Hilda Flavia Nakabuye
Hilda Flavia Nakabuye, FFF Uganda, berpidato di Gerbang Brandenburg. Hilda Flavia Nakabuye berpidato pada Aksi Iklim Global ke-10 Fridays for Future di Gerbang Brandenburg (51963070117)
Lahir1997 (umur 28–29)
KebangsaanUganda
Dikenal atasAktivis iklim dan lingkungan
Facebook: ndagire.hyldryguard X: nakabuyehildaf Instagram: nakabuyehildaflavia Modifica els identificadors a Wikidata

Hilda Flavia Nakabuye (15 April 1997) adalah aktivis lingkungan asal Uganda dan pendiri gerakan Fridays for Future Uganda. Ia dikenal memperjuangkan kesetaraan gender dan keberagaman dalam gerakan iklim serta berupaya melestarikan Danau Victoria. Nakabuye juga mendirikan Climate Striker Diaries.[1]

Kehidupan awal dan kontribusi

sunting

Hilda Flavia Nakabuye, aktivis iklim dan lingkungan asal Uganda yang dikenal atas advokasi dan kepemimpinannya dalam hak-hak lingkungan. Ia dikenal karena dianugerahi Penghargaan Women Have Wings 2022 karena memperjuangkan kesetaraan gender dan keberagaman ras dalam gerakan iklim.[2] Hilda pertama kali merasakan dampak perubahan iklim jauh sebelum ia mengenal istilah tersebut. Semasa kecil di Masaka, Uganda, dekat Danau Victoria. Keluarganya mengelola kebun kecil yang menanam pisang, singkong, dan kentang. Namun, pada awal 2000-an, wilayah tersebut dilanda kekeringan berkepanjangan yang diselingi badai hebat. Bencana iklim ini menghancurkan sebagian besar hasil panen dan sumber pendapatan keluarga, memaksa orang tuanya pindah ke Kampala untuk mencari penghidupan baru. Baru pada tahun 2017, ketika menjadi mahasiswa di Universitas Kampala, ia memahami bahwa kerusakan lahan kebun yang dialami keluarganya disebabkan oleh pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca. Pemahaman ini menjadi titik balik yang mendorongnya untuk terlibat dalam aktivisme iklim. Sejak saat itu, ia mendedikasikan hidupnya untuk menggerakkan kaum muda Uganda menghadapi krisis yang ia sebut sebagai "tantangan terbesar umat manusia." Pada usia awal 20-an, ia mendirikan Fridays for Future Uganda, sebuah gerakan yang menyelenggarakan aksi mogok iklim rutin serta kampanye kesadaran lingkungan. Ia juga memimpin aksi protes terhadap Proyek Pipa Minyak Mentah Afrika Timur atau East African Crude Oil Pipeline (EACOP) dan mengorganisir kegiatan pembersihan pesisir Danau Victoria, yang kini tercemar polusi dan spesies invasif.[3]

Aktivismenya berkembang dari kerja-kerja lokal hingga ke tingkat internasional. Ia pernah berbicara di berbagai forum global, termasuk Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2019 (COP25), Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2022 (COP27), UNGA Transforming Education Summit, serta pertemuan internasional lain terkait keadilan iklim. Di Uganda, ia memimpin gerakan aktivis lingkungan nasional yang melakukan pelatihan, advokasi, serta kegiatan pemberdayaan pemuda dan sekolah-sekolah. Perjalanan dan kegiatannya terdokumentasikan dalam proyek film Future Rising, yang menggambarkan perjuangannya bersama Fridays for Future Uganda dalam menghadapi polusi industri dan sampah plastik di Danau Victoria. Film ini mengikuti kegiatan mereka dalam mengorganisir pembersihan lingkungan dan mengembangkan solusi keberlanjutan bagi komunitas lokal.[4][5]

Referensi

sunting
  1. ^ https://new-european-bauhaus.europa.eu/system/files/2022-09/Hilda_Flavia_Nakabuye_bio.pdf
  2. ^ "Rainforest Youth Summit". www.rainforestyouthsummit.com. Diakses tanggal 2025-11-17.
  3. ^ "Her family lost their farm in Uganda to climate change. Now she's standing up for the future. | Right Here, Right Now Global Climate Summit | University of Colorado Boulder". www.colorado.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
  4. ^ "Women's Forum USA 2023". Women's Forum Community (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
  5. ^ Sommer, Lauren (2021-11-02). "A climate change disaster led this shy 24-year-old from Uganda into activism". NPR (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.