Satu cabang logaritma kompleks. Rona warna digunakan untuk menampilkan argumen dari logaritma kompleks. Kecerahan warna digunakan untuk menampilkan modulus dari logaritma kompleks.
Bagian riil dari log(z) adalah logaritma alami dari |z|. Grafiknya didapatkan dengan memutar grafik ln(x) sepanjang sumbu z.

Pada matematika, logaritma kompleks adalah generalisasi dari logaritma alami dari bilangan kompleks tak nol. Istilah ini merujuk pada salah satu dari penjelasan berikut, yang saling berhubungan:

  • Logaritma kompleks dari bilangan kompleks z tak nol, yang didefinisikan sebagai bilangan kompleks w, yaitu ew = z.[1][2] Bilangan w diberikan oleh log z.[1] Jika z dituliskan dalam bentuk polar {{{1}}}, dengan r dan θ adalah bilangan riil dan r > 0, maka ln(r) + i θ adalah satu logaritma dari z. Seluruh logaritma kompleks dari z adalah bilangan dalam bentuk ln(r) + i(θ + 2π k) untuk bilangan bulat k.[1][2] Nilai logaritma tersebut berjarak sama sepanjang garis vertikal pada bidang kompleks.
  • Fungsi bernilai kompleks log : U → ℂ didefinisikan pada beberapa subhimpunan U dari himpunan * dari bilangan kompleks tak nol, menyelesaikan elog z untuk semua z pada U. Fungsi logaritma kompleks tersebut beranalogi pada fungsi logaritma riil ln : ℝ > 0 → ℝ , yaitu fungsi invers dari fungsi eksponensial riil yang maka dapat menyelesaikan eln x = x untuk seluruh bilangan riil positif x. Fungsi logaritma kompleks dapat dibentuk dengan formula eksplisit yang melibatkan fungsi bernilai riil, dengan mengintegralkan 1z, atau dengan proses pengontinuan analitik.

Tidak ada fungsi logaritma kompleks kontinu yang didefinisikan pada seluruh *. Cara untuk menyelesaikannya, yaitu dengan percabangan, bidang Riemann terkait, dan invers setengah dari fungsi eksponensial kompleks. Nilai pokok mendefinisikan fungsi logaritma khusus Log : ℂ* → ℂ yang kontinu kecuali di sepanjang sumbu riil negatif. Pada bidang kompleks dengan menghilangkan bilangan riil negatif dan 0, ini adalah pengontinuan analitik dari logaritma alami (riil).

Aplikasi

sunting

Generalisasi

sunting

Logaritma dengan bilangan pokok yang lain

sunting

Seperti bilangan riil, bilangan pokok b dan antilogaritma x dapat didefinisikan sebagai bilangan kompleks, sebagai berikut:

blog x = log xlog b

dengan perbedaan, yaitu nilainya bergantung pada percabangan yang dipilih untuk logaritma yang didefinisikan pada b dan x (dengan log b ≠ 0). Misalnya, menggunakan nilai pokok memberikan:

ilog e = Log eLog i = 1π i / 2 = - 2 iπ.

Logaritma pada fungsi holomorfik

sunting

Jika f adalah fungsi holomorfik pada subhimpunan U dari yang terkoneksi, maka cabang dari log f pada U adalah fungsi kontinu g pada U sehingga eg(z) = f(z) untuk semua z di U. Fungsi g tersebut harus berupa fungsi holomorfik dengan g ' (z) = f ' (z)f (z) untuk semua z di U.

Jika U adalah subhimpunan terbuka yang terkoneksi sederhana dari , dan f adalah fungsi holomorfik yang tidak hilang di mana pun pada U, maka cabang dari log f didefinisikan pada U dapat dibangun dengan memilih titik awal a pada U, memilih logaritma b dari f(a), dan mendefinisikan

untuk setiap z pada U.[2]

Referensi

sunting

Kutipan

sunting
  1. ^ a b c d e Ahlfors 1966, § 3.4
  2. ^ a b c Sarason 2007, § IV.9
  3. ^ Kreyszig 2011, hlm. 640.

Daftar pustaka

sunting
  • Ahlfors, Lars V. (1966). Complex Analysis (Edisi 2). McGraw-Hill. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Calkin, Neil J.; Chan, Eunice Y. S; Corless, Robert M (2023). Computational Discovery on Jupyter. Society for Industrial and Applied Mathematics. doi:10.1137/1.9781611977509. ISBN 978-1-61197-749-3. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Conway, John B. (1978). Functions of One Complex Variable (Edisi 2). Springer. ISBN 9780387903286. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Jeffrey, D. J; Hare, D. E. G; Corless, Robert M (1996). "Unwinding the branches of the Lambert W function" (PDF). The Mathematical Scientist. 21: 1–7. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Kreyszig, Erwin (2011). Advanced Engineering Mathematics (Edisi 10). Berlin: Wiley. ISBN 9780470458365. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Lang, Serge (1993). Complex Analysis (Edisi 3). Springer-Verlag. ISBN 9783642592737. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Moretti, Gino (1964). Functions of a Complex Variable. Prentice-Hall. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Sarason, Donald (2007). Complex Function Theory (Edisi 2). American Mathematical Society. ISBN 9780821886229. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Whittaker, E. T.; Watson, G. N. (1927). A Course of Modern Analysis (Edisi 4). Cambridge University Press. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konjektur Poincaré

University of Göttingen. English translation: Riemann, Bernhard (2004). "Foundations for a general theory of functions of a complex variable". Collected

Persamaan Böttcher

Felice; Rosa, Alessandro (2012). Early Days in Complex Dynamics: A history of complex dynamics in one variable during 1906–1942. ISBN 978-0-8218-4464-9. Fatou

Fungsi transendental

rasional Fungsi khusus E. J. Townsend, Functions of a Complex Variable, 1915, p. 300 Michiel Hazewinkel, Encyclopedia of Mathematics, 1993, 9:236 'Transcendental

Fungsi cembung

Hazewinkel, Michiel, ed. (2001) [1994], "Convex function (of a complex variable)", Encyclopedia of Mathematics, Springer Science+Business Media B.V. / Kluwer

Fungsi univalen

(1995). "Conformal Equivalence for Simply Connected Regions". Functions of One Complex Variable II. Graduate Texts in Mathematics (dalam bahasa Inggris).

Fungsi trigonometri

Templat:AS ref Lars Ahlfors, Complex Analysis: an introduction to the theory of analytic functions of one complex variable, second edition, McGraw-Hill

Fungsi theta

James (1959). Functions of a Complex Variable. New York: Dover Publications. Rauch, Harry E.; Farkas, Hershel M. (1974). Theta Functions with Applications

Persamaan Schröder

(Russian). 14: 155–234. Szekeres, G. (1958). "Regular iteration of real and complex functions". Acta Mathematica. 100 (3–4): 361–376. doi:10.1007/BF02559539