Artikel ini dilindungi.

Aksara Sunda Baku
แฎƒแฎŠแฎชแฎžแฎ› แฎžแฎฅแฎ”แฎชแฎ“ แฎ˜แฎŠแฎฅ
ุฃูŽูƒู’ุณูŽุงุฑูŽุง ุณููˆู†ู’ุฏูŽุง ุจูŽุงูƒููˆ
Kata "Aksara Sunda" menggunakan aksara Sunda.
Jenis aksara
Diciptakan16 Juni 1999
Disiarkan
April 2008
Periode
caโ€‰(sekitar) abad ke-14โ€“18 (seperti aksara Sunda kuno)
1999 hingga sekarang (seperti aksara Sunda)
StatusAktif di-digitalisasi
Aksara resmiAksara Sunda
DaerahJawa Barat, Banten, sebagian Jawa Tengah
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Aksara kerabat
ISO 15924
ISO 15924Sund, 362ย Sunting ini di Wikidata, โ€‹Sunda
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Sundanese
U+1B80โ€“U+1BBF
U+1CC0โ€“U+1CCF
Informasi tambahan mengenai aksara Sunda ada di [sini] (dalam bahasa Inggris).
ย Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ย ], /ย / dan โŸจย โŸฉ, Lihat IPA ยงย Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.
Bagian dari artikel tentang
Aksara yang digunakan di Indonesia
Abugida (Brahmik)
Abjad
Alfabet
Lainnya
Terkait

Aksara Sunda Baku (แฎƒแฎŠแฎชแฎžแฎ›โ€Š แฎžแฎฅแฎ”แฎชแฎ“โ€Š แฎ˜แฎŠแฎฅ) merupakan sistem penulisan tradisional yang digunakan untuk menuliskan bahasa Sunda kontemporer. Aksara ini merupakan hasil penyesuaian dari Aksara Sunda Kuno, yang digunakan di wilayah Sunda sejak sekitar abad ke-14 hingga abad ke-18. Saat ini, Aksara Sunda Baku lazim disebut sebagai Aksara Sunda.[1] Karena susunan aksara konsonannya yang diawali dengan pola "ka-ga-nga", aksara ini sering keliru diidentifikasi sebagai Aksara Kaganga (Surat Ulu), yaitu kelompok aksara tradisional yang berkembang di wilayah Sumatera bagian selatan dan Bengkulu.

Sejarah

sunting
Perbandingan aksara Kawi, aksara Sunda kuno, dan aksara Sunda baku
Sebuah Prasasti Ciaruteun dengan ukiran tulisan beraksara Pallawa di kawasan perkebunan Semplak, Buitenzorg atau sekarang Bogor.
Dokumentasi Prasasti Ciaruteun beraksara Pallawa di perkebunan Semplak, Buitenzorg (Bogor)

Aksara Sunda merupakan sistem tulisan yang berkembang dan digunakan oleh masyarakat Sunda di wilayah Jawa bagian barat. Tradisi tulis masyarakat Sunda telah dikenal sejak sekitar abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, yang dibuktikan melalui sejumlah prasasti beraksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Tradisi tersebut kemudian berkembang hingga melahirkan bentuk aksara khas Sunda yang dikenal sebagai Aksara Sunda Kuno, yang sebagian besar telah dibahas oleh Kern (1917) dalam karyanya yang berjudul Verspreide Geschriften: Inscripties van den Indischen Archipel.[2]

Sebuah batu prasasti berwarna abu-abu gelap dengan permukaan agak kasar dan bentuk tidak beraturan. Pada bagian depannya terdapat ukiran aksara Sunda Kuno yang tersusun dalam beberapa baris. Batu prasasti ditempatkan di area terbuka.
Prasasti Kawali 1 yang menggunakan Aksara Sunda Kawali.
Lempeng tembaga Prasasti Kebantenan dengan tulisan Aksara Sunda Kuno gaya Kawali.
Prasasti Kebantenan beraksara Sunda Kuno gaya Kawali.
Halaman naskah Wirid Nur Muhammad yang ditulis dengan Aksara Sunda Kuno gaya Ratu Pakuan.
Naskah Wirid Nur Muhammad beraksara Sunda Kuno gaya Ratu Pakuan
Contoh tulisan Aksara Sunda Kuno dengan gaya Ratu Pakuan.
Aksara Sunda Kuno bergaya Ratu Pakuan.

Aksara Sunda Kuno diperkirakan digunakan sejak abad ke-14 hingga abad ke-18 untuk menuliskan bahasa Sunda Kuno dalam prasasti, naskah lontar, serta dokumen keagamaan dan kesusastraan. Beberapa bukti penggunaan aksara ini dapat ditemukan pada Prasasti Kawali di Kawali, Ciamis, serta Prasasti Kebantenan di Bogor. Secara paleografis, Aksara Sunda Kuno merupakan hasil perkembangan dari aksara turunan Pallawa yang juga berkaitan dengan aksara Kawi.

Halaman kitab hukum Hindia Belanda berbahasa Sunda yang ditulis menggunakan aksara Cacarakan.
Kitab undang-undang Hindia Belanda dalam bahasa Sunda menggunakan Aksara Cacarakan.
Teks Yohanes 3:16 dalam bahasa Sunda yang ditulis menggunakan aksara Pegon.
Contoh penulisan bahasa Sunda menggunakan Aksara Pegon berupa teks Yohanes 3:16.
Contoh teks bahasa Sunda dialek Lelea dari Indramayu yang ditulis dengan huruf Latin.
Teks berbahasa Sunda Indramayu menggunakan aksara Latin.

Selain Aksara Sunda Kuno, masyarakat Sunda juga mengenal dan menggunakan beberapa sistem tulisan lain sesuai dengan perkembangan budaya dan pengaruh politik pada masanya. Aksara Pallawa digunakan pada masa awal pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara, sedangkan aksara Jawa dan Cacarakan mulai berkembang di Tatar Sunda setelah masuknya pengaruh budaya Jawa dan Islam. Di lingkungan pesantren, aksara Pegon digunakan untuk menuliskan bahasa Sunda maupun bahasa Arab. Sementara itu, aksara Latin mulai digunakan secara luas sejak masa kolonial Belanda pada akhir abad ke-19.

Penelitian terhadap prasasti dan naskah beraksara Sunda mulai dilakukan secara intensif pada akhir abad ke-19 hingga abad ke-20 oleh sejumlah sarjana asing, seperti Karel Frederik Holle dan Cornelis Marinus Pleyte. Penelitian tersebut kemudian dilanjutkan oleh peneliti Indonesia, antara lain Atja dan Edi S. Ekadjati. Hasil penelitian tersebut berperan dalam meningkatkan kesadaran mengenai keberadaan Aksara Sunda sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sunda.[2]

Upaya pelestarian dan standardisasi Aksara Sunda mulai dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada akhir abad ke-20. Pada tahun 1996 diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6 Tahun 1996 tentang Pelestarian, Pembinaan, dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda. Peraturan tersebut kemudian diperbarui melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2003 dan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2014.[3]

Pada tanggal 21 Oktober 1997, diselenggarakan Lokakarya Aksara Sunda di Kampus Unpad, Jatinangor, yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Fakultas Sastra Unpad. Lokakarya tersebut menghasilkan rumusan aksara standar yang kemudian dikaji oleh Tim Pengkajian Aksara Sunda. Berdasarkan hasil kajian tersebut, pada tanggal 16 Juni 1999 diterbitkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 434/SK.614-Dis.PK/99 yang menetapkan bentuk baku Aksara Sunda, yang kemudian dikenal sebagai Aksara Sunda Baku.

Penggunaan

sunting

Saat ini, Aksara Sunda Baku mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas, antara lain melalui berbagai kegiatan kebudayaan daerah yang diselenggarakan di Bandung. Selain itu, aksara ini juga digunakan pada papan nama Museum Sri Baduga, Kampus Yayasan Atikan Sunda serta Kantor Dinas Pariwisata Kota Bandung.

Pemerintah daerah di beberapa wilayah juga mulai mengadopsi penggunaan Aksara Sunda Baku. Pemerintah Kota Tasikmalaya, misalnya, telah menggunakan aksara ini pada papan nama jalan-jalan utama. Sementara itu, di Kota Bandung dan Kota Bogor, penggunaan bahasa Sunda dengan Aksara Sunda Baku pada papan nama jalan ditempatkan berdampingan dengan penulisan dalam bahasa Indonesia (alfabet Latin).[4][5][6]

Namun demikian, hingga akhir tahun 2008, pembelajaran Aksara Sunda Baku belum diwajibkan secara formal di sekolah oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, meskipun bahasa Sunda telah menjadi mata pelajaran wajib. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian aksara belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem pendidikan formal.[7][8]

Sebagai perbandingan, beberapa daerah lain, seperti Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah, telah lebih dulu mewajibkan pembelajaran aksara daerah bersamaan dengan bahasa daerah di tingkat sekolah dasar. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi bahasa dan aksara dalam pendidikan formal dapat mempercepat pelestarian budaya tulis lokal. [9]

Dalam praktiknya, penerapan Aksara Sunda Baku di ruang publik masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait akurasi penulisan. Kesalahan penulisan pernah terjadi pada papan nama di depan Balai Kota Sukabumi yang menyebabkan perubahan makna dari "Balai Kota Sukabumi" menjadi "Nyala Kata Sukanyama". Kasus ini mendapat kritik dari pegiat budaya karena menunjukkan lemahnya validasi teknis dalam penggunaan aksara daerah.[10]

Menanggapi hal tersebut, pemerintah setempat kemudian melakukan perbaikan dengan mencopot dan memperbaiki penulisan aksara yang keliru. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kesalahan tersebut terjadi akibat hilangnya tanda diakritik (rarangkรฉn) pada aksara, yang berdampak signifikan terhadap perubahan makna.[11]

Penggunaan, pemeliharaan, dan pengembangan bahasa, sastra, dan Aksara Sunda di Kota Bandung sendiri diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012. Regulasi ini menjadi landasan formal dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Sunda, termasuk aksaranya.[12]

Bentuk

sunting

Aksara Sunda Baku terdiri atas 32 aksara dasar, yaitu 7 aksara swara (vokal mandiri) dan 23 aksara ngalagena (konsonan bervokal /a/). Aksara swara meliputi a, รฉ, i, o, u, e, dan eu.

Aksara Swara (trapesium modern)
Pelafalan Depan Madya Belakang Gelungan Dental
Tertutup (Tinggi)
แฎ„
[i]
i

แฎ…
[u]
u
Setengah tertutup (Sedang)
แฎ†
[ษ›]
รฉ

แฎˆ
[ษ™]
e[1]

แฎ‰
[ษค]
eu[2]

แฎ‡
[ษ”]
o[2]
Terbuka (Rendah)
แฎƒ
[a]
a
Vokal silabis / historis
แฎป
[rฬฉษค]
reu[3]

แฎผ
[lฬฉษค]
leu[3]
Catatan:

  • ^1 Vokal e [ษ™] (pepet) berada di tengah trapesium karena posisi lidahnya paling netral.
  • ^2 Vokal eu [ษค] dan o [ษ”] sama-sama berada pada posisi sedang-belakang, tetapi eu merupakan vokal tidak bulat sedangkan o vokal bulat.
  • ^3 Vokal konsonan pangreureu reu [rฬฉษค] dan pangliwet leu [lฬฉษค] dari bahasa Sanskerta tidak dimasukkan ke dalam trapesium vokal karena keduanya merupakan konsonan silabis, bukan vokal murni. Contoh berturut-turut: kata reup (แฎปแฎ•แฎช), artinya "gelap, merem", dan kata leuwih (แฎผแฎแฎคแฎ‚), artinya "jauh, lebih".

Sedangkan aksara ngalagena tersusun dalam kelompok ka-ga-nga, ca-ja-nya, ta-da-na, pa-ba-ma, ya-ra-la, dan wa-sa-ha. Lima aksara ngalagena tambahan dimunculkan untuk merekam perkembangan bahasa Sunda, termasuk merepresentasikan bunyi serapan dari bahasa asing. Namun demikian, bentuk aksara tambahan tersebut bukan merupakan kreasi baru, melainkan hasil modifikasi dari aksara yang telah ada sebelumnya. Sebagai contoh, aksara fa dan va merupakan modifikasi dari aksara pa; aksara qa dan xa merupakan modifikasi dari aksara ka; sedangkan aksara za merupakan modifikasi dari aksara ja. Dua aksara tambahan lainnya, yaitu kha dan sya, digunakan untuk melambangkan fonem yang berasal dari abjad Arab ุฎ dan ุด.

Aksara Ngalagena (dengan huruf serapan)
Tempat pelafalan Nirsuara Bersuara Sengauan Semivokal Tril Lateral Sibilan Celah-suara
Nirhembus Berhembus Nirhembus Berhembus
Lelangit-belakang
แฎŠ
[ka]
ka

แฎ‹
[ka~kสทa]
qa[4]

แฎฎ
[xa~ษฆa]
kha[8]

แฎŒ
[ga]
ga

แฎ
[ล‹a]
nga[1]

แฎ 
[ha]
ha
Lelangit
แฎŽ
[tสƒa]
ca

แฎ
[dส’a]
ja

แฎ
[za]
za[5]

แฎ‘
[ษฒa]
nya[2]

แฎš
[ja]
ya

แฎฏ
[สƒa~ษ•a]
sya[9]
Gelungan
แฎ“
[da]
[tฬชฬša] (akhir)
da

แฎ›
[ra~ษพa]
ra

แฎœ
[la]
la

แฎž
[sa]
sa

แฎŸ
[kหˆsa]
xa[7]
Gigi
แฎ’
[tฬชa]
[tฬชฬša] (akhir)
ta

แฎ”
[nฬชa]
na
Gigi-bibir
แฎ–
[fa]
fa

แฎ—
[va~fa]
va[6]
Bibir
แฎ•
[pa]
pa

แฎ˜
[ba]
ba

แฎฝ
[bสฐa] atau [i]
bha/i kuno[3]

แฎ™
[ma]
ma

แฎ
[wa]
wa
Catatan:

  • ^1 fonem /nga/ [ล‹a], misal kata ngagugu (แฎแฎŒแฎฅแฎŒแฎฅ) artinya nurut kepada orang tua.
  • ^2 fonem /nya/ [ษฒa], misal kata nyanggakeun (แฎ‘แฎ€แฎŒแฎŠแฎฉแฎ”แฎช) artinya mempersembahkan.
  • ^3 fonem /bha/ [bสฐa] berasal dari aksara Sunda kuno untuk penggunaan bahasa Sanskerta dan sudah tidak digunakan lagi dalam pemakaian modern. Masih diperdebatkan apakah ini dibaca /bha/ atau sebenarnya huruf vokal /i/ [i] kuno.
  • Huruf yang berasal dari kata serapan asing:
    • ^4 fonem /qa/ dibaca sama seperti /kwa/ [kสทa]; misal Qur'an dibaca [kur.an].
    • ^5 fonem /za/:
      • Di awal/tengah kata: dibaca /z/ [z]; misalnya Zendaya dibaca [zษ›nหˆdeษช.ษ™].
      • Di akhir kata: dibaca /s/ [s]; misalnya hafiz dibaca hapis [ha.pis].
    • ^6 fonem /fa/ [fa] dan /v/ [va] biasanya disesuaikan menjadi /pa/ [pa]; misalnya faedah โ†’ paedah [pa.ษ›.dah], vitamin โ†’ pitamin [pi.ta.min], dan Vespa โ†’ pespa [pษ›s.pa].
    • ^7 fonem /xa/:
      • Di awal kata: [sa]; misalnya xenon dibaca [sษ›.non].
      • Di akhir kata: /ks/ [k] dan [s]; misalnya fax dibaca [pakหˆs] atau [pak], x-ray dibaca [ษ›ks.rษ›i], atau Oxford dibaca [ษ”ksหˆpษ”rt].
  • Huruf berikut digunakan dalam lingkungan pesantren:
    • ^8 fonem /kha/ [xa] berasal dari huruf serapan Arab (ุฎ); misalnya khotbah dibaca [xot.bah].
    • ^9 fonem /sya/ [สƒa] berasal dari huruf serapan Arab (ุด); misalnya syahid dibaca [สƒa.hid].

Aksara ini juga memiliki rarangkรฉn, yaitu tanda diakritik yang berfungsi untuk mengubah atau menambahkan bunyi serta menghilangkan rarangkรฉn (pamaรฉh) pada aksara dasar. Tiga belas rarangkรฉn tersebut, berdasarkan posisinya, dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: (1) lima rarangkรฉn di atas huruf, (2) tiga rarangkรฉn di bawah huruf, dan (3) lima rarangkรฉn sejajar dengan huruf. Untuk menuliskan angka atau bilangan, aksara ini memiliki 10 angka dasar, yaitu dari 0 sampai 9.

Dari segi bentuk, huruf ngalagena dan rarangkรฉn memiliki sudut 45ยฐโ€“75ยฐ. Umumnya, perbandingan dimensi huruf (tinggi:lebar) adalah 4:4, kecuali untuk huruf ra (4:3), ba dan nya (4:6), serta aksara swara i (4:3). Rarangkรฉn memiliki perbandingan dimensi 2:2, kecuali panyecek (1:1), panglayar (4:2), panyakra (2:4), pamaรฉh (4:2) dan pamingkal (2:4 pada sisi bawah, 3:2 pada sisi kanan). Angka memiliki perbandingan dimensi 4:4, kecuali angka 4 dan 5 yang berukuran 4:3.

Aksara Swara

sunting
Diagram atau tampilan visual aksara swara dalam Aksara Sunda Baku.
Representasi grafis aksara swara dalam Aksara Sunda Baku.
Aksara Swara (deret modern)
Artikulasi Huruf IPA Latin Kategori
Vokal
แฎƒ
[a] a[1] Vokal dasar

แฎ†
[ษ›] รฉ[2] Vokal dasar

แฎ„
[i] i[3] Vokal dasar

แฎ‡
[ษ”] o[4] Vokal dasar

แฎ…
[u] u[5] Vokal dasar

แฎˆ
[ษ™] e[6] Vokal dasar

แฎ‰
[ษค] eu[7] Vokal dasar
Vokal silabis / historis
แฎป
[rฬฉษค] reu[8] Historis

แฎผ
[lฬฉษค] leu[9] Historis
Catatan:

^1 baca seperti bapa [bapa].
^2 baca seperti รฉta [ษ›ta].
^3 baca seperti imah [imah].
^4 baca seperti oray [ษ”ray].
^5 baca seperti ucing [ucing].
^6 baca seperti bener [bษ™nษ™r].
^7 baca seperti keur [kษคr].
^8 karakter historis; nilai bunyi: [rฬฉ].
^9 karakter historis; nilai bunyi: [lฬฉ].

Aksara Ngalagena

sunting
Diagram atau tampilan visual huruf-huruf ngalagena dalam Aksara Sunda Baku.
Representasi grafis aksara ngalagena dalam Aksara Sunda Baku.
Aksara Ngalagena (deret modern)
Pola deret ka-ga-nga ka ga nga ca ja nya

แฎŠ

แฎŒ

แฎ

แฎŽ

แฎ

แฎ‘
ta da na pa ba ma

แฎ’

แฎ“

แฎ”

แฎ•

แฎ˜

แฎ™
ya ra la wa sa ha

แฎš

แฎ›

แฎœ

แฎ

แฎž

แฎ 
Serapan asing fa va qa xa za โ€”

แฎ–

แฎ—

แฎ‹

แฎŸ

แฎ
โ€”
Serapan Arab kha sya โ€” โ€” โ€” โ€”

แฎฎ

แฎฏ
โ€” โ€” โ€” โ€”

Rarangkรฉn

sunting

Berdasarkan letak penulisannya, 13+5 Rarangkรฉn dikelompokkan sebagai berikut:

  • Rarangkรฉn di atas huruf = 5 macam
Rarangkรฉn di atas huruf
Rarangkรฉn Keterangan

แฎฐแฎค
Panghulu, merubah vokal dari [a] menjadi [i].
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎค = ki

แฎฐแฎจ
Pamepet, merubah vokal dari [a] menjadi [ษ™].
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎจ = ke

แฎฐแฎฉ
Paneuleung, merubah vokal dari [a] menjadi [ษค].
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎฉ = keu

แฎฐแฎ
Panglayar, menambah konsonan [r] pada akhir suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎ = kar

แฎฐแฎ€
Panyecek, menambah konsonan [ล‹] pada akhir suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎ€ = kang
  • Rarangkรฉn di bawah huruf = 3+2[kuno] macam
Rarangkรฉn di bawah huruf
Rarangkรฉn Keterangan

แฎฐแฎฅ
Panyuku, merubah vokal dari [a] menjadi [u].
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎฅ = ku

แฎฐแฎข
Panyakra, menambah konsonan [r] di tengah suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎข = kra

แฎฐแฎฃ
Panyiku, menambah konsonan [l] di tengah suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎฃ = kla

แฎฐแฎฌ
Pamintel[kuno], menambah konsosnan [m] di tengah suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎฌ = kma
Misalnya: sukma โ†’ แฎžแฎฅแฎŠแฎฌ

แฎฐแฎญ
Papasangan[kuno], menambah konsosnan [w] di tengah suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎญ = kwa
Misalnya: dwi โ†’ แฎ“แฎญแฎค
Catatan:

(perlu rujukan terhadap nama pasangan kuno ini).

  • Rarangkรฉn sejajar dengan huruf = 5+3[kuno] macam
Rarangkรฉn sejajar dengan huruf
Rarangkรฉn Keterangan

แฎฆแฎฐ
Panรฉlรฉng, merubah vokal dari [ษ‘] menjadi [ษ›].
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎฆ = kรฉ

แฎฐแฎง
Panolong, merubah vokal dari [ษ‘] menjadi [ษ”].
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎง = ko

แฎฐแฎก
Pamingkal, menambah konsonan [j] di tengah suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎก = kya

แฎฐแฎ‚
Pangwisad, menambah konsonan [h] di akhir suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎ‚ = kah

แฎฐแฎช
Pamaรฉh atau patรฉn, meniadakan vokal (โˆ…) pada suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎช = k

แฎบ
Avagraha[kuno], adalah tanda yang berfungsi memisahkan bunyi vokal dari huruf tanpa pamaรฉh atau menggandakan konsonan.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎบ = k'a
Misal: แฎƒแฎœแฎฅแฎ”แฎบแฎŒแฎฉแฎ€ Alun'agung Gelombang pasang (tanpa spasi, langsung ditulis/tik)

แฎพ
Tanda[kuno] ini berfungsi menambah konsonan [k] di akhir suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎพ = kak
Misal: แฎƒแฎ”แฎพ Anak

แฎฟ
Tanda[kuno] ini berfungsi menambah konsonan [m] di akhir suku kata.
Contoh: แฎŠ = ka โ†’ แฎŠแฎฟ = kam
Misal: แฎ˜แฎ”แฎจแฎฟ Banem bumi/tanah
Catatan:

(perlu rujukan terhadap tanda kuno ini).

Angka Sunda

sunting

Angka dalam aksara Sunda diurutkan digit, dimulai dari nol sampai dengan sembilan.

Angka Sunda Angka Arab Bahasa Sunda Bahasa Indonesia

แฎฐ
0 แฎˆแฎ”แฎงแฎœแฎช
Enol
Nol

แฎฑ
1 แฎ แฎคแฎแฎค
Hiji
Satu

แฎฒ
2 แฎ“แฎฅแฎƒ
Dua
Dua

แฎณ
3 แฎ’แฎคแฎœแฎฅ
Tilu
Tiga

แฎด
4 แฎ‡แฎ•แฎ’แฎช
Opat
Empat

แฎต
5 แฎœแฎคแฎ™
Lima
Lima

แฎถ
6 แฎŒแฎจแฎ”แฎจแฎ•แฎช
Genep
Enam

แฎท
7 แฎ’แฎฅแฎแฎฅแฎ แฎช
Tujuh
Tujuh

แฎธ
8 แฎ“แฎœแฎ•แฎ”แฎช
Dalapan
Delapan

แฎน
9 แฎžแฎœแฎ•แฎ”แฎช
Salapan
Sembilan

Dalam teks, angka diapit oleh dua tanda pipa ( |โ€ฆ| ).

  • Misalnya:
    • Angka tahun penetapan rumusan Aksara Sunda Baku: |แฎฑแฎนแฎนแฎน| = 1999
    • Angka tanggal Indonesia merdeka: |แฎฑแฎท-แฎฐแฎธ-แฎฑแฎนแฎดแฎต| = 17-08-1945
    • Hargana (harganya) 2000 Rupiahย : แฎ แฎแฎŒแฎ” |แฎฒแฎฐแฎฐแฎฐ| แฎ›แฎฅแฎ•แฎคแฎƒแฎ‚
    • Ayeuna jam 7.20 wengi (Sekarang pukul tujuh lebih dua puluh menit malam): แฎƒแฎšแฎฉแฎ” แฎแฎ™แฎช |แฎท.แฎฒแฎฐ| แฎแฎจแฎแฎค

Tanda baca

sunting

Pada masa kini, Aksara Sunda Baku menggunakan tanda baca yang diadopsi dari sistem tata tulis Latin, seperti koma ( , ), titik ( . ), titik koma (ย ; ), titik dua (ย : ), tanda seru (ย ! ), tanda tanya (ย ? ), tanda kutip ( "โ€ฆ" ), tanda kurung ( (โ€ฆ) ), dan tanda kurung siku ( [โ€ฆ] ). Namun, Aksara Sunda Kuno memiliki tanda baca tersendiri yang disebut bindu.

Dalam sistem lama, bindu surya yang menggambarkan matahari โŸจแณ€โŸฉ digunakan pada โŸจแณ†แณ€แณ†โŸฉ, sedangkan bindu panglong yang menggambarkan bulan separuh โŸจแณโŸฉ digunakan pada โŸจแณ†แณแณ†โŸฉ. Kedua tanda tersebut berfungsi untuk menandai naskah yang bernilai religius, termasuk ba satanga โŸจแณ‡แณ‡โŸฉ Adapun bindu purnama yang menggambarkan bulan purnama โŸจแณ‚โŸฉ digunakan pada โŸจแณ…แณ‚แณ…โŸฉ untuk menandai naskah sejarah. Bindu cakra โŸจแณƒโŸฉ umumnya dipakai sebagai tanda koma; dalam beberapa konteks, bindu purnama juga dapat berfungsi sebagai koma ketika bindu surya dipakai sebagai penutup.

Selain itu, terdapat bindu leu satanga โŸจแณ„โŸฉ dari aksara โŸจแฎผโŸฉ, bindu ka satanga โŸจแณ…โŸฉ, bindu da satanga โŸจแณ†โŸฉ, dan bindu ba satanga โŸจแณ‡โŸฉ. Dari keempatnya, makna semantis bindu leu satanga masih belum jelas,[13] sedangkan tiga lainnya merupakan bentuk dekoratif yang berasal dari aksara dasar yang bersangkutan.

Penggunaan pasangan

sunting
Contoh tulisan kata โ€œSundaโ€ menggunakan gabungan aksara dalam Aksara Sunda Kuno.
Contoh penggunaan pasangan (gabungan dua aksara) dalam Aksara Sunda Kuno dengan teks berbunyi โ€œSundaโ€

Kata atau kalimat sederhana dalam Aksara Sunda Baku dapat ditulis secara langsung dengan menyusun aksara ngalagena yang mewakili bunyi dasar. Namun, pada kata tertentu dapat ditemukan gugus konsonan. Dalam hal ini, terdapat dua cara penulisan, yaitu menggunakan pamaรฉh atau pasangan.

Penggunaan pamaรฉh merupakan cara dasar untuk menghilangkan vokal inheren /a/ pada aksara ngalagena. Sementara itu, pasangan digunakan untuk menghindari penggunaan pamaรฉh di tengah kata serta untuk menghemat ruang penulisan. Bentuk pasangan ditulis dengan melekatan aksara ngalagena kedua pada aksara sebelumnya, sehingga vokal /a/ pada aksara pertama dihilangkan.

Unicode

sunting

Aksara Sunda ditambahkan ke dalam standar Unicode pada April 2008 melalui perilisan Unicode versi 5.1. Penambahan ini memungkinkan Aksara Sunda digunakan secara lebih luas pada perangkat digital, termasuk komputer, telepon genggam, dna media elektronik lainnya.

Blok Unicode untuk Aksara Sunda mencakup aksara dasar, rarangkรฉn, angka, serta berbagai tanda baca yang digunakan dalam sistem penulisan Sunda modern. Dukungan digital tersebut turut mendukung upaya pelestarian dan pengembangan Aksara Sunda di era teknologi informasi, terutama dalam bidang pendidikan, penerbitan, tipografi, dan komunikasi digital.

Pada Unicode versi 6.3, dukungan tambahan untuk bentuk pasangan serta beberapa karakter dari aksara Sunda Kuno juga diperkenalkan. Penambahan ini dilakukan untuk meningkatkan kelengkapan representasi aksara Sunda dalam sistem Unicode, termasuk untuk kebutuhan penulisan naskah historis dan kajian filologis.

Saat ini, Aksara Sunda telah didukung ileh berbagai jenis huruf digital (font) dan dapat digunakan pada sejumlah sistem operasi serta aplikasi yang mendukung standar Unicode.

Blok

sunting

Blok Unicode untuk Aksara Sunda terletak pada rentang kode U+1B80โ€“U+1BBF. Blok ini mencakup aksara dasar, rarangkรฉn, angka, serta berbagai tanda baca yang digunakan dalam sistem penulisan Aksara Sunda modern.

Selain itu, Unicode juga menyediakan blok tambahan untuk Aksara Sunda pada rentang U+1CC0โ€“U+1CCF. Blok tambahan ini memuat sejumlah karakter pelengkap yang digunakan dalam penulisan dan kajian naskah Sunda kuno.

Sundanese[1]
Official Unicode Consortium code chart (PDF)
ย  0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
U+1B8x แฎ€ แฎ แฎ‚ แฎƒ แฎ„ แฎ… แฎ† แฎ‡ แฎˆ แฎ‰ แฎŠ แฎ‹ แฎŒ แฎ แฎŽ แฎ
U+1B9x แฎ แฎ‘ แฎ’ แฎ“ แฎ” แฎ• แฎ– แฎ— แฎ˜ แฎ™ แฎš แฎ› แฎœ แฎ แฎž แฎŸ
U+1BAx แฎ  แฎก แฎข แฎฃ แฎค แฎฅ แฎฆ แฎง แฎจ แฎฉ แฎช ย แฎซย  แฎฌ แฎญ แฎฎ แฎฏ
U+1BBx แฎฐ แฎฑ แฎฒ แฎณ แฎด แฎต แฎถ แฎท แฎธ แฎน แฎบ แฎป แฎผ แฎฝ แฎพ แฎฟ
Catatan
1.^ Sejak versi Unicode 16.0
Sundanese Supplement[1][2]
Official Unicode Consortium code chart (PDF)
ย  0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
U+1CCx แณ€ แณ แณ‚ แณƒ แณ„ แณ… แณ† แณ‡
Catatan
1.^ Sejak versi Unicode 16.0
2.^ Area abu-abu menunjukkan titik kode kosong

Contoh

sunting
Teks Pupuh Ladrang berbahasa Sunda yang ditulis menggunakan Aksara Sunda.
Pupuh Ladrang dalam bahasa Sunda menggunakan Aksara Sunda.

แฎœแฎ“แฎขแฎ€

แฎƒแฎš แฎ แฎคแฎแฎค แฎ›แฎฅแฎ• แฎžแฎ’แฎง แฎœแฎฉแฎ’แฎคแฎŠแฎช,

แฎ†แฎ€แฎŠแฎ€-แฎ†แฎ€แฎŠแฎ€, แฎ†แฎ€แฎŠแฎ€-แฎ†แฎ€แฎŠแฎ€,

แฎžแฎงแฎŠแฎช แฎœแฎฅแฎœแฎฅแฎ™แฎชแฎ•แฎ’แฎ”แฎช แฎ“แฎค แฎŽแฎ„,

แฎƒแฎ›แฎค แฎ˜แฎแฎฅแฎ”แฎช แฎƒแฎ›แฎฆแฎŠแฎช แฎžแฎ›แฎฅแฎ• แฎแฎ€ แฎœแฎ”แฎชแฎŽแฎ‚.

Ladrang

Aya hiji rupa sato leutik,

ร‰ngkang-รฉngkang, รฉngkang-รฉngkang,

Sok lulumpatan di cai,

Ari bangun arรฉk sarupa jang lancah.

Teks Pupuh Asmarandana berbahasa Sunda yang ditulis menggunakan Aksara Sunda.
Pupuh Asmarandana dalam bahasa Sunda menggunakan Aksara Sunda.

แฎƒแฎžแฎฌแฎ›แฎ”แฎชแฎ“แฎ”

แฎ†แฎœแฎคแฎ€ แฎ†แฎœแฎคแฎ€ แฎ™แฎ€แฎŠ แฎ†แฎœแฎคแฎ€,

แฎ›แฎฅแฎ™แฎคแฎ€แฎŠแฎ€ แฎ“แฎค แฎ˜แฎฅแฎ™แฎค แฎƒแฎœแฎ™แฎช,

แฎ“แฎแฎ™ แฎแฎแฎšแฎแฎ”แฎช แฎ˜แฎ†,

แฎ›แฎŒ แฎ’แฎš แฎ•แฎแฎแฎž,

แฎœแฎ™แฎฅแฎ”แฎช แฎŠแฎžแฎžแฎ แฎœแฎ™แฎชแฎ•แฎ‚,

แฎ”แฎ•แฎชแฎžแฎฅ แฎ”แฎฅ แฎ™แฎ’แฎŠแฎช แฎŠแฎ“แฎฅแฎ แฎฅแฎ€,

แฎ˜แฎ“แฎ”แฎช แฎƒแฎ”แฎฅ แฎŠแฎ’แฎจแฎ™แฎชแฎ•แฎฅแฎ แฎ”แฎช.

Asmarandana

ร‰ling รฉling mangka รฉling,

Rumingkang di bumi alam,

Darma wawayangan baรฉ,

Raga taya pangawasa,

Lamun kasasar lampah,

Nafsu nu matak kaduhung,

Badan anu katempuhan.

UDHR Pasal 1:

แฎžแฎŠแฎฅแฎ™แฎชแฎ” แฎแฎœแฎฌ แฎŒแฎฅแฎ˜แฎขแฎŒแฎช แฎŠ แฎƒแฎœแฎ™แฎช แฎ“แฎฅแฎ‘ แฎ’แฎฆแฎ‚ แฎžแฎคแฎ•แฎ’แฎชแฎ” แฎ™แฎจแฎแฎ“แฎคแฎŠ แฎแฎฉแฎ€ แฎ˜แฎงแฎŒ แฎ™แฎแฎ’แฎ˜แฎ’แฎช แฎŠแฎ’แฎฅแฎ’แฎช แฎ แฎŠแฎช-แฎ แฎŠแฎช แฎƒแฎ”แฎฅ แฎžแฎ›แฎฅแฎƒ. แฎ™แฎ›แฎ”แฎฆแฎ‚แฎ” แฎ“แฎคแฎ˜แฎฆแฎ›แฎฆ แฎƒแฎŠแฎœแฎช แฎแฎฉแฎ€ แฎ แฎ’แฎฆ แฎ”แฎฅแฎ›แฎ”แฎค, แฎŽแฎ™แฎชแฎ•แฎฅแฎ-แฎŒแฎ…แฎœแฎช แฎแฎฉแฎ€ แฎžแฎžแฎ™แฎ” แฎƒแฎš แฎ“แฎคแฎ” แฎžแฎฅแฎ™แฎแฎจแฎ’แฎช แฎ“แฎฅแฎ“แฎฅแฎœแฎฅแฎ›แฎ”แฎช.

Sakumna jalma gubrag ka alam dunya tรฉh sipatna merdika jeung boga martabat katut hak-hak anu sarua. Maranรฉhna dibรฉrรฉ akal jeung hatรฉ nurani, campur-gaul jeung sasamana aya dina sumanget duduluran.

Galeri

sunting
Contoh-contoh penggunaan aksara Sunda baku

Dalam budaya populer

sunting

Aksara Sunda bisa ditemui dalam film dan permainan DreadOut.[14][15]

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ "Sundanese script". omniglot.com. Diakses tanggal 2026-05-07.
  2. ^ a b "Asal Usul Aksara Sunda: Identitas Budaya di Abad Lampau yang Sempat Dilarang Penjajah". m.caping.co.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
  3. ^ "Perda Provinsi Jawa Barat No. 14 Tahun 2014". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-27. Diakses tanggal 16-01-2023. ;
  4. ^ "Nama Jalan di Bogor Ditulis Dengan Aksara Sunda". Poskota News (dalam bahasa Inggris). 2012-11-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 2019-07-14.
  5. ^ dra. "Terkait Papan Nama Jalan Beraksara Sunda, DBMP Punya Dua Opsi". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 2019-07-14.
  6. ^ Abdussalam, Muhamad Syarif. "Sukarno Jadi Soekarno, Satu Contoh Salah Papan Nama Jalan Beraksara Sunda". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 2019-07-14.
  7. ^ "Translate Aksara Sunda (แฎแฎงแฎแฎช) | GoOnlineTools". Diakses tanggal 2025-06-16.
  8. ^ online, inilah (2018-07-11). "Disparbud Gairahkan Kembali Aksara Sunda". Inilah Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
  9. ^ Hanan, Shofira (2017-02-24). "Bahasa Sunda Punah Tahun 2026? - Pikiran-Rakyat.com". www.pikiran-rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
  10. ^ "Sempat Jadi Sorotan, Tulisan Aksara Sunda Baku di Balai Kota Sukabumi Akhirnya Dicopot dan Diperbaiki". suara.com. 2022-11-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-04. Diakses tanggal 2022-12-04.
  11. ^ "Sempat Jadi Sorotan, Tulisan Aksara Sunda Baku di Balai Kota Sukabumi Akhirnya Dicopot dan Diperbaiki". suara.com. 2022-11-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-04. Diakses tanggal 2022-12-04.
  12. ^ "PERDA Kota Bandung No. 9 Tahun 2012 tentang Penggunaan, Pemeliharaan Dan Pengembangan Bahasa, Sastradan Aksara Sunda [JDIH BPK RI]". peraturan.bpk.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
  13. ^ EVERSON, Michael. Proposal untuk pengkodean karakter tambahan Aksara Sunda untuk Aksara Sunda Kuno dalam UCS. Tersedia di sini (dalam bahasa Inggris). 5 September 2009.
  14. ^ Digdo, Ikhsan (2019-01-03). "Film Dread Out". MerahPutih. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-10. Diakses tanggal 2020-03-15.
  15. ^ Yanuar, Elang Riki (2019-01-03). "Bintangi Film Dread Out, Jefri Nichol Sempat Terkendala Berbahasa Sunda". Medcom.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-10. Diakses tanggal 2020-03-15.

Sumber

sunting
  • Juniarso Ridwan: Perda Kebudayaan yang Terkesan Chauvinistik, Pikiran Rakyat 4 Desember 2003.
  • Tedi Permadi: Aksara Sunda dan Soal Lainnya, Pikiran Rakyat 15 Februari 2004.
  • Atep Kurnia: Jasa Tuan Hola Buat Sunda, Kompas (Edisi Jawa Barat) 10 November 2007.
  • Djasepudin: Memasyarakatkan Aksara Sunda, Kompas (Edisi Jawa Barat) 07 April 2007.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Aksara Kawi

istilah alternatif seperti โ€œQuadrate Old Javanese,โ€ โ€œBold Semi-cursive Script of West Java,โ€ dan โ€œOld (West) Javanese Quadratic.โ€ Penggunaan aksara Kawi

Alfabet Latin

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Latin script. Jensen, Hans (1970). Sign Symbol and Script. London: George Allen and Unwin Ltd. ISBNย 0-04-400021-9

Alfabet Yunani

romawi Suara (fonetik) Pierre Swiggers, Transmission of the Phoenician Script to the West, in Daniels and Bright, The World's Writing Systems, 1996 The

Aksara Sunda Kuno

Library) (Inggris) Nugraha, Dian Tresna, 2008. Aksara Sunda: Sundanese Script and Writing System Diarsipkan 2014-11-29 di Wayback Machine. Aksara Nusantara

Aksara Lontara

Press Leiden: 57โ€“58. J. Noorduyn (1993). Variation in the Bugis/Makasarese script In: Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, Manuscripts of Indonesia

Aksara Geสฝez

system of Ethiopia (2001) website with lessons on how to write the Geโ€™ez script omniglot.com ancientscripts.com Chart correlating IPA values for the Amharic

Rumpun bahasa Rajasthan

media mengenai Rajasthani language. Centre for Rajasthani Studies Diarsipkan 2007-11-18 di Wayback Machine. Mahajani script Templat:Bahasa di Pakistan

Abjad Arab

Arabic in Windows, major word processors and web browsers Learn the Arabic Script Online Madinaharabic.com: Free Arabic Reading and Language Course (with