Dalam statistika, algoritma ekspektasi-maksimisasi (bahasa Inggris: expectation-maximization algorithm) atau algoritma EM (bahasa Inggris: EM algorithm) adalah metode berulang yang dipakai untuk mencari pendekatan nilai kemungkinan maksimum (bahasa Inggris: maximum likelihood) dan Maximum a Posteriori (MAP) dari parameter dalam sebuah model statistik, di mana modelnya bergantung pada variabel laten yang tidak diketahui.

Algoritma ekspektasi-maksimasi termasuk algoritma pengklasteran karena berupa basis perhitungan probabilitas.[1] Algoritma ini secara intuitif memiliki dua tahap, yaitu tahap ekspektasi dan tahap maksimisasi. Tahap ekspektasi merupakan tahap yang menentukan perhitungan ekspektasi sehingga diperoleh nilai estimasi parameternya,[2] sedangkan tahap maksimalisasi merupakan tahap yang mengulangi perhitungan parameter sehingga memaksimalkan nilai probabilitas.[1]

Penerapan algoritma ekspektasi-maksimisasi sangatlah luas, salah satunya adalah pembelajaran mesin, dimana algoritma ini dipakai sebagai metode pengelompok data.[3][4][5] Selain itu, algoritma ekspektasi-maksimisasi juga memiliki penerapan lainnya, seperti pengenalan ucapan, dan analisis faktor.

Rujukan

sunting
  1. ^ a b Sianturi, Fricles Ariwisanto; Hasugian, Paska Marto; Simangunsong, Agustina; Nadeak, Berto (2019-03-27). DATA MINING: Teori dan Aplikasi Weka. IOCS Publisher. hlm. 120. ISBN 978-602-51936-6-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ "Expectation Maximization (EM) Algorithm". BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang. 2021-11-04. Diakses tanggal 2022-02-14.
  3. ^ "Mengenal Konsep Algoritma Expectation–maximization (EM)". Indowhiz. 2020-03-01. Diakses tanggal 2022-02-14.
  4. ^ Kishor, Duggirala Raja; Venkateswarlu, N. B. (2016-07-01). "A Novel Hybridization of Expectation-Maximization and K-Means Algorithms for Better Clustering Performance". International Journal of Ambient Computing and Intelligence (IJACI) (dalam bahasa Inggris). 7 (2): 47–74. doi:10.4018/IJACI.2016070103. ISSN 1941-6237.[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ Garriga, Joan; Palmer, John R. B.; Oltra, Aitana; Bartumeus, Frederic (2016-03-22). "Expectation-Maximization Binary Clustering for Behavioural Annotation". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 11 (3): e0151984. doi:10.1371/journal.pone.0151984. ISSN 1932-6203. PMC 4803255. PMID 27002631. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Augmentasi data

Rubin, D.B. (1977). "Maximum Likelihood from Incomplete Data Via the EM Algorithm". Journal of the Royal Statistical Society. Series B (Methodological)

Leukoplakia

Villa A, Woo SB (April 2017). "Leukoplakia-A Diagnostic and Management Algorithm". Journal of Oral and Maxillofacial Surgery. 75 (4): 723–734. doi:10.1016/j

Triazolam

"Relative abuse liability of hypnotic drugs: a conceptual framework and algorithm for differentiating among compounds". The Journal of Clinical Psychiatry

Kubah

(2007). "Optimum geometry design of geodesic domes using harmony search algorithm". Advances in Structural Engineering. 10 (6): 595–606. Pemeliharaan CS1:

Oksazepam

"Relative abuse liability of hypnotic drugs: a conceptual framework and algorithm for differentiating among compounds". The Journal of Clinical Psychiatry

Obat diabetes

College of Endocrinology on the Comprehensive Type 2 Diabetes Management Algorithm - 2019 Executive Summary". Endocrine Practice. 25 (1): 69–100. doi:10