📑 Table of Contents
Germiyan

1300–1429
Beylik Germiyan (merah terang) pada tahun 1300.
Beylik Germiyan (merah terang) pada tahun 1300.
Ibu kotaKütahya
Bahasa yang umum digunakanTurki Anatolia Kuno
Agama
Islam
PemerintahanMonarki
Bey 
• 1300–1340
Yaʿqūb I
• 1340–1361
Muḥammad Chakhshādan
• 1361–1387
Sulaymān Shāh
• 1387–1429
Yaʿqūb II
Era SejarahAbad Pertengahan Akhir
• Didirikan
1300
• Dibubarkan
1429
Didahului oleh
Digantikan oleh
kslKesultanan
Rûm
kslKesultanan
Utsmaniyah
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Germiyan (bahasa Turki Anatolia Kuno: كرميان; bahasa Turki: Germiyanoğulları Beyliği atau Germiyan Beyliği) adalah sebuah beylik Anatolia terkemuka yang didirikan oleh suku-suku Turki Oghuz[1] (kemungkinan suku Afshar)[2] setelah kejatuhan Kesultanan Rûm. Namun, sementara beylik selalu disebutkan sebagai Turkoman atau Turki Oghuz, populasinya terdiri dari Turk dan Kurdi Yezidi, dibawa oleh dinasti Seljuk dari sebelah timur Malatya ke Anatolia barat sebagai milisi penjaga menghadapi ancaman-ancaman dari suku-suku Turki.[3][4][5][6][7]

Asal usul

sunting

Menurut Agoston dan Masters, Germiyanoğulları adalah Turkoman yang bermigrasi ke barat akibat tekanan Mongol pada paruh kedua abad ke-13.[8] Germiyan termasuk dalam cabang Afshar dari Turk Oghuz.[9] Germiyan kemungkinan datang dari Kerman atau Provinsi Fars, mungkin menuju ke barat bersama Khwarazmshah. Setelah kematian Jalal ad-Din Mingburnu, mereka dikirim kembali ke wilayah Malatya untuk sementara, kemudian dipindahkan ke Kütahya, di mana mereka mendirikan beylik.[9]

Menurut sejarawan Timur Tengah bernama Petry, beylik Germiyan adalah sebuah dinasti Turki-Kurdi.[6] Namun, sejarawan budaya bernama Cemal Kafadar menyatakan komposisi etnik dinasti tersebut terlalu kompleks untuk interpretasi yang sederhana dan lugas.[10]

Referensi

sunting
  1. ^ İnalcık, Halil (1993). The Middle East and the Balkans under the Ottoman Empire : essays on economy and society. Bloomington: Indiana University Turkish Studies. hlm. 97. ISBN 9781878318046.
  2. ^ Leiser, Gary; Koprulu, Fuat (1992). Origins of the Ottoman Empire. hlm. 37. ISBN 9781438410432.
  3. ^ Ducas, Harry J. Magoulias, Ducas, 1975 , Decline and fall of Byzantium to the Ottoman Turks, p. 265, Wayne State University Press, University of Virginia ISBN 0-8143-1540-2, ISBN 978-0-8143-1540-8, Germiyan kemungkinan merupakan campuran antara Kurdi dan Turki yang datang dari sebelah timur Malatya.
  4. ^ Peter Malcolm Holt, 1986, The Age of the Crusades: the Near East from the eleventh century to 1517, p. 176, Longman, University of Michigan, ISBN 0-582-49303-X, 9780582493032 The second of the eastern principalities, Germiyan, developed from a group, probably of mixed Kurdish and Turkish origin
  5. ^ Marios Philippides, Biblioteca apostolica vaticana - 1990, Byzantium, Europe, and the early Ottoman sultans, 1373-1513: an anonymous Greek chronicle of the seventeenth century, p. 6, A.D. Caratzas, University of Michigan, ISBN 0-89241-430-8, ISBN 978-0-89241-430-7, Near Byzantine borders in Phrygia, the emirate of Germiyan was formed by a mixed population of Turks and Kurds, who had come from east of Malatya
  6. ^ a b Carl F. Petry, 1998, The Cambridge History of Egypt, Vol. 1, p. 527, Cambridge University Press ISBN 0-521-63313-3, ISBN 978-0-521-63313-0, An Anatolian Turco-Kurdish dynasty, with its capital at Kutahya
  7. ^ Bruinessen, Martin van (1992). Agha, Shaikh and State: The Social and Political Structures of Kurdistan (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Academic. hlm. 161. ISBN 978-1-85649-018-4.
  8. ^ Gabor Agoston-Bruce Masters, Encyclopaedia of the Ottoman Empire, p. 41 ISBN 978-0-8160-6259-1
  9. ^ a b Mehmet Fuat Köprülü, (1937), The Origins of the Ottoman Empire, p. 37
  10. ^ Kafadar 2007, hlm. 22.

Daftar pustaka

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bayezid I

Bayezid tetap maju dan menundukkan beberapa kadipaten lain, Hamid, Teke, dan Germiyan. Bayezid menerima perjanjian damai dengan Kadipaten Karaman pada 1391 dan

Murad II

selama ini melakukan makar perlawanan terhadap Utsmaniyah (Kadipaten Aydin, Germiyan, Mentesye, dan Teke) kemudian ditaklukan dan menjadi bagian dari Utsmaniyah

Mehmed I

Indonesia: Devletsyah), anak perempuan dari Süleyman Şah yang merupakan adipati Germiyan dan Mutahhara Abide yang merupakan cucu Jalaluddin Rumi. Emine Hatun (meninggal

Masjid Uşak

menunjukkan bahwa bangunan ini dibangun pada masa Dinasti Germiyan. Menurut prasasti Yakup II dari Germiyan, masjid ini beserta air mancurnya dibangun pada tahun

Kütahya

Selanjutnya, penguasaan atas kota ini terus berpindah tangan, mulai dari Germiyan, Timur Lenk, hingga terakhir oleh Usmaniyah pada tahun 1428. Pasukan Ibrahim

Masa kekosongan Utsmaniyah

Pertempuran Ankara, dibebaskan oleh Timur ke dalam tahanan Yakub dari Germiyan. Musa kemudian dibebaskan Yakub setelah Mehmed meminta pembebasan saudaranya

Orang Afshar

Islam, THREE. Brill Online. ISSN 1873-9830. Varlık, Mustafa Çetin (1974). Germiyan-oğulları tarihi (1300-1429) (dalam bahasa Turki). Ankara: Atatürk University

Kadipaten Anatolia

sebelumnya. Pada awalnya negara-negara yang paling kuat adalah Karaman dan Germiyan di daerah pusat. Para Beylik dari dinasti Ottoman yang kemudian untuk mendirikan