Situs Gunung Padang
Pemandangan Gunung Padang
Situs Gunung Padang di Indonesia
Situs Gunung Padang
Letak di peta Indonesia
Peta
LokasiKaryamukti, Jawa Barat, Indonesia
Koordinat6ยฐ59โ€ฒ38โ€ณS 107ยฐ03โ€ฒ23โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ6.99389ยฐS 107.05639ยฐE๏ปฟ / -6.99389; 107.05639
JenisMegalit
Catatan situs
Ditemukan1890
Arkeolog

Gunung Padang adalah situs arkeologi yang terletak di Karyamukti, Jawa Barat, Indonesia, 50 kilometer (31ย mi) barat daya Cianjur. Terletak pada ketinggian 885 meter (2.904ย ft) di atas permukaan laut, situs ini meliputi sebuah bukitโ€”sebuah gunung berapi yang sudah tidak aktifโ€”dalam serangkaian lima teras yang dibatasi oleh dinding penahan batu yang dapat diakses melalui 370 anak tangga andesit yang berurutan dengan ketinggian sekitar 95 meter (312ย ft). Situs ini ditutupi oleh kolom-kolom batu heksagonal besar yang berasal dari gunung berapi.[1] Masyarakat Sunda menganggap situs ini suci dan percaya bahwa situs ini merupakan hasil upaya Prabu Siliwangi untuk membangun istana dalam satu malam.[2]

Kompleks utama situs ini memiliki luas sekitar 900 mยฒ, terletak pada ketinggian 885 meter dpl, dengan areal situs sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.[3]

Penemuan

sunting

Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") tahun 1914. Arkeolog dari Belanda, Nicolaas Johannes Krom, juga telah menyinggungnya pada tahun 1949.[4]

Setelah sempat "terlupakan", pada tahun 1979 tiga penduduk setempat, Endi, Soma, dan Abidin, melaporkan kepada Edi, Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka, mengenai keberadaan tumpukan batu-batu persegi besar dengan berbagai ukuran yang tersusun dalam suatu tempat berundak yang mengarah ke Gunung Gede.[5] Selanjutnya, bersama-sama dengan Kepala Seksi Kebudayaan Departemen Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, R. Adang Suwanda, ia mengadakan pengecekan. Tindak lanjutnya adalah kajian arkeologi, sejarah, dan geologi yang dilakukan Puslit Arkenas pada tahun 1979 terhadap situs ini.

Lokasi

sunting

Lokasi situs berbukit-bukit curam dan sulit dijangkau. Kompleksnya memanjang, menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jajaran batu andesit besar berbentuk persegi. Situs itu dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam.[5] Tempat ini sebelumnya memang telah dikeramatkan oleh warga setempat.[6] Penduduk menganggapnya sebagai tempat Prabu Siliwangi, raja Sunda, berusaha membangun istana dalam semalam.

Perkiraan usia

sunting

Uji penanggalan karbon mengindikasikan bahwa bagian tertentu situs ini berusia sekitar 500โ€“200 SM.[7] Harry Truman Simanjuntak berpendapat bahwa situs Gunung Padang dibangun pada sekitar abad ke-6 hingga 8 Masehi, serta Lutfi Yondri berpendapat bahwa situs ini dibangun pada sekitar abad ke-2 hingga 5 Masehi.[8]

Hipotesis lainnya

sunting

Danny Hilman Natawidjaja mengklaim bahwa situs Gunung Padang merupakan sebuah piramida besar yang dibangun sejak 9.000 hingga 20.000 tahun yang lalu.[9] Seorang vulkanolog bernama Sutikno Bronto menyatakan situs Gunung Padang merupakan leher gunung berapi purba dan bukan piramida yang dibangun oleh manusia.[10] Selain itu, seorang arkeolog bernama Vรญctor Pรฉrez menyebutkan klaim Danny adalah arkeologi semu.[11]

Sebuah artikel milik Danny dkk. yang dipublikasikan di Archaeological Prospection pada Oktober 2023, dengan menyebutkan klaim usia situs Gunung Padang lebih dari 27.000 tahun lalu, ditarik kembali pada Maret 2024 oleh pihak penerbitnya yaitu Wiley.[12]

Fungsi

sunting

Fungsi situs Gunung Padang diperkirakan adalah tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim di sana pada sekitar 2000 tahun SM.[6] Hasil penelitian menunjukkan kemungkinan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalit yang ada.[13] Selain Gunung Padang, terdapat beberapa tapak lain di Cianjur yang merupakan peninggalan periode megalitikum/Zaman Batu.[butuh rujukan]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Ramadina, Savitri Putri (2013). "Analisis Perupaan Situs Megalitik Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat" [Sculpture Analysis of the Megalithic Site of Gunung Padang in Cianjur, West Java]. ITB Journal of Visual Art and Design. 4 (1): 51โ€“66. doi:10.5614/itbj.vad.2013.4.1.7 (tidak aktif 1 September 2025). Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per September 2025 (link)
  2. ^ Pรฉrez Garcรญa, Vรญctor Lluรญs (2017). "Gunung Padang y el megalitismo indo-malayo: Arqueologรญa y pseudoarqueologรญa" [Gunung Padang and Indo-Malay Megalithism: Archeology and Pseudoarchaeology] (PDF). Arqueoweb: Journal of Archeology on the Internet. 18 (1): 62โ€“104. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 5 May 2018. Diakses tanggal 12 November 2022.
  3. ^ Atja (2004). Naskah Sunda Kuno dan Situs Megalitikum. Balai Arkeologi Bandung.
  4. ^ "Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar di Asia Tenggara". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Diakses tanggal 6 Agustus 2025.
  5. ^ a b Situs Peninggalan Zaman Megalitikum di Gunung Padang Kian Terbengkalai. Diarsipkan 2010-05-08 di Wayback Machine. kapanlagi.com Edisi 08 September 2005
  6. ^ a b Jafar M. Sidik. Menerawangi "Indonesia Tua" di Gunung Padang. Antara daring. Edisi 17 September 2009
  7. ^ Fadhlan, Supratikno Rahardjo (2014). "Penelitian Gunung Padang". Jurnal Arkeologi Indonesia. 36: 45โ€“60.
  8. ^ Utomo, Yunanto Wiji (6 Juni 2014). "Mari Terbang ke Atas Situs Megalitikum Gunung Padang". Kompas.com. Diakses tanggal 4 Januari 2025.
  9. ^ Bachelard, Michael (27 July 2013). "Digging for the truth at controversial megalithic site. Sydney Morning Herald, 27 July 2013". www.smh.com.au. Diakses tanggal 25 November 2022.
  10. ^ Bronto, Sutikno; Langi, Billy B. (23 Februari 2017). "Geologi Gunung Padang dan Sekitarnya, Kabupaten Cianjur - Jawa Barat". Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral. 17 (1).
  11. ^ Pรฉrez Garcรญa, Vรญctor Lluรญs (2017). "Gunung Padang y el megalitismo indo-malayo: Arqueologรญa y pseudoarqueologรญa" [Gunung Padang and Indo-Malay Megalithism: Archeology and Pseudoarchaeology] (PDF). Arqueoweb: Journal of Archeology on the Internet. 18 (1): 62โ€“104. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 5 May 2018. Diakses tanggal 12 November 2022.
  12. ^ "Retraction: Geo-Archaeological prospecting of Gunung Padang buried prehistoric pyramid in West Java, Indonesia". Archaeological Prospection (dalam bahasa Inggris). 31 (2): 199. 2024-03-18. Bibcode:2024ArchP..31..199.. doi:10.1002/arp.1932. ISSNย 1075-2196.
  13. ^ Mauludy, Rolan; Situngkir, Hokky (2008). "Musical Tradition in Megalithic Site of Indonesian Gunung Padang?". SSRN Electronic Journal (dalam bahasa Inggris). doi:10.2139/ssrn.1112242. ISSNย 1556-5068.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Ngada

Phillimore, J. & Lisa Goodson (2004) p 293 "Ngada traditional house and megalithic complex - UNESCO World Heritage Centre". Diarsipkan dari asli tanggal

Sulawesi Tengah

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Kaudern, Walter (1938). Megalithic Finds in Central Celebes. Ethnographical studies in Celebes (5). Gรถteborg:

Republik Irlandia

Diarsipkan dari asli tanggal 1 June 2019. Diakses tanggal 25 May 2015. "The Megalithic Monuments of Ireland". Megalithomania. Diarsipkan dari asli tanggal 6

Kabupaten Padang Lawas

Budaya, Universitas Indonesia Susetyo, S. (2006), "Some notes on the megalithic remains in Padang Lawas", Archaeology, Indonesian Perspective: R.P. Soejono's

Skotlandia

Scotland. See "The Megalithic Portal and Megalith Map: Rubbish dump reveals time-capsule of Scotland's earliest settlements" megalithic.co.uk. Retrieved

Tajikistan

''Silk Road, North China'', The Megalithic Portal, ed. Andy Burnham Diarsipkan 2 October 2013 di Wayback Machine.. Megalithic.co.uk. Retrieved on 20 January

Sejarah matematika

Thom, Alexander, and Archie Thom, 1988, "The metrology and geometry of Megalithic Man", pp 132-151 in C.L.N. Ruggles, ed., Records in Stone: Papers in memory

Malta

Diarsipkan dari asli tanggal 25 March 2016. Diakses tanggal 18 January 2014. "Megalithic Temples of Malta". UNESCO. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 January