Teorema Feit–Thompson atau teorema urutan ganjil merupakan teorema di bidang matematika yang menyatakan bahwa setiap grup berhingga yang berorde ganjil dapat dipecahkan. Teorema tersebut dibuktikan pada awal tahun 1960-an oleh Walter Feit dan John Griggs Thompson.[1][2]

Sejarah

sunting

Pada awal abad ke-20, William Burnside mengajukan hipotesa bahwa setiap grup sederhana berhingga nonabelian memiliki orde genap. Richard Brauer menyarankan penggunaan centralizer involusi grup sederhana sebagai dasar untuk klasifikasi grup sederhana berhingga, karena teorema Brauer–Fowler menunjukkan bahwa hanya ada sejumlah grup sederhana berhingga dengan centralizer involusi tertentu.[3] Sebuah grup dengan order ganjil tidak memiliki involusi, sehingga untuk menjalankan program Brauer, pertama-tama perlu dibuktikan bahwa grup sederhana berhingga yang non-siklik tidak pernah memiliki orde ganjil. Hal tersebut setara dengan membuktikan bahwa grup orde ganjil dapat dipecahkan, yang telah dibuktikan oleh Feit dan Thompson.

Percobaan untuk memecahkan hipotesa Burnside dimulai oleh Michio Suzuki yang mempelajari grup CA (grup centralizer abelian). Dalam sebuah makalah perintis, dia menunjukkan bahwa semua grup CA dengan orde ganjil dapat dipecahkan.[4] Feit, Thompson, dan Marshall Hall kemudian mencoba memperluas usaha Suzuki ke keluarga grup CN. Mereka memperloleh hasil bahwa setiap grup CN dengan orde ganjil dapat dipecahkan.[5]

Teorema Feit–Thompson dapat dianggap sebagai langkah berikutnya dari proses pembuktian hipotesa Burnside. Teorema tersebut menunjukkan bahwa tidak ada grup sederhana non-siklis dengan orde ganjil sehingga setiap subgrup yang tepat dapat dipecahkan. Hal tersebut membuktikan bahwa setiap grup berhingga dengan orde ganjil dapat dipecahkan, karena contoh tandingan minimal harus berupa grup sederhana sehingga setiap subgrup yang tepat dapat dipecahkan.

Referensi

sunting
  1. ^ Feit, Walter; Thompson, John G. (1962-06). "A SOLVABILITY CRITERION FOR FINITE GROUPS AND SOME CONSEQUENCES". Proceedings of the National Academy of Sciences (dalam bahasa Inggris). 48 (6): 968–970. doi:10.1073/pnas.48.6.968. ISSN 0027-8424. PMC 220889. PMID 16590960.
  2. ^ Feit, Walter; Thompson, John (1963-09-01). "Chapter I, from Solvability of groups of odd order, Pacific J. Math, vol. 13, no. 3 (1963". Pacific Journal of Mathematics (dalam bahasa Inggris). 13 (3): 775–787. doi:10.2140/pjm.1963.13.775. ISSN 0030-8730.
  3. ^ Brauer, Richard (1957). "On the structure of groups of finite order". International Mathematical Union. Proceedings of the International Congress of Mathematicians, Amsterdam, 1954, Vol. 1. hlm. 209–217. MR 0095203. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-03-05.
  4. ^ Suzuki, Michio (1957-08). "The Nonexistence of a Certain Type of Simple Groups of Odd Order". Proceedings of the American Mathematical Society. 8 (4): 686. doi:10.2307/2033280.
  5. ^ Feit, Walter; Hall, Marshall; Thompson, John G. (1960-12). "Finite groups in which the centralizer of any non-identity element is nilpotent". Mathematische Zeitschrift (dalam bahasa Inggris). 74 (1): 1–17. doi:10.1007/BF01180468. ISSN 0025-5874.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hong Kong

Observatory. Diakses tanggal 10 Agustus 2015. "Monthly Data for Single Element". Diakses tanggal 14 April 2016. Mean monthly maxima and minima (i.e. the

Unsur identitas

2019-12-01. Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Weisstein, Eric W. "Identity Element". mathworld.wolfram.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-01

Global System for Mobile Communications

terdiri atas: Mobile Switching Center atau MSC, merupakan sebuah network element central dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler

Daftar kelompok hooligan

Bradford City – The Ointment Brentford – Ealing Road Army, Brentford Youth Element Bristol Rovers – Gas Hit Squad Bristol City – City Service Firm Burnley

Gereja nasional

autonomous system, the State recognizes the Catholic Church as an important element in the historical, cultural, and moral formation of Peru and lends it its

Tomorrow (seri televisi Korea Selatan)

흥미 더하는 판타지 요소 #로운 제2의 얼굴 #김희선 능력제어반지" [Tomorrow', a thrilling fantasy element #Rowoon's second face #Kim Hee-sun's ability control ring] (dalam bahasa

Mirza Fatali Akhundov

had been in the service of Nāder Shah, and consciousness of this African element in his ancestry served to give Āḵūndzāda a feeling of affinity with his

Everything You've Come to Expect

"Dracula Teeth"   2:51 4. "Everything You've Come to Expect"   3:13 5. "The Element of Surprise"   2:52 6. "Bad Habits"   3:00 7. "Sweet Dreams, TN" Turner