Acara dimana para penyuka komik, novel, ataupun anime berkumpul.

Dōjin (同人, dōjin), sering ditulis doujin, adalah istilah Jepang untuk kelompok dengan kesamaan minat, aktivitas, hobi, atau prestasi. Kata ini sering diterjemahkan dalam Bahasa Inggris sebagai clique, coterie, society, atau circle.

Di Jepang, terminology ini sering digunakan untuk menyebut karya yang diterbitkan secara indie, termasuk tetapi tidak terbatas pada manga, novela, ‘’fan guide’’’, koleksi ilustrasi, musik, dan ‘’video game’’. Beberapa seniman profesional sering mengambil jalur ini untuk menerbitkan karyanya yang tidak sesuai dengan preferensi mainstream.

Riset tahunan yang dilakukan oleh Media Create mengindikasikan bahwa dari penjualan $1.65 miliar dari industri Otaku di 2007, 48% di antaranya adalah penjualan doujin yang mencapai ($792 juta).[1]

Circle Literatur

sunting

Circle pustaka pertama kali muncul pada periode Meiji saat para penulis waka, penyair dan novelis bertemu dan menerbitkan majalah sastra (masih banyak yang bertahan terbit hingga hari ini). Banyak penulis modern Jepang berasal dari kelompok literatur ini, salah satunya adalah Ozaki Koyo, pimpinan masyarakat penulis sastra Kenyusha yang pertama kali menerbitkan kompilasi karyanya dalam bentuk majalah pada tahun 1885.

Circle Manga

sunting

Pasca Perang Dunia II, manga dōjin mulai muncul di Jepang. Penulis manga seperti Shotaro Ishinomori (Kamen Rider, Cyborg 009) dan Fujio Fujiko (Doraemon) membentuk kelompok dōjin groups seperti New Manga Party (新漫画党, Shin Manga-to) milik Fujiko. Pada waktu ini kelompok dōjin dipergunakan oleh para artis untuk menerbitkan debut profesional. Pada perkembangannya, kelompok dōjin dibentuk sebagai klub sekolah dan sejenisnya. Puncak perkembangannnya adalah dilaksanakannya konvensi Comiket di Tokyo pada tahun 1975.

Dōjin sekarang

sunting

Penggemar dōjin secara rutin menghadiri berbagai konvensi dōji, dengan event terbesar Comiket (kependekan dari "Comic Market") yang diadakan setiap musim panas dan musim dingin di Tokyo Big Sight. Di tempat ini, lebih dari 20 ekar (81.000 m2)materi dōjin ditempatkan, dijual, dan saling ditukar oleh para pengunjung. Pembuat dōjin yang membuat karya mereka berdasar karya seniman lain biasanya hanya menerbitkan buku dalam jumlah kecil agar tidak terlalu banyak terekspos dan menghindari perkara hukum. Hal ini meningkatkan eksklusifitas produk yang dibuat, terutama karya penulis atau circle ternama, hanya pengunjung yang bergerak cepat atau beruntung saja yang bisa mendapatkannya sebelum terjual habis.

Dalam dekade ini, praktik menulis dan menciptakan karya dōjin terus berkembang secara signifikan, menarik ribuan seniman dan penggemar dengan minat yang sama. Perkembangan teknologi penerbitan pribadi juga turut mendorong laju pertumbuhan, di mana saat ini semakin mudah bagi pada creator dōjin untuk menulis, menggambar, mempromosikan, menerbitkan, dan mendistribusikan karyanya.

Persepsi Barat

sunting

Dalam budaya barat. dōjin sering dianggap menjadi bagian dari karya yang sudah ada, dalam kata lain, fiksi fan. Memang, banyak dōjin dibuat berdasarkan seri manga, anime atau video game populer. Namun, banyak juga dōjin dengan konten yang original. Penting diingat bahwa dari berbagai kategori dōjin yang ada, dōjinshi (同人誌) adalah yang paling terkenal di luar Jepang, karena dōjinshi adalah budaya yang paling popular dan banyaknya jumlah produk dōjin.

Jenis

sunting
  • Dōjinshi: manga. Sub-kategorinya adalah dōjin CG (同人CG, dōjin shījī) untuk CG artwork.
  • Dōjin soft / dōjin game (同人ソフト / 同人ゲーム, dōjin sofuto / dōjin gēmu): game, software
  • Dōjin music (同人音楽, dōjin ongaku): musik
  • H dōjin (エッチ同人, etchi dōjin), atau ero dōjin (エロ同人), adalah bentuk dōjin yang menggambarkan adegan eksplisit secara seksual.

Dōjin di Indonesia

sunting

Konvensi doujin di Indonesia telah dirintis melalui event Comifuro yang serupa dengan Comiket, awalnya diselenggarakan sebagai bagian dari acara Gelar Jepang oleh Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, tetapi lalu menjadi acara sendiri.[2] Acara ini diselenggarakan sejak 2012.[3]

Pranala luar

sunting
  • Doujinshi DB Diarsipkan 2012-10-30 di Wayback Machine.: database dōjinshi mengenai artis/circle/buku dan terjemahannya, yang di-update oleh pengguna.
  • [1]: Website resmi event Dōjin Comifuro di Indonesia.

Referensi

sunting
  1. ^ http://translate.google.com/translate?u=http%3A%2F%2Fwww.m-create.com%2F&hl=en&ie=UTF-8&sl=ja&tl=en
  2. ^ "Comic Frontier, Comiket Ala Indonesia". CIAYO Blog. 2017-09-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-23. Diakses tanggal 2019-02-26.
  3. ^ [www.comifuro.net "release"]. Diakses tanggal 2013-04-04.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Toko doujin

Toko doujin (同人ショップcode: ja is deprecated , dōjin shoppu) adalah toko yang khusus menjual doujinshi, yaitu karya-karya yang diterbitkan secara mandiri

Comifuro

Reynaldi, Videtra (02 Februari 2017). "Comifuro 8: The Home of Comics and Doujin Creators". The Indonesian Anime Times by KAORI Nusantara (dalam bahasa American

Hentai

Toriyama Year 24 Group Tatsuo Yoshida Komunitas penggemar Doujinshi Toko doujin Percetakan doujinshi Konvensi daftar Klub Cosplay Video musik anime Otaku

Dōjinshi

Flutter Scape[pranala nonaktif permanen]: Situs jual-beli dōjinshi Mengenal Karya Doujin, Subkultur Penyalur Kreativitas Indie di Jepang : Digstraksi

Denkigai no Honya-san

sekelompok pegawai di sebuah toko doujin fiksi bernama Umanohone (うまのほね; “tulang kuda”), yang merupakan parodi dari toko doujin nyata, Comic Toranoana (コミックとらのあな;

Yuri

tanggal June 2, 2011. Maser 2013, hlm. 66. Hayama, Torakichi. "What is Doujin?". Akiba Angels. Diarsipkan dari asli tanggal March 7, 2008. Diakses tanggal

Riko Korie

bertanggung jawab atas gambar asli untuk "Diagnosis ~Inma no Note~" lingkaran doujin BLUEWATER, dia memulai debutnya sebagai artis orisinal game komersial dengan

Dragon Ball

Toriyama Year 24 Group Tatsuo Yoshida Komunitas penggemar Doujinshi Toko doujin Percetakan doujinshi Konvensi daftar Klub Cosplay Video musik anime Otaku