Penebar taburan menebar kotoran hewan ternak di lahan
Penebar taburan sedang bekerja menebarkan pupuk, dipegang oleh traktor dengan three point hitch, dan mengambil tenaga dari poros power take-off. Perhatikan bentuk sebaran pupuknya di lahan pertanian

Penebar taburan (broadcast spreader) adalah alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk menebar benih, kapur, pupuk, pasir, zat antibeku untuk melelehkan salju, dan sebagainya.[1]

Jenis

sunting

Penebar taburan memiliki ukuran yang bervariasi. Ukuran terkecil dapat digerakkan oleh tangan, di mana hoppernya mampu menampung beberapa liter saja. Pengoperasian mekanisme penebar dilakukan tuas yang ada pada pegangan. Model yang lebih besar memerlukan tenaga untuk menariknya, yang biasanya ditarik oleh traktor. Mekanisme penyebarannya memanfaatkan energi dari roda penebar taburan yang ditransmisikan. Pada model yang lebih besar, mekanisme penyebarannya menggunakan tenaga dari traktor yang ditransmisikan melalui poros power take-off.[2][3]

Secara umum, penebar taburan dapat dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Penebar kotoran (manure spreader) menebar kotoran hewan di lahan sawah dan lahan kering.[4]
  • Penebar benih (broadcast seeder) yang dikhususkan untuk menebar benih. Ukuran celah pada hopper dan sirip pelempar dapat bervariasi bergantung pada ukuran benih.[5]
  • Penebar pupuk (broadcast fertilizer, fertilizer spreader) yang dikhususkan untuk menebar pupuk kimia. Bahan yang digunakan untuk mengkonstruksi penebar pupuk dikhususkan memiliki sifat tahan karat karena beberapa jenis pupuk kimia dapat bersifat korosif terhadap logam.[6]

Cara kerja

sunting
Tampak dari dekat penebar taburan, memperlihatkan sirip pelempar

Konsep dasar pengoperasian penebar benih cukup sederhana. Bahan ditempatkan di hopper dan diposisikan di atas cakram pemutar horisontal. Cakramnya memiliki tiga hingga empat sirip yang terpasang untuk melempar butiran yang jatuh dari hopper.[7] Hopper umumnya terbuat dari plastik, baja, atau baja tahan karat. Penggunaan baja tahan karat diperlukan ketika pupuk yang digunakan bersifat korosif dan mampu merusak plastik.

Mekanisme lainnya adalah dengan memanfaatkan pergerakan rotor horisontal yang memiliki banyak jari. Jari-jari tersebut "memukul" bahan curah hingga terlempar ke belakang hopper. Mekanisme ini umumnya digunakan di penebar kotoran ternak.

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ How to Use a Broadcast Spreader. Retrieved July 14, 2011.
  2. ^ New Leader broadcast spreader
  3. ^ BBI Fertilizer and Lime Spreaders
  4. ^ "Alat Penebar Pupuk Organik (Manure Spreader)". litbang deptan. Diakses tanggal 9 Oktober 2013.[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ H. J. Hopfen (1981). Farm Implements for Arid and Tropical Regions. Food & Agriculture Org. ISBN 9789251015278.
  6. ^ Western Plant Health Association (2010). Western Fertilizer Handbook: Ninth Edition. Waveland Press. ISBN 1478610581, 9781478610588.
  7. ^ 3 Types of Fertilizer Spreaders. Retrieved July 14, 2011.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Perubahan iklim

semen, baja, aluminium, and pupuk. Emisi metana dihasilkan dari peternakan, manure, budidaya padi, tempat pembuangan sampah, limbah air, dan pertambangan,

Siklus fosforus

Phosphorus in manure production

Pupuk kandang

kandang. Manure advice for use in gardens Diarsipkan 2010-04-27 di Wayback Machine. North American Manure Expo Cornell Manure Program Manure Management

Taksonomi tanah USDA

Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Situs website USDA https://www.nrcs.usda.gov/getting-assistance/technical-assistance/manure-and-nutrient-management

Pupuk NPK

2013-09-16. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Animal Manure As a Plant Nutrient Resource, Bulletin ID-101 (Reviewed 02/05/01), Cooperative

Akhmaloka

Amplification 16srRNA of methanogenic archaeal directly during cattle manure composting, Proceeding of the 2nd international seminar on chemistry. Bandung

Tinja manusia

2003). "Ammonia, volatile fatty acids, phenolics, and odor offensiveness in manure from growing pigs fed diets reduced in protein concentration". Journal of

Oksitetrasiklin

PMID 16148009. Perry A (March 4, 2010). "Assessing Antibiotic Breakdown in Manure". Agricultural Research Service, U.S. Department of Agriculture. Diakses