Gambaran Pantai Timur Jave La Grande dari Atlas Nicholas Vallard tahun 1547

Java la Grande (Pulau Jawa Besar) adalah sebuah pulau besar yang ditunjukkan dalam peta abad ke-16 dengan kontur mirip dengan Australia. Menurut Marco Polo, Java la Grande adalah pulau terbesar di dunia, sedangkan Mynor Jave (Jawa kecil) adalah pulau Sumatra.[1]

Asal

sunting

Karena kesalahan penulisan dalam Buku III perjalanan Marco Polo melewati rute selatan dari Champa, dimana nama Jawa diganti dengan Champa sebagai titik keberangkatan, Jawa Kecil terletak 1.300 mil sebelah selatan Jawa Major, bukan dari Champa atau dekat perpanjangan dari Terra Australis.[2]

Pendapat Jean Alfonse

sunting

Menurut Jean Alfonse seorang navigator dan kosmografer dalam karyanya tahun 1544, La Cosmographie menerangkan Jawa Mayor adalah bagian dari benua Terra Australis, yang diperpanjang sampai Kutub Antarktika dan Selat Magellan. Di La Cosmographie, Alfonse mendefinisikan Java la Grande sebagai perpanjangan dari benua Antarktika raksasa, atau Terra Australis: "Jawa ini menyentuh Lurus dari Selat Magellan di barat, dan di timur Terra Australis ... Saya memperkirakan bahwa pantai Laut Samudera disebut pantai Austral meluas ke arah timur ke Jawa, ke pantai barat kata Jawa ". Rupanya untuk menghormati klaim Marco Polo bahwa Java La Grande adalah pulau terbesar di dunia, Alfonse memberi nama Mynore Jave ke pulau Jawa dan nama La Grand Jave ke tanah benua ke selatan. Tapi menurut Marco Polo yang dimaksud Java Minor adalah Sumatra (Samatrez).

Java la Grande sebagai Australia

sunting

Java la Grande adalah massa selatan tanah besar Sumatra dan Semenanjung Melayu, dan mungkin bisa mewakili beberapa pemetaan dari pantai Australia oleh navigator Prancis atau Portugis. Ini adalah bagian dari bagan untuk Timur Jauh dan Hindia. Orientasi peta adalah dengan selatan di bagian atas. Hal ini dianggap bahwa peta tersebut berasal dari bagian dalam bagan sebelumnya Portugis dan mengandung campuran nama Prancis dan Portugis. Satu nama Coste dangereuse kemudian akan ditafsirkan oleh beberapa ilmuan sebagai referensi untuk terumbu karang di sepanjang pantai timur Australia dan bukti penemuan Portugis di sana.[3]

Java la Grande dianggap sebagai sebuah pulau yang sangat besar terpisah atau sebagai bagian dari benua selatan yang luas atau Terra Australis incognita. Orang Yunani kuno berhipotesis bahwa harus ada sebuah daratan besar agar Eropa dan Asia seimbang. Ketika Ptolemy dari Alexandria diterbitkan Geographia nya sekitar tahun 150 SM ia menghasilkan benua selatan hipotetis Terra Australis nondum cognita, atau Tanah Selatan yang dikenal. Dalam peta Ptolemy benua itu tergabung dengan pantai timur Afrika dikenal dengan Asia Timur. Pada awal abad 16, Afrika telah dibulatkan oleh penjelajah Portugis dan India dan Hindia Timur tercapai. Samudera Hindia tidak bisa lagi dianggap sebagai tanah-terkunci. Terra Australis nondum cognita sedang berkurang dalam ukuran, dan dalam dekade mendekati awal abad ke-17, barulah Australia digambarkan dengan bentuk yang tepat pada peta dunia. Java la Grande adalah tahap sementara dan belum terbukti secara meyakinkan bahwa itu merupakan penemuan yang benar oleh orang Eropa.

Gambar-gambar

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Marco Polo, Milione: il Milione nelle redazioni toscana e franco-italiana, Le Divisament dou Monde, Gabriella Ponchi (ed.), Milano, Arnoldo Mondadori Editore, 1982, p.540, Cap.clxiii, "La grant isle de Java"
  2. ^ (Sir Henry Yule (ed.), The Book of Ser Marco Polo, London, Murray, 1921, Vol.II, pp.276-280)
  3. ^ Desceliers' 1546 mappemonde is held at the John Rylands Library, University of Manchester, and may be viewed at: rylibweb.man.ac.uk/specialcollections/guide/atoz/frenchms

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teori penemuan Australia oleh Portugis

wilayah daratan besar antara Indonesia dan Antarktika. Dilabeli sebagai Java la Grande, wilayah daratan tersebut mencantumkan nama-nama tempat dalam bahasa

Kontak Jawa dengan Australia

Eredia terhadap adanya tanah di selatan dan menyesuaikan Marco Polo-nya Java la Grande dengan istilahnya sendiri, yaitu Meridional India (India Selatan). Menurut

Jean Parmentier

Gambar yang menunjukkan kapal sedang berlayar dekat Java la Grande di Vallard Atlas 1547, Sekolah Kartografi Dieppe.

Paramount land

Square Madison Grande Kawasan Sorrento Sorrento Grande East Sorrento Grande West Sorrento Square Sorrento Place Sorrento Junction Pisa Grande Kawasan Pasar

Terra Australis

diseimbangkan oleh Benua Penyeimbang yang aneh dan kurang dikenal. Java la Grande John Noble Wilford: The Mapmakers, the Story of the Great Pioneers in

Jalan Raya Pos

Wilayah Eropa. 4 (3). Nas, Peter J. M.; Pratiwo (2002). "Java and De Groote Postweg, La Grande Route, the Great Mail Road, Jalan Raya Pos". Bijdragen tot

Sejarah Kota Bandung

ISBN 978-979-461-874-5. Nas, Peter J.M.; Pratiwo (2002). "Java and De Groote Postweg, La Grande Route, the Great Mail Road, Jalan Raya Pos". Bijdragen tot

Shakira Jasmine

olah vokal sejak ia kelas 6 SD. Dalam bermusik, Shakira mengaku Ariana Grande merupakan panutannya. Ia mengaku kagum dengan penyanyi perempuan yang tidak