Pemberi harapan palsu, selanjutnya disingkat PHP (dari bahasa Inggris: breadcrumbing)[1] adalah praktik berpura-pura menunjukkan ketertarikan kepada seseorang secara sporadis untuk membuat orang tersebut tetap tertarik, meskipun sebenarnya tidak ada komitmen yang tulus dalam hubungan tersebut.[2] Praktik ini dianggap sebagai bentuk manipulasi dan dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja. PHP dapat terjadi dalam hubungan keluarga, persahabatan, maupun di tempat kerja, tetapi paling sering muncul dalam konteks hubungan romantis, terutama sejak meningkatnya penggunaan aplikasi kencan daring.

PHP merupakan perilaku kencan yang bersifat antisosial, mirip dengan menggantung.[3] Asal-usul istilah ini dalam bahasa Inggris, yang berarti remah roti, digunakan karena pelakunya memberikan “remah-remah roti” kepada orang yang tertarik secara romantis—yaitu potongan kecil komunikasi yang muncul sesekali—untuk membuat orang tersebut tetap tertarik tanpa benar-benar berkomitmen pada hubungan yang serius..[4] Hal ini dimaksudkan untuk memberi harapan palsu[5] kepada pihak penerima agar ia tetap menaruh perhatian dan investasi emosional. “Remah-remah” tersebut bisa berupa menyukai unggahan secara acak atau mengirim pesan genit sesekali yang hanya membutuhkan sedikit usaha dari pelaku.[4] Biasanya tindakan ini melibatkan menunjukkan ketertarikan untuk sementara, lalu menariknya kembali.[5]

Berbeda dengan menggantung yang bertujuan mengakhiri hubungan, tujuan PHP adalah menghambat perkembangan hubungan dengan tidak pernah benar-benar berkomitmen.[4] Menurut teori komitmen Stanley, kedua tujuan ini berbeda. Teori ini membagi komitmen menjadi dua unsur: dedikasi pribadi dan komitmen karena keterikatan/tekanan situasional. Dedikasi pribadi mencakup dorongan seseorang untuk memajukan hubungan—sesuatu yang sering tidak dimiliki oleh pelaku PHP. Sementara itu, komitmen karena keterikatan berkaitan dengan konsekuensi yang mungkin timbul jika hubungan diakhiri (misalnya dampak finansial) yang membuat hubungan tetap dipertahankan—hal yang juga biasanya tidak ada dalam PHP.[5][6] Namun, model komitmen Johnson juga memasukkan konsep komitmen moral, berbeda dengan teori Stanley. Model Johnson menyatakan bahwa individu dapat merasa memiliki kewajiban moral untuk mempertahankan dan berkomitmen pada suatu hubungan,[7] konsep yang sejauh ini belum banyak diterapkan dalam kajian mengenai PHP.

Referensi

sunting
  1. ^ Navarro, Raúl; Larrañaga, Elisa; Yubero, Santiago; Villora, Beatriz (2020). "Ghosting and breadcrumbing: prevalence and association with online dating behavior among young adults". Escritos de Psicología – Psychological Writings. 13 (2): 46–59. ISSN 1138-2635.
  2. ^ Khattar, Vivek; Upadhyay, Shreya; Navarro, Raúl (2023-02-08). "Young Adults' Perception of Breadcrumbing Victimization in Dating Relationships". Societies (dalam bahasa Inggris). 13 (2): 41. doi:10.3390/soc13020041. ISSN 2075-4698.
  3. ^ Willis, Megan L.; Oliver, Eliza; March, Evita (2023-06-01). "Dating in the dark: Vulnerable narcissism predicts inauthentic self-presentation in online dating". Telematics and Informatics. 81 101985. doi:10.1016/j.tele.2023.101985. ISSN 0736-5853.
  4. ^ a b c Navarro, Raúl; Larrañaga, Elisa; Yubero, Santiago; Víllora, Beatriz (January 2020). "Psychological Correlates of Ghosting and Breadcrumbing Experiences: A Preliminary Study among Adults". International Journal of Environmental Research and Public Health (dalam bahasa Inggris). 17 (3): 1116. doi:10.3390/ijerph17031116. ISSN 1660-4601. PMC 7037474. PMID 32050561.
  5. ^ a b c Khattar, Vivek; Upadhyay, Shreya; Navarro, Raúl (February 2023). "Young Adults' Perception of Breadcrumbing Victimization in Dating Relationships". Societies (dalam bahasa Inggris). 13 (2): 41. doi:10.3390/soc13020041. ISSN 2075-4698.
  6. ^ Stanley, Scott M.; Markman, Howard J. (1992). "Assessing Commitment in Personal Relationships". Journal of Marriage and Family. 54 (3): 595–608. doi:10.2307/353245. ISSN 0022-2445. JSTOR 353245.
  7. ^ Johnson, Michael P.; Caughlin, John P.; Huston, Ted L. (1999). "The Tripartite Nature of Marital Commitment: Personal, Moral, and Structural Reasons to Stay Married". Journal of Marriage and Family. 61 (1): 160–177. doi:10.2307/353891. ISSN 0022-2445. JSTOR 353891.