Hambar Martono
Lahir(1941-11-22)22 November 1941
Boyolali, Jawa Tengah, Pendudukan Jepang di Hindia Belanda
Meninggal16 Oktober 2018(2018-10-16) (umur 76)
PengabdianIndonesia
Dinas/cabang TNI Angkatan Laut
Lama dinas1964 – ?
Pangkat Laksamana Muda TNI
NRP2685/P
KesatuanPelaut

Hambar Martono (22 November 1941 – 16 Oktober 2018) merupakan seorang perwira tinggi angkatan laut dari Indonesia. Hambar lahir di Boyolali pada tanggal 22 November 1941.[1]

Kehidupan

sunting

Hambar masuk ke Akademi Angkatan Laut pada tahun 1960 setelah lulus dari pendidikan menengah atas dan dilantik menjadi letnan dua pelaut pada tahun 1964.[2]

Karier Hambar dalam militer meningkat hingga ia diangkat sebagai perwira penghubung (liaison officer) angkatan laut pada Kodam VIII/Trikora dengan pangkat kolonel. Setelah bertugas sebagai perwira penghubung, pada tanggal 20 Januari 1990 ia dilantik menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI AL di Bitung.[3]

Pada tanggal 11 Juli 1992, Pangkalan Utama TNI AL di Bitung diturunkan statusnya menjadi pangkalan biasa, dan pangkalan TNI AL di Ujung Pandang (sekarang Makassar) dinaikkan statusnya menjadi pangkalan utama. Hambar ditunjuk sebagai komandan pangkalan utama yang baru di Ujung Pandang.[4]

Sebagai komandan pangkalan utama Ujung Pandang, Hambar melancarkan operasi Geser-92 yang melibatkan pemindahan personel, material serta dokumen dari Bitung ke Ujung Pandang. Setelah proses pemindahan selesai, pangkalan utama yang baru di Ujung Pandang diresmikan sebagai Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Ujung Pandang pada 22 Agustus 1992.[4] Hambar dilantik sebagai komandan Lantamal IV pada tanggal 31 Agustus[4] dan pangkatnya dinaikkan menjadi laksamana pertama pada tanggal 26 April 1993.[5] Hambar mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 1 September 1993.[4]

Setelah bertugas sebagai komandan pangkalan utama, Hambar dipindahkan ke markas besar TNI Angkatan Laut sebagai staf ahli Kepala Staf TNI Angkatan Laut bidang pembinaan potensi nasional kekuatan maritim. Ia kemudian didapuk menjadi Ketua Kelompok Staf Ahli.[6] Pada tanggal 8 Maret 1995, ia dilantik menjadi Asisten IV Menteri Negeri Lingkungan Hidup Bidang Pengembangan, Pengawasan, dan Pengendalian.[1] Jabatannya sebagai staf ahli diserahterimakan pada tanggal 17 Maret.[6]

Hambar pensiun dari jabatannya sebagai asisten menteri pada akhir tahun 1990an. Ia kemudian menjadi staf ahli menteri negara lingkungan hidup bidang hukum lingkungan.[7]

Hambar meninggal pada tanggal 16 Oktober 2018 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Makam Hambar Martono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Referensi

sunting
  1. ^ a b "AMDAL Pantai Jakarta Perlu Dipantau". Media Caraka. 1995. Diakses tanggal 11 November 2023.
  2. ^ "ANGKATAN X". Akademi Angkatan Laut. Diakses tanggal 11 November 2023.
  3. ^ "Kolonel Laut Hambar Martono Danlantamal Bitung". Mimbar Kekaryaan. No. 229. Januari 1990. hlm. 71. Diakses tanggal 11 November 2023.
  4. ^ a b c d ""Sejarah Lantamal VI"". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-07. Diakses tanggal 2014-04-26.
  5. ^ "52 Pati Naik Pangkat". Mimbar Kekaryaan. No. 268. April 1993. hlm. 71. Diakses tanggal 11 November 2023.
  6. ^ a b "EMPAT JABATAN SAHLI KASAL DISERAH TERIMAKAN". Mimbar Kekaryaan. No. 291. Maret 1995. hlm. 71-72.
  7. ^ Directory of Government of the Republic of Indonesia. Mitra Info. 2000.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Albert Einstein

menolak operasi, mengatakan, "Saya ingin pergi saat saya menginginkannya. Hambar rasanya memperpanjang hidup secara tidak alami. Saya telah menyelesaikan

Jenna Ortega

Independent menyatakan bahwa dia "tidak dapat membantu tetapi tampak sedikit hambar dan lurus" berakting berlawanan dengan Michael Keaton sebagai Betelgeuse

Need for Speed Unbound

sambil mengkritik kurangnya inovasi, cerita, soundtrack, dan karakter yang hambar. Di Lakeshore City, Pemain (pemain wanita disuarakan oleh Elizabeth Grullon

Komando Daerah Angkatan Laut VI

Kolonel Laut (P) Kuryono (1989—1992) Pejabat Danlantamal-IV: Laksma TNI Hambar Martono (31/08/1992—01/09/1993)⭐⭐ Laksma TNI Sugiyarto (01/09/1993—05/09/1994)

Rempeyek

yang mudah untuk dibuat dan memberikan rasa asin di tengah-tengah makanan hambar seperti nasi dan sayur saja. Saat itulah rempeyek mulai dikenal. Rempeyek

Pseudo mitologi

tidaknya, maka istilah yang tepat adalah "mitologi miskin" atau "mitologi hambar", daripada "pseudo-mitologi". Mitologi ini bisa jadi dibuat sendiri oleh

Passiflora caerulea

berbentuk bulat telur, tumbuh sampai 6 cm (2 in), dapat dimakan tetapi hambar. "BSBI List 2007". Botanical Society of Britain and Ireland. Diarsipkan

Sayur

adalah makanan mewah bagi orang miskin. Mereka hanya mengonsumsi makanan hambar yang sebagian besar terdiri dari beras, gandum hitam, gandum, barli, milet