NGC 1300, gambar diambil oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Galaksi spiral berbatang adalah galaksi spiral dengan struktur batang berbentuk sentral yang terdiri dari bintang di pusatnya.[1] Batang ini dapat ditemukan dari setengah seluruh galaksi spiral.[2][3] Batang umumnya memengaruhi pergerakan bintang dan gas antarbintang dalam galaksi spiral dan juga dapat memengaruhi lengan spiral.[2] Galaksi bima sakti, di mana tata surya berada, diklasifikasikan sebagai galaksi spiral berbatang.[4]

Edwin Hubble mengklasifikasikan galaksi spiral jenis ini sebagai "SB" (spiral, barred) dalam klasifikasi Hubble dan menyusunnya ke dalam sub-kategori atau sub-grup berdasarkan seberapa terbuka lengan spiral tersebut. Tipe SBa memiliki lengan yang terikat erat atau rapat, sedangkan tipe SBc memiliki lengan yang terbuka. Galaksi tipe SBb terletak di antara keduanya. SB0 adalah galaksi lentikular berbatang. Jenis baru, SBm, kemudian dibuat untuk menggambarkan spiral berbatang dengan bentuk yang agak tidak teratur seperti Awan Magellan, yang pernah diklasifikasikan sebagai galaksi tidak beraturan, tetapi sejak itu, ditemukan mengandung struktur spiral berbatang. Untuk jenis lain dalam klasifikasi Hubble untuk galaksi-galaksi spiral, galaksi elips dan galaksi tidak beraturan.

Meskipun model teoretis pembentukan galaksi tidak menunjukkan bahwa galaksi bisa menjadi cukup stabil untuk mempertahankan batang di awal alam semesta, beberapa bukti telah menemukan keberadaan banyak galaksi spiral di awal alam semesta.[5][6][7]

Galaksi spiral berbatang IC 5201, terletak 40 juta tahun cahaya dari Bumi. Ditemukan oleh Joseph Lunt.[8]

Batang

sunting
Lengan spiral Galaksi Bima Sakti - berdasarkan WISE data.

Galaksi berbatang adalah jenis galaksi spiral yang dominan di alam semesta, dengan survey menunjukkan lebih dari 2/3 galaksi spiral memiliki batang.[9] Pembentukan batang kemungkinan berasal dari hasil radiasi gelombang padat dari pusat galaksi yang menyebabkan pergeseran orbit bintang di pusat. Efek ini berlangsung lama sampai membuat bintang mengorbit lebih jauh, yang membuat galaksi memiliki struktur berbatang.[10]

Struktur berbatang dipercayai bertindak sebagai jenis dari pembentukan bintang, gas bergerak kedalam dari lengan spiral melewati resonansi orbit, membahan bakari pembentukan bintang di pusatnya.[11] Proses ini juga dipercayai dapat menjelaskan mengapa banyak galaksi spiral berbatang memiliki nuklei galaksi aktif, seperti Galaksi Kincir Selatan.

Batang diperkirakan adalah fenomena sementara dalam kehidupan galaksi; struktur batangnya memuai seiring waktu, mengubah galaksi dari spiral berbatang menjadi pola spiral yang lebih "tak beraturan". Setelah mencapai ukuran tertentu, gas yang terakumulasi akan menyetabilkan struktur balang. Simulasi menunjukkan bahwa banyak batang kemungkinan mengalami peristiwa "tekuk" yang mengganggu resonansi orbit bintang di struktur batang yang mengakibatkannya runtuh kedalam yang membuat batang menjadi lebih tebal dan pendek, walaupun mekanisme dibalik efek tekuk tak stabil ini masih menjadi perdebatan.[12] Galaksi spiral berbatang dengan massa tinggi terakumulasi di pusat mereka dan demikian cenderung memiliki batang yang pendek dan lebar.[13] Fenomena tekuk bisa tertunda oleh kehadiran lubang hitam supermasif di pusat galaksi tapi tetap terjadi.[14]

Karena sangat banyak galaksi spiral memiliki struktur batang, kemungkinan fenomena tersebut terjadi berulang dalam pembentukan galaksi spiral. Siklus evolusi berpaling dari galaksi spiral menjadi galaksi spiral berbatang diperkirakan memakan waktu dua miliar tahun.[15]

Studi terbaru mengkonfirmasi kalau batang adalah tanda galaksi sudah matang sepenuhnya seiring berakhirnya "tahun-tahun pembentukan". Investigasi tahun 2008 menemukan bahwa hanya 20 persen galaksi spiral di masa lalu yang memiliki batang, dibandingkan dengan sekitar 65 persen galaksi spiral di masa kini.[16]

Kelas

sunting
NGC 7640 adalah galaksi spiral berbatang di konstelasi Andromeda.[17]

Klasifikasi dasar adalah "SB" (spiral barred). Sub-kategorinya didasarkan pada seberapa renggang atau rapat lengan spiralnya. Tipe SBa memiliki lengan yang sangat renggang. Sementara tipe SBc memiliki lengan yang sangat renggang. Galaksi SBb berada di antaranya. SBm adalah galaksi tak beraturan spiral berbatang. SB0 adalah galaksi lentikular berbatang.

Contoh

sunting
Contoh Tipe Gambar Informasi
NGC 2787 SB0 SB0 adalah jenis galaksi lentikular
NGC 4314 SBa
NGC 4921 SBab
Messier 95 SBb
NGC 3953 SBbc
NGC 1073 SBc
Messier 108 SBcd
NGC 2903 SBd
NGC 5398 SBdm SBdm juga bisa diklasifikasikan sebagai spiral Magellan berbatang
NGC 55 SBm SBm adalah jenis spiral Magellan (Sm)

Contoh lain

sunting
Name Image Type Constellation
M58 SBc Virgo
M91 SBb Coma Berenices
M95 SBb Leo
M109 SBb Ursa Major
NGC 1300 SBbc Eridanus
NGC 7541 SB(rs)bcpec Pisces
NGC 1365 SBc Fornax
NGC 2217 SBa Canis Major
Magellanic Clouds SBm Dorado, Tucana
UGC 12158 SB Pegasus
NGC 1512[18] SB(r)ab Horologium

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ The Encyclopedia of Astronomy and Astrophysics. IOP Publishing Ltd. ISBN 0-333-75088-8.
  2. ^ a b Mihalas, Dimitri. (1968). Galactic astronomy. Routly, Paul McRae. San Francisco: W.H. Freeman. ISBN 0-7167-0326-2. OCLC 604171006.
  3. ^ Ferris, Timothy. (1998). The whole shebang : a state-of-the-universe(s) report (Edisi 1st Touchstone ed). New York, NY: Simon & Schuster. ISBN 0-684-81020-4. OCLC 39381302.
  4. ^ Gerhard, Ortwin (2002). Space Sciences Series of ISSI. Dordrecht: Springer Netherlands. hlm. 129–138. ISBN 978-90-481-6038-9. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 2020-09-09.
  5. ^ Milky Way-like galaxy found in the early universe
  6. ^ Costantin, Luca; Pérez-González, Pablo G.; Guo, Yuchen; Buttitta, Chiara; Jogee, Shardha; Bagley, Micaela B.; Barro, Guillermo; Kartaltepe, Jeyhan S.; Koekemoer, Anton M.; Cabello, Cristina; Corsini, Enrico Maria; Méndez-Abreu, Jairo; de la Vega, Alexander; Iyer, Kartheik G.; Bisigello, Laura (2023). "A Milky Way-like barred spiral galaxy at a redshift of 3". Nature (dalam bahasa Inggris). 623 (7987): 499–501. arXiv:2311.04283. Bibcode:2023Natur.623..499C. doi:10.1038/s41586-023-06636-x. ISSN 1476-4687. PMC 10651483. PMID 37938777.
  7. ^ Guo, Yuchen; Jogee, Shardha; Finkelstein, Steven L.; Chen, Zilei; Wise, Eden; Bagley, Micaela B.; Barro, Guillermo; Wuyts, Stijn; Kocevski, Dale D.; Kartaltepe, Jeyhan S.; McGrath, Elizabeth J.; Ferguson, Henry C.; Mobasher, Bahram; Giavalisco, Mauro; Lucas, Ray A. (2023-03-01). "First Look at z > 1 Bars in the Rest-frame Near-infrared with JWST Early CEERS Imaging". The Astrophysical Journal Letters (dalam bahasa Inggris). 945 (1): L10. arXiv:2210.08658. Bibcode:2023ApJ...945L..10G. doi:10.3847/2041-8213/acacfb. ISSN 2041-8205.
  8. ^ "A closer look at IC 5201". www.spacetelescope.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 December 2016. Diakses tanggal 12 December 2016.
  9. ^ Eskridge, P. B.; Frogel, J. A. (1999). "What is the True Fraction of Barred Spiral Galaxies?". Astrophysics and Space Science. 269: 427–430. Bibcode:1999Ap&SS.269..427E. doi:10.1023/A:1017025820201. S2CID 189840251.
  10. ^ Bournaud, F.; Combes, F. (2002). "Gas accretion on spiral galaxies: Bar formation and renewal". Astronomy and Astrophysics. 392 (1): 83–102. arXiv:astro-ph/0206273. Bibcode:2002A&A...392...83B. doi:10.1051/0004-6361:20020920. S2CID 17562844.
  11. ^ Knapen, J. H.; Pérez-Ramírez, D.; Laine, S. (2002). "Circumnuclear regions in barred spiral galaxies — II. Relations to host galaxies". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 337 (3): 808–828. arXiv:astro-ph/0207258. Bibcode:2002MNRAS.337..808K. doi:10.1046/j.1365-8711.2002.05840.x. S2CID 10845683.
  12. ^ Lokas, Ewa L. (2019-09-06). "Anatomy of a buckling galactic bar". Astronomy & Astrophysics. 629: A52. arXiv:1906.03916. Bibcode:2019A&A...629A..52L. doi:10.1051/0004-6361/201936056. ISSN 0004-6361. S2CID 182953157.
  13. ^ Barred Spirals Come and Go, Sky and Telescope, April 2002
  14. ^ Wheeler, Vance; Valluri, Monica; Silva, Leandro Beraldo e; Dattathri, Shashank; Debattista, Victor P. (2023-11-16). "Early-growing Supermassive Black Holes Strengthen Bars and Boxy/Peanut Bulges". The Astrophysical Journal (dalam bahasa Inggris). 958 (2): 119. arXiv:2306.07424. Bibcode:2023ApJ...958..119W. doi:10.3847/1538-4357/ace962. ISSN 0004-637X.
  15. ^ Ripples in a Galactic Pond Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Machine., Scientific American, October 2005
  16. ^ Sheth, Kartik; Elmegreen, Debra Meloy; Elmegreen, Bruce G.; et al. (2008). "Evolution of the Bar Fraction in COSMOS: Quantifying the Assembly of the Hubble Sequence". The Astrophysical Journal. 675 (2): 1141–1155. arXiv:0710.4552. Bibcode:2008ApJ...675.1141S. doi:10.1086/524980. ISSN 0004-637X. S2CID 14841360.
  17. ^ "A spiral in Andromeda". www.spacetelescope.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 February 2017. Diakses tanggal 6 February 2017.
  18. ^ "Galactic David and Goliath". www.spacetelescope.org (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-22. Diakses tanggal 2017-09-22.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Galaksi

Avila-Reese, V. (2003). "Physical processes behind the morphological Hubble sequence". Revista Mexicana de Astronomía y Astrofísica. 17: 107–120. arXiv:astro-ph/0303543

Ledakan Besar

teori Ledakan Besar dirumuskan oleh Alexander Friedmann. Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak Bumi dengan galaksi yang sangat jauh

Kronologi alam semesta

1142/9789814667173_0010. ISBN 978-981-4667-23-4. "HubbleSite - Dark Energy - Fate of the Universe". hubble.stsci.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-07

Proxima Centauri

diukur dengan menggunakan Fine Guidance Sensors pada teleskop luar angkasa Hubble, Proxima Centauri terletak sejauh 4,2 tahun cahaya. Pada titik pandang baik

Matahari

tanggal 2007-04-02. "Tau Ceti". SolStation. Diakses tanggal 2007-04-02. "HUBBLE ZEROES IN ON NEAREST KNOWN EXOPLANET". Hubblesite. 2006. Diakses tanggal

Garis waktu peristiwa jauh di masa depan

versi aslinya tanggal 17 May 2007. Diakses tanggal 16 May 2007. "NASA's Hubble Shows Milky Way is Destined for Head-On Collision". NASA. 31 May 2012. Diarsipkan

Sirius

intensitas bintang mereka. Pada tahun 2005, menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble, para astronom menentukan bahwa Sirius B memiliki diameter hampir sebesar

Stasiun Antariksa Internasional

tentang alam semesta kita dan sama pentingnya dengan Teleskop Luar Angkasa Hubble menurut NASA. Pada tanggal 3 April 2013, para ilmuwan melaporkan bahwa petunjuk