Korintus
Κόρινθος
Kórinthos
Permukiman
Kuil Apollo di Korintus Kuno
Kuil Apollo di Korintus Kuno
Lambang resmi Korintus
NegaraYunani
Daerah administratifPeloponnesus
Luas
 • Total102,2 km2 (395 sq mi)
Ketinggian tertinggi
10 m (30 ft)
Ketinggian terendah
0 m (0 ft)
Populasi
 (2001)[1]
 • Total36.555
 • Kepadatan36/km2 (93/sq mi)
DemonimCorinthian
Zona waktuUTC+2 (EET)
 • Musim panas (DST)UTC+3 (EEST)
Kode pos
201 00
Kode area telepon27410
Pelat nomorKP
Situs webwww.korinthos.gr

Korintus (bahasa Yunani: Κόρινθος, Korintos; bahasa Latin: Corinthus) adalah kota kuno yang pernah menjadi salah satu kotapraja di Satuan Daerah Korintia, Daerah Administratif Peloponesos, kawasan tengah-selatan negara Yunani. Kota ini didirikan pada Zaman Neolitikum sekitar tahun 6000 SM. Pada tahun 146 SM, Korintus sempat dihancurkan oleh Lucio Mummio dari Romawi, dan kota ini didirikan kembali pada tahun 44 SM oleh Gaius Julius Caesar.

Sekarang Korintus adalah ibu kota Prefektur Korintia.

Catatan Alkitab

sunting

Kota Korintus disebut berulangkali di Alkitab bagian Perjanjian Baru, terutama berkaitan dengan pekerjaan pekabaran Injil oleh rasul Paulus di sana. Di bawah kekuasaan Romawi, Korintus dibangun menjadi kota besar di provinsi Akhaya yang meliputi seluruh Yunani selatan dan semenanjung Peloponnesus dan banyak penduduknya merupakan campuran dari orang-orang Romawi, Yunani dan juga sejumlah orang Yahudi. Ketika Paulus pertama kalinya datang ke kota itu (sekitar tahun 51-52 M), Galio menjabat gubernur ("prokonsul") Akhaya (51-53 M). Menurut Kisah Para Rasul 18, Paulus tinggal selama 18 bulan di Korintus.[2] Di sinilah ia berkenalan pertama kalinya dengan Akwila dan Priskila. Krispus, seorang kepala rumah ibadat sinagoge di Korintus, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, setelah mendengarkan pemberitaan Paulus, dan memberi diri dibaptis.[3] Selain Krispus dan keluarganya, Paulus membaptis Gayus dan Stefanus beserta keluarganya.[4] Satu setengah tahun kemudian jabatan kepala rumah ibadat diduduki oleh Sostenes yang juga seorang Kristen dan sempat dianiaya oleh orang-orang Yahudi di depan gedung pengadilan.[5] Tidak lama setelah Paulus berangkat ke tempat lain, Apolos datang dari Efesus.

Paulus menulis 2 surat kepada jemaat di Korintus yang dimasukkan menjadi bagian Alkitab, yaitu Surat 1 Korintus dan Surat 2 Korintus. Surat yang pertama mengindikasikan sejumlah konflik antara gereja di sana dengan masyarakat di sekitarnya. Sejumlah pakar menduga bahwa Paulus sempat datang sesaat "dalam dukacita"[6] di antara penulisan surat pertama dan kedua. Setelah penulisan surat yang kedua, Paulus tinggal di Korintus lagi selama sekitar 3 bulan.[7] di akhir musim dingin (sebelum hari Paskah Yahudi), dan di sana ia menulis suratnya kepada jemaat di Roma.[8]

Korintus menjadi pusat kota seks terbesar pada masa itu, tindakan amoralitas bahkan ada suatu ungkapan dalam peribahasa Yunani; "Hampir idak ada laki-laki yang sanggup bertahan bila melakukan perjalanan ke Korintus".

Kota Korintus lama (sampai tahun 1858) dan baru (sejak 1858)

Dari informasi di dalam surat-suratnya kepada jemaat di Korintus, sejumlah pakar menduga bahwa Paulus sebenarnya menulis sebanyak 4 surat,[9] di mana hanya 2 yang dimasukkan ke dalam kanon Alkitab. Ada juga naskah apokrif berjudul "Surat Paulus yang ketiga kepada jemaat di Korintus" yang ditolak untuk dimasukkan ke dalam kanon.

Kota kembar

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ De Facto Population of Greece Population and Housing Census of March 18th, 2001 (PDF 39 MB). National Statistical Service of Greece. 2003.
  2. ^ Kis 18:1–9
  3. ^ Kis 18:8
  4. ^ 1 Korintus 1:14–16
  5. ^ Kis 18:17
  6. ^ 2 Korintus 2:1
  7. ^ Kis 20:3
  8. ^ Bryant, T. A. (1982). Today's Dictionary of the Bible. Bethany House Publishers, NY.
  9. ^ Orr, William F. and James Arthur Walther (1976). I Corinthians: A New Translation (Anchor Bible). Doubleday, p. 120.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Aleksander dari Korintos

Alexander (wafat 247 SM) adalah seorang gubernur Makedonia dan tiran Korintus. Ia adalah putra dari Craterus yang dipercaya untuk memerintah Korintus dan

Makedonia (kerajaan kuno)

Nikea (dekat Termopilai), sehingga Tivai bergabung dengan Atena, Megara, Korintos, Akhaia, dan Euboia dalam upaya terakhir mereka untuk membendung Makedonia

Liga Korinthos

Liga Korinthos, atau Liga Korintus, juga kadang-kadang disebut sebagai Liga Helenik (nama asli: Helenes - 'Bangsa Yunani') adalah sebuah federasi negara

Pertempuran Korintus (146 SM)

Pertempuran Korintus adalah sebuah pertempuran yang terjadi antara Republik Romawi dan negara-kota Yunani Korintus dan sekutu-sekutunya di Liga Akaea pada

Alfabet Yunani Kuno

ini ditemukan di kota-kota dodekapolis Ionia, Knidos di Anatolia, dan di Korintos dan Argos di Peloponnesos bagian timur laut. Huruf eta (Ηcode: grc is deprecated

Bahasa Yunani Kuno

dituturkan oleh masyarakat Sparta), dan Doria Peloponnesos Utara (termasuk Korintos). Dialek yang dituturkan di Lesbos merupakan bagian dari ragam Aiolia.

Megara

penduduknya 23,032 pada 2001. Megara terletak di bagian utara Isthmos Korintos berseberangan dengan pulau Salamis, yang pada masa arkais termasuk ke dalam

Kore (patung)

telah ditemukan di seluruh Yunani, seperti di Athena, Ionia, Kyklades, dan Korintos. Hal ini menunjukkan bahwa kore tidak terpencil secara kedaerahan. Penggalian