor tersebut mewakili perasaan kedekatan individu terhadap pasangannya. Beberapa skala dianggap satu dimensi (unidimensional) dan berusaha mengukur secara langsung konstruk kualitas hubungan. Skala lain, yang dianggap multidimensi, mengulangi proses ini untuk komponen hipotetis lainnya (misalnya, kedekatan dan kepuasan) sebelum menggabungkan dimensi-dimensi tersebut ke dalam skor "kualitas hubungan" yang representatif.

Secara historis, kualitas hubungan paling sering diteliti dalam konteks hubungan romantis yang intim.[4] Baru-baru ini, studi tentang kualitas hubungan telah diperluas hingga mencakup jenis hubungan dekat lainnya (lihat: persahabatan, keluarga, saudara kandung, orang tua). Tidak selalu ada kesepakatan di antara para akademisi tentang domain apa yang harus dimasukkan dalam pengukuran kualitas hubungan, bahkan dalam berbagai jenis hubungan dekat.[5][6][7] Meskipun demikian, kualitas hubungan dan prediktornya telah menjadi perhatian populer di kalangan akademisi hubungan karena berbagai hasil psikologis dan relasional yang telah dikaitkan secara positif dengan hubungan berkualitas tinggi.[8]

Kualitas hubungan pada pasangan romantis

sunting

Mengukur kualitas hubungan

sunting

Sebagian besar literatur awal berusaha mengukur kualitas hubungan romantis dengan berpusat pada dua pendekatan. Meskipun keduanya menggunakan laporan diri tentang bagaimana individu memandang hubungan mereka, yang pertama berusaha mengukur perilaku yang dapat diamati dari kualitas hubungan (misalnya, frekuensi konflik, keterlibatan dalam perilaku pemeliharaan hubungan, waktu yang dihabiskan bersama) sementara yang kedua berfokus pada penilaian persepsi internal tentang hubungan (misalnya, perasaan komitmen, gairah, atau kepercayaan).[5][9] Saat ini, banyak skala yang mengukur kualitas hubungan berfokus pada pendekatan kedua, berusaha mengidentifikasi 'domain', 'dimensi', atau 'konstruk' psikologis yang berbeda yang, ketika digabungkan, mewakili kualitas hubungan secara keseluruhan.

Dimensi yang diusulkan dari kualitas hubungan romantis

sunting

Meskipun ada perbedaan pendapat di antara para akademisi,[10] beberapa dimensi umum yang diduga mendasari kualitas hubungan meliputi: kepuasan, komitmen, kepercayaan, kedekatan, keintiman, gairah, kemandirian, dan perkembangan hubungan (relationship flourishing).[5][8][11]

Beberapa skala psikometrik yang paling umum digunakan oleh akademisi untuk mengukur kualitas hubungan pada pasangan romantis meliputi:

  • Indeks Kualitas Pernikahan (Quality of Marriage Index/QMI):[12] Sebuah skala satu dimensi (unidimensional) tentang kualitas hubungan yang menggunakan 6 pertanyaan yang dirancang untuk mengukur kualitas hubungan secara langsung. Contoh item meliputi: "Hubungan saya dengan pasangan saya sangat stabil", "Kami memiliki hubungan yang baik", "Saya benar-benar merasa seperti bagian dari tim dengan pasangan saya".
  • Komponen Kualitas Hubungan yang Dirasakan (Perceived Relationship Quality Components/PRQC):[5] Skala multidimensi yang mengkonseptualisasikan kualitas hubungan sebagai terdiri dari kepuasan hubungan, komitmen, keintiman, kepercayaan, gairah, dan cinta.
  • Skala Perkembangan Hubungan (Relationship Flourishing Scale/RFS):[8] : Dikembangkan oleh Blaine J. Fowers dan lainnya untuk mengatasi kekhawatiran bahwa ukuran kualitas hubungan terlalu berfokus pada persepsi individu tentang kedekatan atau kepuasan tanpa mempertimbangkan pertumbuhan hubungan. Skala Perkembangan Hubungan berisi 12 pertanyaan yang digunakan untuk menilai makna, pertumbuhan pribadi, pemberian relasional, dan berbagi tujuan dalam hubungan.
  • Indeks Kepuasan Pasangan (Couple Satisfaction Index/CSI):[13] : Ukuran kepuasan hubungan keseluruhan dengan 32 pertanyaan yang juga memiliki versi lebih pendek dengan 16 item (CSI-16) dan 4 item (CSI-4). Contoh item meliputi: "Apakah Anda menikmati kebersamaan dengan pasangan Anda?", "Seberapa berharga hubungan Anda dengan pasangan Anda?", "Secara umum, seberapa sering Anda berpikir bahwa keadaan antara Anda dan pasangan Anda berjalan dengan baik?".

Hasil dari kualitas hubungan pada pasangan romantis

sunting

Sejumlah besar penelitian telah berfokus pada pentingnya hubungan romantis berkualitas tinggi yang dikaitkan dengan hasil kesehatan fisik dan fisiologis. Mereka yang berada dalam hubungan berkualitas tinggi cenderung lebih kecil kemungkinannya didiagnosis atau menunjukkan gejala gangguan kecemasan umum, gangguan stres pascatrauma, gangguan depresi mayor, atau gangguan bipolar.[14][15][16] Mereka yang memandang hubungan mereka sebagai berkualitas tinggi biasanya lebih bahagia, tidak terlalu stres, dan lebih puas dengan hidup dibandingkan dengan mereka yang berada dalam hubungan berkualitas rendah.[17][18] Hubungan juga secara konsisten terbukti berkontribusi kuat terhadap kesehatan fisik[19] dengan kualitas hubungan yang lebih tinggi pada pasangan dikaitkan dengan hasil positif mulai dari peningkatan peringkat kesehatan laporan diri hingga penurunan angka kematian, peningkatan fungsi kardiovaskular, dan peningkatan tingkat penyembuhan luka.[15][19][20]

Kualitas hubungan dalam persahabatan

sunting

Seperti halnya komposisi kualitas hubungan romantis, kualitas persahabatan mengacu pada kualitas persahabatan individu seseorang. Meskipun kualitas persahabatan belum diteliti secara ekstensif seperti penelitian tentang kualitas hubungan romantis, studi telah dilakukan untuk mendefinisikan kualitas persahabatan dan mengkaji manfaat psikologis dan fisiologisnya.[21]

Seperti halnya dalam studi hubungan romantis, komponen tepat dari kualitas persahabatan tidak disepakati secara bulat oleh para peneliti persahabatan. Secara umum, persahabatan berkualitas tinggi dikonseptualisasikan sebagai persahabatan di mana kedua anggota terlibat dalam tingkat perilaku prososial yang tinggi dan kira-kira sama, dan merasa nyaman untuk mengandalkan satu sama lain sebagai sumber dukungan sosial.[7][22][23] Penelitian tentang kualitas persahabatan cenderung dipisahkan menjadi studi tentang persahabatan remaja dan studi tentang persahabatan dewasa.

Persahabatan remaja

sunting

Skala kualitas persahabatan remaja yang paling umum, Skala Kualitas Persahabatan (Friendship Qualities Scale), terdiri dari lima dimensi: kebersamaan, konflik, bantuan, keamanan, dan kedekatan.[23] Kualitas persahabatan pada remaja telah dikaitkan dengan peningkatan harga diri, penurunan kesepian,[24][25] penyesuaian teman sebaya yang lebih baik di sekolah, dan kemampuan lebih besar untuk mengatasi stres.[26][27] Salah satu investigasi tentang persahabatan remaja menemukan bahwa remaja, usia 12 tahun, yang merasa memiliki sahabat berkualitas tinggi menunjukkan reaksi sistem saraf simpatik yang lebih baik terhadap penolakan sosial daripada mereka yang memiliki persahabatan berkualitas lebih rendah.[27] Studi lain telah lebih lanjut menunjukkan pentingnya persahabatan remaja berkualitas tinggi bagi kesehatan mental, dengan anak-anak dalam persahabatan berkualitas tinggi secara konsisten melaporkan hasil kesehatan mental yang lebih baik seperti peningkatan kesejahteraan psikologis,[28] peningkatan ketahanan psikologis,[29] pengurangan kecemasan, dan pengurangan gejala depresi.[30]

Persahabatan dewasa

sunting

Mengukur kualitas persahabatan pada orang dewasa

sunting

Penelitian tentang kualitas persahabatan pada orang dewasa memiliki banyak kesamaan dengan studi tentang kualitas romantis. Memang, beberapa studi yang mengukur kualitas persahabatan secara langsung mengadaptasi ukuran kualitas romantis seperti Indeks Kualitas Pernikahan ke dalam konteks persahabatan.[31] Salah satu dari sedikit skala yang dibuat khusus untuk pengukuran kualitas persahabatan dewasa yang telah digunakan secara luas di kalangan akademisi adalah Kuesioner Persahabatan McGill (McGill Friendship Questionnaire), yang diterbitkan oleh Mendelson dan Aboud pada tahun 1999.[32] Skala ini mengkonseptualisasikan kualitas persahabatan sebagai sejauh mana seorang teman mampu memenuhi fungsi-fungsi berikut:

  • Kebersamaan yang merangsang (Stimulating companionship) (mengalami kesenangan dan kegembiraan dengan seorang teman)
  • Bantuan (Help) (dukungan nyata dan emosional yang diberikan oleh seorang teman)
  • Keintiman (Intimacy) (perasaan kedekatan dan kepercayaan dalam persahabatan)
  • Aliansi yang Dapat Diandalkan (Reliable Alliance) (dapat mengandalkan seorang teman saat dibutuhkan)
  • Validasi Diri (Self-Validation) (meningkatkan perasaan harga diri dan nilai diri)
  • Keamanan Emosional (Emotional Security) (kenyamanan yang diberikan oleh seorang teman dalam situasi yang tidak menguntungkan)

Penelitian selanjutnya telah mengkaji kualitas jaringan pertemanan seseorang, sebagai lawan dari kepuasan dengan satu teman. Victor Kaufman di Laboratorium Pernikahan dan Hubungan Dekat UCLA mengembangkan Skala Kepuasan Jaringan Pertemanan (Friendship Network Satisfaction/FNS) pada tahun 2022. FNS memiliki dua subskala Kepuasan Persahabatan secara keseluruhan: kedekatan (perasaan dipahami oleh teman, merasa dekat dengan teman, dll.) dan sosialisasi (menghabiskan waktu luang dengan teman, melakukan hal-hal dengan teman, dll.). Skala ini digunakan untuk mengukur kepuasan seseorang terhadap jaringan pertemanannya, bukan kepuasannya terhadap teman individu mana pun.[7]

Hasil dari Kualitas Persahabatan pada Orang Dewasa

sunting

Kualitas persahabatan telah terbukti menjadi prediktor kesejahteraan psikologis, kebahagiaan, dan kepuasan hidup.[33][34][35][36][37][38] Individu dalam persahabatan berkualitas tinggi melaporkan berkurangnya perasaan kesepian dan depresi.[39][40][41] Mahasiswa dengan persahabatan berkualitas tinggi melaporkan penyesuaian yang lebih baik terhadap kehidupan kampus dan penyesuaian psikososial umum menuju masa dewasa.[42][35]

Individu yang melaporkan kepuasan lebih besar dengan jaringan pertemanan mereka juga melaporkan merasa lebih puas dengan kehidupan, memiliki hubungan berkualitas lebih tinggi dengan pasangan romantis dan anggota keluarga, serta kesejahteraan psikologis yang lebih besar.[7]

Kualitas hubungan dalam hubungan keluarga

sunting

Pengukuran kualitas hubungan dalam hubungan keluarga menunjukkan rentang metode dan dimensi yang diusulkan serupa dengan pengukuran kualitas hubungan romantis dan persahabatan. Jumlah kuesioner, indeks, dan skala lain yang digunakan untuk menilai anak-anak dan hubungan mereka sangat banyak.[6][43] Beberapa peneliti[siapa?] mengukur kualitas keluarga secara keseluruhan, atau perasaan puas terhadap keluarga sebagai satu kesatuan.[44] Yang lain[siapa?] telah mencoba mempelajari kualitas hubungan dalam konteks ikatan keluarga yang lebih spesifik, membedakan antara kualitas hubungan orang tua-anak dan kualitas hubungan saudara kandung-saudara kandung.[6][45][46]

Salah satu ukuran yang umum digunakan untuk menilai Kualitas Keluarga secara keseluruhan adalah Ukuran Penilaian Keluarga (Family Assessment Measure/FAM) yang dikembangkan oleh Skinner, Steinhauer, dan Santa-Barbara pada tahun 1983.[44] Ini terdiri dari tiga komponen umum yang dimaksudkan untuk diisi oleh semua anggota keluarga.

  • Skala Umum (General Scale) yang berfokus pada fungsi dan kesehatan keluarga sebagai suatu sistem
  • Skala Hubungan Diadik (Dyadic Relationships Scale) yang mengkaji hubungan antara pasangan anggota keluarga tertentu (misalnya, dengan orang tua, dengan saudara kandung)
  • Skala Penilaian Diri (Self-Rating scale) yang mengevaluasi penilaian diri tentang fungsi dalam keluarga.

Secara keseluruhan, kualitas hubungan keluarga telah ditemukan mempengaruhi kesejahteraan psikologis anggota keluarga.[47] Mereka yang memiliki hubungan keluarga yang lebih baik telah ditemukan memiliki tekanan psikologis yang berkurang, ketahanan yang lebih kuat, lebih banyak welas asih terhadap diri sendiri, optimisme, harga diri, dan kepuasan keseluruhan yang lebih besar.[48]

Kualitas hubungan orang tua-anak

sunting

Yang perlu diperhatikan tentang pengukuran kualitas hubungan orang tua-anak adalah bahwa anak dan orang tua akan menerima pertanyaan skala yang berbeda. Ini berbeda dengan ukuran kualitas romantis, persahabatan, atau saudara kandung di mana kedua individu dalam diad biasanya menjawab kumpulan pertanyaan yang sama tentang hubungan mereka.[6][45] "Orang tua" dalam pengertian ini hanya digunakan secara luas, dan ukuran kualitas hubungan orang tua-anak dapat digunakan untuk mengukur kualitas hubungan dengan pengasuh utama mana pun.[6]

Meskipun tidak ada kesepakatan universal tentang pengukuran kualitas hubungan orang tua-anak, kualitas hubungan orang tua-anak biasanya terkait dengan keseimbangan memberi dan menerima dukungan dan hasil emosional yang dihasilkan.[6]

Contoh skala psikometrik yang digunakan untuk mengukur kualitas hubungan orang tua-anak meliputi:

  • Kuesioner Hubungan Orang Tua-Anak (Parent-Child Relationship Questionnaire/PCRQ): Kuesioner ini mengukur kualitas hubungan antara anak dan orang tua melalui pengukuran lima domain yaitu kehangatan, hubungan pribadi, tindakan disiplin, penegasan kekuasaan, dan posesivitas.[45]
  • Inventaris Hubungan Orang Tua-Anak (Parent-Child Relationship Inventory/PCRI): PCRI mengukur kualitas hubungan antara orang tua dan anak melalui enam domain: dukungan orang tua, kepuasan dengan menjadi orang tua, keterlibatan, komunikasi, penetapan batas, dan otonomi.[46]
  • Kuesioner Interaksi Orang Tua-Anak—revisi (Parent-Child Interaction Questionnaire—revised/PACHIQ-R): PACHIQ-R terbagi menjadi versi anak dan versi orang tua yang terpisah. Versi Anak memiliki panjang 25 item sementara versi Orang Tua memiliki panjang 21 item. Kedua versi menilai persepsi tentang resolusi konflik dan penerimaan.[49]

Kualitas hubungan orang tua-anak sering dikaitkan dengan sejumlah hasil relasional bagi orang tua dan anak, meskipun sebagian besar literatur berfokus pada hasil terkait anak dalam konteks diagnostik klinis.[6] Sejumlah studi telah mengidentifikasi bahwa orang tua dengan kualitas hubungan yang lebih tinggi terhadap anak-anak mereka mengalami berbagai manfaat psikologis termasuk kebahagiaan, kesejahteraan, dan kepuasan hidup.[50][51][52]

Kualitas hubungan orang tua-anak yang buruk telah dikaitkan dengan sejumlah hasil kesehatan negatif bagi anak, termasuk kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku makan yang tidak sehat,[53] peningkatan peluang mengembangkan penyakit psikopatologis,[54] dan memburuknya proses endokrinologis terkait produksi oksitosin dan kortisol.[55][56] Efek dari hubungan orang tua-anak berkualitas rendah terhadap kesehatan mental terutama telah terlihat terus berdampak buruk pada hasil kesehatan mental anak hingga dewasa.[57][58][59]

Kualitas hubungan orang tua-anak yang positif bagi anak telah dikaitkan dengan fungsi yang lebih baik dalam hubungan romantis di masa depan,[60][61][62] prestasi akademik, serta kesejahteraan psikologis dan sosial di perguruan tinggi.[63]

Kualitas hubungan saudara kandung

sunting

Meskipun tidak ada konsensus akademis tentang kualitas hubungan saudara kandung, komponen teoretis umum dari kualitas hubungan saudara kandung meliputi kehangatan, konflik, dan perlakuan berbeda dari orang tua.[64][65] Kehangatan dalam konteks ini mengacu pada elemen positif dari hubungan saudara kandung (misalnya, keintiman, kedekatan, kebersamaan).[66] Perbedaan yang dirasakan dalam perlakuan dari orang tua juga telah terbukti berpengaruh terhadap kualitas hubungan saudara kandung, sehingga perbedaan kasih sayang yang tidak setara seringkali memperburuk hubungan.[67]

Contoh skala psikometrik yang digunakan untuk mengukur kualitas hubungan saudara kandung meliputi:

  • Kuesioner Hubungan Saudara Kandung (Sibling Relationship Questionnaire/SRQ) yaitu mengukur kualitas hubungan saudara kandung melalui dimensi kehangatan/kedekatan, kekuasaan/status relatif, konflik, dan persaingan.[68]
  • Inventaris Hubungan Saudara Kandung (Sibling Relationship Inventory/SRI) adalah mengukur kualitas hubungan saudara kandung melalui dimensi kasih sayang, permusuhan, dan persaingan.[69]

Tingkat kualitas hubungan yang lebih rendah dengan saudara kandung telah dikaitkan dengan peningkatan konflik dengan saudara kandung, peningkatan kemungkinan mengalami depresi,[70] dan peluang lebih besar untuk terlibat dengan penggunaan narkoba.[71][72] Hubungan saudara kandung berkualitas tinggi telah dikaitkan dengan kompetensi sosial yang lebih besar, lebih sedikit masalah perilaku pada masa remaja, pengurangan gejala depresi setelah peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, dan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi.[67][72][73][74]

Referensi

sunting
  1. ^ Kluwer, Esther S. (2010). "From Partnership to Parenthood: A Review of Marital Change Across the Transition to Parenthood". Journal of Family Theory & Review (dalam bahasa Inggris). 2 (2): 105–125. doi:10.1111/j.1756-2589.2010.00045.x. ISSN 1756-2570.
  2. ^ Morry, Marian M.; Reich, Tara; Kito, Mie (2010). "How do I see you relative to myself? Relationship quality as a predictor of self- and partner-enhancement within cross-sex friendships, dating relationships, and marriages". The Journal of Social Psychology. 150 (4): 369–392. doi:10.1080/00224540903365471. ISSN 0022-4545. PMID 20718222.
  3. ^ Farooqi, Saif R. (2014). "The Construct of Relationship Quality". Journal of Relationships Research (dalam bahasa Inggris). 5 e2. doi:10.1017/jrr.2014.2. ISSN 1838-0956.
  4. ^ Gilligan, Megan; Stocker, Clare M.; Jewsbury Conger, Katherine (2020). "Sibling Relationships in Adulthood: Research Findings and New Frontiers". Journal of Family Theory & Review (dalam bahasa Inggris). 12 (3): 305–320. doi:10.1111/jftr.12385. ISSN 1756-2570.
  5. ^ a b c d Fletcher, Garth J. O.; Simpson, Jeffry A.; Thomas, Geoff (2000). "The Measurement of Perceived Relationship Quality Components: A Confirmatory Factor Analytic Approach". Personality and Social Psychology Bulletin (dalam bahasa Inggris). 26 (3): 340–354. doi:10.1177/0146167200265007. ISSN 0146-1672.
  6. ^ a b c d e f g Foran, Heather M.; Fraude, Iris; Kubb, Christian; Wamboldt, Marianne Z. (2020), Wampler, Karen S.; McWey, Lenore M. (ed.), "Assessment of the Parent-Child Relationship", The Handbook of Systemic Family Therapy (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1), Wiley, hlm. 35–54, doi:10.1002/9781119788393.ch2, ISBN 978-1-119-70218-4, diakses tanggal 2024-11-22
  7. ^ a b c d Kaufman, Victor A.; Perez, Jacqueline C.; Reise, Steven P.; Bradbury, Thomas N.; Karney, Benjamin R. (2022). "Friendship Network Satisfaction: A multifaceted construct scored as a unidimensional scale". Journal of Social and Personal Relationships (dalam bahasa Inggris). 39 (2): 325–346. doi:10.1177/02654075211025639. ISSN 0265-4075. PMC 10723113. PMID 38107628.
  8. ^ a b c Fowers, Blaine J.; Laurenceau, Jean-Philippe; Penfield, Randall D.; Cohen, Laura M.; Lang, Samantha F.; Owenz, Meghan B.; Pasipanodya, Elizabeth (2016). "Enhancing relationship quality measurement: The development of the Relationship Flourishing Scale". Journal of Family Psychology (dalam bahasa Inggris). 30 (8): 997–1007. doi:10.1037/fam0000263. ISSN 1939-1293. PMID 27918187.
  9. ^ Fincham, F. D., Beach, S. R. H., & Kemp-Fincham, S. I. (1997). Marital quality: A new theoretical perspective. In R. J. Sternberg & M. Hojjat (Eds.), Satisfaction in close relationships (pp. 275–304). The Guilford Press.
  10. ^ CORE Lab (2024-02-22). "A Novel, Network-Based Approach to Assessing Romantic-Relationship Quality". Perspectives on Psychological Science: A Journal of the Association for Psychological Science. 20 (4): 806–849. doi:10.1177/17456916231215248. ISSN 1745-6924. PMID 38386418.
  11. ^ Hassebrauck, M., & Fehr, B. (2002). Dimensions of relationship quality. Personal Relationships, 9(3), 253–270. https://doi.org/10.1111/1475-6811.00017
  12. ^ Norton, Robert (1983). "Measuring Marital Quality: A Critical Look at the Dependent Variable". Journal of Marriage and Family. 45 (1): 141–151. doi:10.2307/351302. ISSN 0022-2445. JSTOR 351302.
  13. ^ Funk, J. L. & Rogge, R. D. (2007). Testing the ruler with item response theory: Increasing precision of measurement for relationship satisfaction with the Couples Satisfaction Index. Journal of Family Psychology, 21, 572-583.
  14. ^ Whisman, M. A. (2007). Marital distress and DSM-IV psychiatric disorders in a population-based national survey. Journal of Abnormal Psychology, 116, 638–643. doi: 10.1037/0021-843X.116.3.638
  15. ^ a b Miller, R. B., Hollist, C. S., Olsen, J., & Law, D. (2013). Marital quality and health over 20 years: A growth curve analysis. Journal of Marriage and Family, 75(3), 667–680. https://doi.org/10.1111/jomf.12025
  16. ^ Cano, Annmarie; Gillis, Mazy; Heinz, Wanda; Geisser, Michael; Foran, Heather (2004). "Marital functioning, chronic pain, and psychological distress". Pain. 107 (1): 99–106. doi:10.1016/j.pain.2003.10.003. ISSN 0304-3959. PMC 2398709. PMID 14715395.
  17. ^ Carr, Deborah; Freedman, Vicki A.; Cornman, Jennifer C.; Schwarz, Norbert (2014-10-01). "Happy Marriage, Happy Life? Marital Quality and Subjective Well-Being in Later Life". Journal of Marriage and the Family. 76 (5): 930–948. doi:10.1111/jomf.12133. ISSN 0022-2445. PMC 4158846. PMID 25221351.
  18. ^ Cohen, Orna; Geron, Yael; Farchi, Alva (2009-06-23). "Marital Quality and Global Well-Being Among Older Adult Israeli Couples in Enduring Marriages". The American Journal of Family Therapy (dalam bahasa Inggris). 37 (4): 299–317. doi:10.1080/01926180802405968. ISSN 0192-6187.
  19. ^ a b Holt-Lunstad, Julianne; Smith, Timothy B.; Baker, Mark; Harris, Tyler; Stephenson, David (2015). "Loneliness and social isolation as risk factors for mortality: a meta-analytic review". Perspectives on Psychological Science: A Journal of the Association for Psychological Science. 10 (2): 227–237. doi:10.1177/1745691614568352. ISSN 1745-6924. PMID 25910392.
  20. ^ Robles, Theodore F.; Slatcher, Richard B.; Trombello, Joseph M.; McGinn, Meghan M. (2014). "Marital quality and health: a meta-analytic review". Psychological Bulletin. 140 (1): 140–187. doi:10.1037/a0031859. ISSN 1939-1455. PMC 3872512. PMID 23527470.
  21. ^ Chopik, W. J. (2017). Associations among relational values, support, health, and well‐being across the adult lifespan. Personal Relationships, 24(2), 408–422. https://doi.org/10.1111/pere.12187
  22. ^ Berndt, Thomas J. (2002). "Friendship Quality and Social Development". Current Directions in Psychological Science (dalam bahasa Inggris). 11 (1): 7–10. doi:10.1111/1467-8721.00157. ISSN 0963-7214.
  23. ^ a b Bukowski, William M.; Hoza, Betsy; Boivin, Michel (1994). "Measuring Friendship Quality During Pre- and Early Adolescence: The Development and Psychometric Properties of the Friendship Qualities Scale". Journal of Social and Personal Relationships (dalam bahasa Inggris). 11 (3): 471–484. doi:10.1177/0265407594113011. ISSN 0265-4075.
  24. ^ Lodder, Gerine M. A.; Scholte, Ron H. J.; Goossens, Luc; Verhagen, Maaike (2017-09-03). "Loneliness in Early Adolescence: Friendship Quantity, Friendship Quality, and Dyadic Processes". Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology (dalam bahasa Inggris). 46 (5): 709–720. doi:10.1080/15374416.2015.1070352. hdl:2066/175696. ISSN 1537-4416. PMID 26514598. ;
  25. ^ Nangle, Douglas W.; Erdley, Cynthia A.; Newman, Julie E.; Mason, Craig A.; Carpenter, Erika M. (2003-11-01). "Popularity, Friendship Quantity, and Friendship Quality: Interactive Influences on Children's Loneliness and Depression". Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology (dalam bahasa Inggris). 32 (4): 546–555. doi:10.1207/S15374424JCCP3204_7. ISSN 1537-4416. PMID 14710463.
  26. ^ Hartup, W. W., & Stevens, N. (1999). Friendships and adaptation across the life span. Current Directions in Psychological Science, 8(3), 76–79. https://doi.org/10.1111/1467-8721.00018
  27. ^ a b Tang, Alva; McLaughlin, Katie A.; Sheridan, Margaret A.; Nelson, Charles A.; Zeanah, Charles H.; Fox, Nathan A. (2022). "Autonomic reactivity to social rejection, peer difficulties, and the buffering effects of adolescent friendships following early psychosocial deprivation". Emotion. 22 (2): 318–330. doi:10.1037/emo0001016. ISSN 1931-1516. PMC 9661887. PMID 34766790.
  28. ^ Alsarrani, Abdullah; Hunter, Ruth F.; Dunne, Laura; Garcia, Leandro (2022-12-23). "Association between friendship quality and subjective wellbeing among adolescents: a systematic review". BMC Public Health. 22 (1): 2420. doi:10.1186/s12889-022-14776-4. ISSN 1471-2458. PMC 9784006. PMID 36564745. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  29. ^ van Harmelen, A.-L.; Kievit, R. A.; Ioannidis, K.; Neufeld, S.; Jones, P. B.; Bullmore, E.; Dolan, R.; NSPN Consortium; Fonagy, P.; Goodyer, I. (2017). "Adolescent friendships predict later resilient functioning across psychosocial domains in a healthy community cohort". Psychological Medicine. 47 (13): 2312–2322. doi:10.1017/S0033291717000836. ISSN 1469-8978. PMC 5820532. PMID 28397612.
  30. ^ König, Maximilian; Berhe, Oksana; Ioannidis, Konstantinos; Orellana, Sofia; Davidson, Eugenia; Kaser, Muzaffer; RAISE Consortium; Moreno-López, Laura; van Harmelen, Anne-Laura (2023-11-23). "The stress-buffering role of friendships in young people with childhood threat experiences: a preliminary report". European Journal of Psychotraumatology (dalam bahasa Inggris). 14 (2). doi:10.1080/20008066.2023.2281971. ISSN 2000-8066. PMC 10990450. PMID 38154076.
  31. ^ Pierce, Gregory R.; Sarason, Irwin G.; Sarason, Barbara R.; Solky-Butzel, Jessica A.; Nagle, Lauren C. (1997). "Assessing the Quality of Personal Relationships". Journal of Social and Personal Relationships (dalam bahasa Inggris). 14 (3): 339–356. doi:10.1177/0265407597143004. ISSN 0265-4075.
  32. ^ Mendelson, M. J., & Aboud, F. E. (1999). Measuring friendship quality in late adolescents and young adults: McGill Friendship Questionnaires. Canadian Journal of Behavioural Science / Revue canadienne des sciences du comportement, 31(2), 130–132. https://doi.org/10.1037/h0087080
  33. ^ Demir, M., & Weitekamp, L. A. (2007). "I am so happy cause today I found my friend: Friendship and personality as predictors of happiness": Erratum. Journal of Happiness Studies: An Interdisciplinary Forum on Subjective Well-Being, 8(2), 213. https://doi.org/10.1007/s10902-006-9034-1
  34. ^ Demir, Melikşah; Orthel-Clark, Haley; Özdemir, Metin; Bayram Özdemir, Sevgi (2015), Demir, Melikşah (ed.), "Friendship and Happiness Among Young Adults", Friendship and Happiness: Across the Life-Span and Cultures (dalam bahasa Inggris), Dordrecht: Springer Netherlands, hlm. 117–135, doi:10.1007/978-94-017-9603-3_7, ISBN 978-94-017-9603-3, diakses tanggal 2024-11-22
  35. ^ a b Bagwell, Catherine L.; Bender, Sarah E.; Andreassi, Cristina L.; Kinoshita, Tracy L.; Montarello, Staci A.; Muller, Jason G. (2005). "Friendship quality and perceived relationship changes predict psychosocial adjustment in early adulthood". Journal of Social and Personal Relationships (dalam bahasa Inggris). 22 (2): 235–254. doi:10.1177/0265407505050945. ISSN 0265-4075.
  36. ^ Craig, L., & Kuykendall, L. (2019). Examining the role of friendship for employee well-being. Journal of Vocational Behavior, 115, Article 103313. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2019.06.001
  37. ^ Secor, Scott P.; Limke-McLean, Alicia; Wright, Ronald W. (2017). "Whose Support Matters? Support of Friends (but Not Family) May Predict Affect and Wellbeing of Adults Faced With Negative Life Events". Journal of Relationships Research (dalam bahasa Inggris). 8 e10. doi:10.1017/jrr.2017.10. ISSN 1838-0956.
  38. ^ Pezirkianidis, Christos; Galanaki, Evangelia; Raftopoulou, Georgia; Moraitou, Despina; Stalikas, Anastassios (2023). "Adult friendship and wellbeing: A systematic review with practical implications". Frontiers in Psychology (dalam bahasa English). 14. doi:10.3389/fpsyg.2023.1059057. ISSN 1664-1078. PMC 9902704. PMID 36760434. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  39. ^ Buote, Vanessa M.; Pancer, S. Mark; Pratt, Michael W.; Adams, Gerald; Birnie-Lefcovitch, Shelly; Polivy, Janet; Wintre, Maxine Gallander (2007). "The Importance of Friends: Friendship and Adjustment Among 1st-Year University Students". Journal of Adolescent Research (dalam bahasa Inggris). 22 (6): 665–689. doi:10.1177/0743558407306344. ISSN 0743-5584.
  40. ^ Langheit, Stéphanie; Poulin, François (2024). "Links Between Best-Friendship Quality and Well-Being From Early Emerging Adulthood to Early Established Adulthood". Emerging Adulthood (dalam bahasa Inggris). 12 (4): 539–552. doi:10.1177/21676968241248877. ISSN 2167-6968. PMC 11196206. PMID 38934010.
  41. ^ Calderon Leon, Maria D.; Guassi Moreira, João F.; Saragosa-Harris, Natalie M.; Waizman, Yael H.; Sedykin, Anna; Peris, Tara S.; Silvers, Jennifer A. (2024). "Parent and Friend Relationship Quality and Links to Trajectories of Loneliness During the First Year of College". Child Psychiatry & Human Development (dalam bahasa Inggris). 55 (3): 680–694. doi:10.1007/s10578-022-01416-6. ISSN 0009-398X. PMC 9510327. PMID 36152130.
  42. ^ Pittman, L. D., & Richmond, A. (2008). University belonging, friendship quality, and psychological adjustment during the transition to college. Journal of Experimental Education, 76(4), 343–361. https://doi.org/10.3200/JEXE.76.4.343-362
  43. ^ Pritchett, R.; Kemp, J.; Wilson, P.; Minnis, H.; Bryce, G.; Gillberg, C. (2011-04-01). "Quick, simple measures of family relationships for use in clinical practice and research. A systematic review". Family Practice (dalam bahasa Inggris). 28 (2): 172–187. doi:10.1093/fampra/cmq080. hdl:2164/2680. ISSN 0263-2136. PMID 20978241.
  44. ^ a b Skinner, H. A., Steinhauer, P. D., & Santa-Barbara, J. (1983). The Family Assessment Measure. Canadian Journal of Community Mental Health, 2(2), 91–105. https://doi.org/10.7870/cjcmh-1983-0018
  45. ^ a b c Furman, W., & Giberson, R. S. (1995). Identifying the links between parents and their children's sibling relationships. In S. Shulman (Ed.), Close relationships and socioemotional development (pp. 95–108). Ablex Publishing.
  46. ^ a b Gerard, A. B. (1994). Parent-Child Relationship Inventory (PCRI) manual. Western Psychological Services.
  47. ^ Thomas, Patricia A.; Liu, Hui; Umberson, Debra (2017). "Family Relationships and Well-Being". Innovation in Aging. 1 (3) igx025. doi:10.1093/geroni/igx025. ISSN 2399-5300. PMC 5954612. PMID 29795792.
  48. ^ Grevenstein, Dennis; Bluemke, Matthias; Schweitzer, Jochen; Aguilar-Raab, Corina (2019-06-01). "Better family relationships––higher well-being: The connection between relationship quality and health related resources". Mental Health & Prevention. 14 200160. doi:10.1016/j.mph.2019.200160. ISSN 2212-6570.
  49. ^ Lange, Alfred; Evers, Anouk; Jansen, Hedi; Dolan, Conor (2002). "PACHIQ-R: The Parent-Child Interaction Questionnaire—Revised". Family Process (dalam bahasa Inggris). 41 (4): 709–722. doi:10.1111/j.1545-5300.2002.00709.x. ISSN 0014-7370. PMID 12613126.
  50. ^ Umberson, Debra; Gove, Walter R. (1989). "Parenthood and Psychological Well-Being: Theory, Measurement, and Stage in the Family Life Course". Journal of Family Issues (dalam bahasa Inggris). 10 (4): 440–462. doi:10.1177/019251389010004002. ISSN 0192-513X.
  51. ^ Koropeckyj-Cox, Tanya (2002). "Beyond Parental Status: Psychological Well-Being in Middle and Old Age". Journal of Marriage and Family (dalam bahasa Inggris). 64 (4): 957–971. doi:10.1111/j.1741-3737.2002.00957.x. ISSN 0022-2445.
  52. ^ Milkie, Melissa A.; Bierman, Alex; Schieman, Scott (2008). "How Adult Children Influence Older Parents' Mental Health: Integrating Stress-process and Life-course Perspectives". Social Psychology Quarterly (dalam bahasa Inggris). 71 (1): 86–105. doi:10.1177/019027250807100109. ISSN 0190-2725.
  53. ^ Blewitt, Claire; Bergmeier, Heidi; Macdonald, Jacqui A.; Olsson, Craig A.; Skouteris, Helen (2016). "Associations between parent–child relationship quality and obesogenic risk in adolescence: a systematic review of recent literature". Obesity Reviews (dalam bahasa Inggris). 17 (7): 612–622. doi:10.1111/obr.12413. ISSN 1467-7881. PMID 27125464.
  54. ^ Rodenburg, Roos; Marie Meijer, Anne; Deković, Maja; Aldenkamp, Albert P. (2006). "Family Predictors of Psychopathology in Children with Epilepsy". Epilepsia (dalam bahasa Inggris). 47 (3): 601–614. doi:10.1111/j.1528-1167.2006.00475.x. ISSN 0013-9580. PMID 16529629.
  55. ^ Feldman, Ruth; Gordon, Ilanit; Influs, Moran; Gutbir, Tamar; Ebstein, Richard P (2013). "Parental Oxytocin and Early Caregiving Jointly Shape Children's Oxytocin Response and Social Reciprocity". Neuropsychopharmacology (dalam bahasa Inggris). 38 (7): 1154–1162. doi:10.1038/npp.2013.22. ISSN 0893-133X. PMC 3656367. PMID 23325323.
  56. ^ Gunnar, Megan R. (1998). "Quality of Early Care and Buffering of Neuroendocrine Stress Reactions: Potential Effects on the Developing Human Brain". Preventive Medicine (dalam bahasa Inggris). 27 (2): 208–211. doi:10.1006/pmed.1998.0276. PMID 9578997.
  57. ^ Carlson, Elizabeth A. (1998). "A Prospective Longitudinal Study of Attachment Disorganization/Disorientation". Child Development (dalam bahasa Inggris). 69 (4): 1107–1128. doi:10.1111/j.1467-8624.1998.tb06163.x. ISSN 0009-3920. PMID 9768489.
  58. ^ Dozier, M., Stovall-McClough, K. C., & Albus, K. E. (2008). Attachment and psychopathology in adulthood. In J. Cassidy & P. R. Shaver (Eds.), Handbook of attachment: Theory, research, and clinical applications (2nd ed., pp. 718–744). The Guilford Press.
  59. ^ Winsper, C.; Zanarini, M.; Wolke, D. (2012). "Prospective study of family adversity and maladaptive parenting in childhood and borderline personality disorder symptoms in a non-clinical population at 11 years". Psychological Medicine (dalam bahasa Inggris). 42 (11): 2405–2420. doi:10.1017/S0033291712000542. ISSN 0033-2917. PMID 22475090.
  60. ^ Roisman, G. I., Madsen, S. D., Hennighausen, K. H., Sroufe, L. A., & Collins, W. A. (2001). The coherence of dyadic behavior across parent–child and romantic relationships as mediated by the internalized representation of experience. Attachment & Human Development, 3(2), 156–172. https://doi.org/10.1080/14616730110056946
  61. ^ Simpson, Jeffry A.; Collins, W. Andrew; Tran, SiSi; Haydon, Katherine C. (2007). "Attachment and the experience and expression of emotions in romantic relationships: A developmental perspective". Journal of Personality and Social Psychology (dalam bahasa Inggris). 92 (2): 355–367. doi:10.1037/0022-3514.92.2.355. ISSN 1939-1315. PMID 17279854.
  62. ^ River, Laura M.; O'Reilly Treter, Maggie; Rhoades, Galena K.; Narayan, Angela J. (2022). "Parent–Child Relationship Quality in the Family of Origin and Later Romantic Relationship Functioning: A Systematic Review". Family Process (dalam bahasa Inggris). 61 (1): 259–277. doi:10.1111/famp.12650. ISSN 0014-7370. PMID 33904162.
  63. ^ Holt, Laura J.; Mattanah, Jonathan F.; Long, Michelle W. (2018). "Change in parental and peer relationship quality during emerging adulthood: Implications for academic, social, and emotional functioning". Journal of Social and Personal Relationships (dalam bahasa Inggris). 35 (5): 743–769. doi:10.1177/0265407517697856. ISSN 0265-4075.
  64. ^ J. Caspi (Ed.), Sibling development: Implications for mental health practitioners, Springer Publishing, New York (2011), pp. 377-390
  65. ^ Buhrmester, Duane; Furman, Wyndol (1990). "Perceptions of Sibling Relationships during Middle Childhood and Adolescence". Child Development. 61 (5): 1387–1398. doi:10.2307/1130750. ISSN 0009-3920. JSTOR 1130750.
  66. ^ Sanders, Robert (2008). Campling, Jo (ed.). Sibling Relationships (dalam bahasa Inggris). doi:10.1007/978-0-230-20306-8. ISBN 978-0-333-96411-8.
  67. ^ a b Buist, Kirsten L.; Deković, Maja; Prinzie, Peter (2013). "Sibling relationship quality and psychopathology of children and adolescents: A meta-analysis". Clinical Psychology Review (dalam bahasa Inggris). 33 (1): 97–106. doi:10.1016/j.cpr.2012.10.007. PMID 23159327.
  68. ^ Furman, Wyndol; Buhrmester, Duane (1985). "Children's Perceptions of the Qualities of Sibling Relationships". Child Development. 56 (2): 448–461. doi:10.2307/1129733. ISSN 0009-3920. JSTOR 1129733. PMID 3987418.
  69. ^ Stocker, Clare M.; McHale, Susan M. (1992). "The Nature and Family Correlates of Preadolescents' Perceptions of their Sibling Relationships". Journal of Social and Personal Relationships (dalam bahasa Inggris). 9 (2): 179–195. doi:10.1177/0265407592092002. ISSN 0265-4075.
  70. ^ Waldinger, Robert J.; Vaillant, George E.; Orav, E. John (2007). "Childhood Sibling Relationships as a Predictor of Major Depression in Adulthood: A 30-Year Prospective Study". American Journal of Psychiatry (dalam bahasa Inggris). 164 (6): 949–954. doi:10.1176/ajp.2007.164.6.949. ISSN 0002-953X. PMID 17541056.
  71. ^ Jensen, Alexander C.; Whiteman, Shawn D.; Fingerman, Karen L.; Birditt, Kira S. (2013). ""Life Still Isn't Fair": Parental Differential Treatment of Young Adult Siblings". Journal of Marriage and Family (dalam bahasa Inggris). 75 (2): 438–452. doi:10.1111/jomf.12002. ISSN 0022-2445. PMC 4018724. PMID 24833808.
  72. ^ a b Bedford, V. H., & Avioli, P. S. (2012). Sibling relationships from midlife to old age. In R. Blieszner & V. H. Bedford (Eds.), Handbook of families and aging (2nd ed., pp. 125–151). Praeger/ABC-CLIO.
  73. ^ Kim, Ji-Yeon; McHale, Susan M.; Crouter, Ann C.; Osgood, D. Wayne (2007). "Longitudinal linkages between sibling relationships and adjustment from middle childhood through adolescence". Developmental Psychology (dalam bahasa Inggris). 43 (4): 960–973. doi:10.1037/0012-1649.43.4.960. ISSN 1939-0599. PMID 17605528.
  74. ^ Gass, Krista; Jenkins, Jennifer; Dunn, Judy (2007). "Are sibling relationships protective? A longitudinal study". Journal of Child Psychology and Psychiatry (dalam bahasa Inggris). 48 (2): 167–175. doi:10.1111/j.1469-7610.2006.01699.x. ISSN 0021-9630. PMID 17300555.