📑 Table of Contents
Sistem tampilan informasi penerbangan di Bandar Udara Internasional Presiden Juscelino Kubitschek, Brasilia menunjukkan penerbangan tertunda menyusul kegagalan peralatan di CINDACTA-I.
Penumpang di Bandara Internasional Brasília menanyakan tentang penerbangan tertunda dari TAM 1880 ke Cuiaba dan TAM 4556 ke Belo Horizonte.

Krisis penerbangan Brasil 2006–2007 adalah krisis dalam sistem penerbangan sipil Brasil yang ditandai dengan penundaan dan pembatalan penerbangan besar-besaran, pemogokan pengawas lalu lintas udara, dan masalah keselamatan tentang bandara Brasil dan infrastruktur pengatur lalu lintas udara. Krisis ini dimulai setelah tabrakan pesawat Gol Transportes Aéreos Penerbangan 1907 dengan Embraer Legacy 600 pada 29 September 2006. Permasalahan-permasalahan penerbangan sipil di Brasil banyak bermunculan hingga Januari 2008. Pemerintah Brasil telah mengumumkan serangkaian tindakan dan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi krisis, tetapi tidak ada solusi yang jelas untuk menyelesaikan krisis tersebut.[1][2][3][4] Di Brasil, krisis ini dijuluki "Apagão Aéreo" (bahasa Portugis untuk "Pemadaman Udara"), sebuah kiasan untuk krisis energi yang pernah dialami Brasil dari tahun 2001 hingga 2002.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Rohter, Larry (July 19, 2007). "Brazil Demands Solution to Aviation Crisis". The New York Times.
  2. ^ Phillips, Tom (July 19, 2007). "Anger grows over Brazil plane crash". The Guardian. London.
  3. ^ Al Jazeera English - News - No Survivors In Brazil Air Crash
  4. ^ Reuters AlertNet - FACTBOX-Brazil's deepening aviation crisis

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bandar Udara Internasional Recife

bahasa Portuguese). Brazilian Air Force: Departamento de Controle do Espaço Aéreo DECEA. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-16. Diakses tanggal 4 May