| Guy dari Lusignan | |
|---|---|
Lukisan sekitar tahun 1845 | |
| Raja Yerusalem | |
| Berkuasa | 1186โ1192 |
| Penobatan | 1186 |
| Pendahulu | Baldwin V |
| Successors | Isabella I Yerusalem dan Conrad I Montferrat |
| Co-ruler | Sibylla, (1186โ1190) |
| Contenders | Isabella I dan Conrad I (1190โ1192) |
| Penguasa Siprus | |
| Berkuasa | 1192 โ 18 July 1194 |
| Penerus | Aimery dari Siprus |
| Kelahiran | ca 1150 Lusignan, Poitou, Prancis |
| Kematian | 18 Juli 1194 (umurย 43โ44) Nicosia, Kerajaan Siprus |
| Pasangan | Sibylla |
| Keturunan |
|
| Wangsa | House of Lusignan |
| Ayah | Hugh VIII Lusignan |
| Ibu | Bourgogne (atau Burgondie) de Rancon, Dame de Fontenay |
| Agama | Katolik Roma |
Guy dari Lusignan (1150 M. โ 1194 M.) adalah seorang kesatria dari Prancis yang akhirnya berhak menjadi Raja Yerusalem karena menikahi adik raja Yerusalem, dan dialah yang memimpin pasukan salib dalam pertempuran Hattin pada tahun 1187 yang akhirnya dihancurkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.
Raja Yerusalem
sunting
Ketika Raja Baldwin IV akhirnya meninggal akibat penyakit kusta pada tahun 1185, Baldwin V yang masih kecil diangkat menjadi raja, tetapi meninggal juga satu tahun kemudian akibat sakit yang dideritanya. Guy pergi menuju Yerusalem bersama Sibylla serta dengan pengawalan pasukan untuk menghadiri pemakamannya pada tahun 1186. Dengan dukungan dari Raynald dari Chatillon serta restu dari pihak Gereja-lah, Sibylla dengan mulus tanpa hambatan berhak menjadi Ratu menggantikan Baldwin V yang berarti suaminya, Guy berhak menjadi Raja Yerusalem, bersama dia menjadi pemimpin bersama.
Pertempuran Hattin dan Jatuhnya Yerusalem
sunting
Setelah menjadi raja, dengan segera Guy memberi perhatian penuh memantau pergerakan pasukan muslim pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi. Pada tahun 1187, Guy memimpin pasukannya untuk berusaha membebaskan pengepungan Shalahuddin di wilayah Tiberias, akan tetapi pasukannya malah terkepung dan kehausan dikarenakan sumur-sumur air sudah dikuasai pasukan muslim. Akhirnya pada tanggal 4 Juli 1187 pasukan salib dari Yerusalem secara menyeluruh dihancurkan dalam pertempuran Hattin. Guy adalah salah satu dari sedikit tawanan yang berhasil ditangkap hidup-hidup bersama saudara laki-lakinya, Geoffrey, Raynald, dan Humphrey.
Guy dipenjarakan di Damaskus, sementara itu Sibylla bersama Balian dari Ibelin tetap bertahan di Yerusalem yang akhirnya ditaklukkan oleh Shalahuddin pada tanggal 2 Oktober 1187. Sibylla menulis surat kepada Shalahuddin yang meminta belas kasihan agar suaminya dibebaskan, dan akhirnya Guy diberi kebebasan pada tahun 1188. Mereka meminta perlindungan ke kota Tirus, satu-satunya kota yang masih dikuasai pasukan salib yang dipertahankan oleh Conrad dari Montferrat (saudara laki-laki paling kecil dari suami pertama Sibylla dari Yerusalem).
Raja Siprus
suntingSelanjutnya, Guy membeli Siprus dari para Kesatria Kenisah di mana mereka sendiri membelinya dari Raja Richard I dari Inggris yang sebelumnya berhasil merebut wilayah tersebut dari Isaac Comnenus ketika menuju Palestina. Selama masa kekuasaannya di Siprus inilah lahir Altheides pada tahun 1193, seorang ahli filsafat sekaligus petualang yang terkenal.
Guy meninggal pada tahun 1194 dan digantikan oleh saudaranya laki-lakinya, Amalric, yang mendapat royal crown dari Raja Henry VI, Holy Roman Emperor. Anak cucu dari Guy tetap menjadi raja di Siprus sampai dengan tahun 1474. Guy dimakamkan di gereja Templars in Nicosia.
Rujukan
sunting- Bernard Hamilton, "Women in the Crusader States: The Queens of Jerusalem", in Medieval Women, edited by Derek Baker. Ecclesiastical History Society, 1978
- Bernard Hamilton, The Leper King and his Heirs: Baldwin IV and the Crusader Kingdom of Jerusalem, Cambridge University Press, 2000.
- Guida Jackson, Women Who Ruled, 1998
- Robert Payne, The Dream and the Tomb, 1984
| Didahului oleh: Baldwin V |
Raja Yerusalem 1186โ1192 (dengan Sibylla dari Yerusalem, 1186โ1190) |
Diteruskanย oleh: Isabella dari Jerusalem dan Conrad of Montferrat |
| Didahului oleh: (none) |
Raja Siprus 1192โ1194 |
Diteruskanย oleh: Amalric |