📑 Table of Contents
"Ue o Muite Arukō (Sukiyaki)"
Singel oleh Kyu Sakamoto
dari album Sukiyaki and Other Japanese Hits (US)
Sisi-B"Anoko No Namaewa Nantenkana"
Dirilis1961 (Jepang)
1963 (US, UK)
GenrePop, Kayōkyoku
Durasi3:05
LabelToshiba-EMI (Jepang)
Capitol (Amerika Serikat dan Kanada)
HMV/EMI (UK)
PenciptaRokusuke Ei (lirik)
Hachidai Nakamura (pencipta)

"Sukiyaki" adalah judul populer untuk lagu Jepang berjudul "Ue o Muite Arukō" (上を向いて歩こう, Mari Berjalan Sambil Melihat ke Atas) yang aslinya dinyanyikan oleh Kyu Sakamoto. Lagu ini diciptakan Hachidai Nakamura dengan liriknya yang ditulis oleh Rokusuke Ei. Di luar Jepang, di negara-negara dengan banyak penutur bahasa Inggris termasuk di Indonesia, lagu ini lebih dikenal dengan judul "Sukiyaki". Lagu ini berhasil sampai di urutan nomor satu tangga lagu Billboard Hot 100 Amerika Serikat pada tahun 1963, dan sekaligus satu-satunya lagu Jepang yang pernah menduduki urutan nomor satu Billboard Hot 100 hingga kini. Lagu ini juga tercatat sebagai singel terlaris sepanjang masa dengan total penjualan sebanyak 13 juta kopi di seluruh dunia.[1][2] Rekaman aslinya dari Kyu Sakamoto juga sampai di peringkat ke-18 tangga lagu R&B.[3] Singel ini bertahan selama lima minggu di urutan nomor satu tangga lagu Middle of the Road.[4]

Rekaman asli dari Kyu Sakamoto dirilis di Jepang oleh Toshiba pada tahun 1961. Pada tahun 1963, perusahaan rekaman Inggris berlabel Pye Records merilis versi daur ulang dari lagu ini dengan judul "Sukiyaki" yang dibawakan Kenny Ball and his Jazzmen. Lagu ini diberi judul "Sukiyaki" karena panjangnya judul dalam bahasa Jepang dan sulit diucapkan oleh penutur bahasa Inggris. Judul "Sukiyaki" tetap dipertahankan oleh Capitol Records dan His Master's Voice sewaktu merilis lagu asli yang dinyanyikan Kyu Sakamoto berturut-turut di Amerika Serikat dan Inggris beberapa bulan kemudian.

Judul lagu "Sukiyaki" tidak ada hubungannya dengan masakan Jepang sukiyaki, di dalam lirik dan arti lagunya sama sekali tidak menyinggung soal makanan. Judul "Sukiyaki" dipilih karena pendek dan mudah diingat, lagipula Sukiyaki adalah masakan Jepang yang banyak dikenal di negara Barat. Arti lirik sebenarnya dalam bahasa Jepang menjadi tidak penting apalagi waktu itu bahasa Jepang cuma sedikit dimengerti orang di luar Jepang.

Melodi lagu ini terdengar seperti lagu gembira bagi pendengar yang tidak memperhatikan lirik lagu yang sebenarnya bernada sedih: "Marilah berjalan sambil melihat ke atas, supaya air mata tidak jatuh ke pipi."

Pada 16 Maret 1999, kantor pos Jepang mengeluarkan perangko peringatan untuk lagu ini.[5]

Kyu Sakamoto adalah salah satu dari 520 orang yang menjadi korban kecelakaan fatal Penerbangan 123 Japan Airlines di puncak Gunung Osutaka, (Prefektur Gunma), 12 Agustus 1985. Sakamoto Kyu meninggal dunia pada usia 43 tahun.

Di Indonesia, lagu ini lebih dikenal dengan parodinya "Nyanyian Kode", dinyanyikan oleh Kasino dalam film Pintar Pintar Bodoh, dengan potongan liriknya "yang baju merah jangan sampai lolos".

Versi daur ulang

sunting

Lagu ini sering sekali dinyanyikan dan dibuat cover version-nya oleh berbagai artis dan penyanyi dari seluruh dunia.

Referensi

sunting
  1. ^ "坂本九さん 〜心のふるさと・笠間〜". Kasama Tourist Association (dalam bahasa Japanese). Diarsipkan dari asli tanggal 2006-07-10. Diakses tanggal 2008-02-20. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) (Translation)
  2. ^ "【85年8月12日】日航ジャンボ機墜落事故…坂本九さん死去" (dalam bahasa Jepang). Sports Nippon. Diakses tanggal 2009-12-27. [pranala nonaktif]
  3. ^ Whitburn, Joel (2004). Top R&B/Hip-Hop Singles: 1942-2004. Record Research. hlm. 509.
  4. ^ Whitburn, Joel (2002). Top Adult Contemporary: 1961-2001. Record Research. hlm. 213.
  5. ^ "わたしの愛唱歌シリーズ第9集郵便切手". Japan Post. 1999-03-16. Diakses tanggal 2008-06-03.
  6. ^ Adhitya B Ibrahim (2014-03-01), Warkop DKI - Nyanyian Kode dengan Dialog dan Lirik, diakses tanggal 2016-09-24

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Suzume

Jepang). Diakses tanggal 13 November 2022. Loo, Egan (5 September 2022). "SixTONES Idol Hokuto Matsumura Makes Voice-Acting Debut in Makoto Shinkai's Suzume

Dean Lewis

Diakses tanggal 5 September 2025. "ARIA Awards 2019: Tones and I wins big & Human Nature Hall of Fame" [Tones and I menang besar & Human Nature Hall of Fame]

The Four Freshmen

The Modernaires, The Pied Pipers, dan The Mel-Tones, yang didirikan pada tradisi barbershop. The Four Freshmen dianggap sebagai band vokal karena para

Kunci (musik)

428–470. doi:10.1525/jams.1981.34.3.03a00030. Kurtzman, J. G. (1994). "Tones, Modes, Clefs, and Pitch in Roman Cyclic Magnificats of the 16th Century"

Heavy metal

0-8195-6260-2 Hodgson, Peter (April 9, 2011). "METAL 101: Face-melting guitar tones". I Heart Guitar. Diarsipkan dari asli tanggal April 13, 2011. Diakses tanggal

Daftar pangram

saxophones of devils finally make the hall resonate with the frightful tones of waltz, tango and quickstep. Příšerně žluťoučký kůň úpěl ďábelské ódy

Iridium

Takao; Blacker, A. John (2007). "Asymmetric Transfer Hydrogenation of Ketones with Bifunctional Transition Metal-Based Molecular Catalysts†". Accounts

Bahasa Hokkien Zhangzhou

asli tanggal 2019-02-10. Diakses tanggal 2022-04-07. Huang, Yishan (2018). Tones in Zhangzhou: Pitch and Beyond (PDF) (PhD). Australian National University