Otolit adalah kotoran telinga yang mengeras seperti batu.[1]

Proses terbentuk

sunting

Pada keadaan normal, liang telinga menghasilkan sejenis pelumas untuk melembapkan saluran telinga.[1] Pelumas ini bila bercampur dengan sel-sel yang terlepas atau kotoran lain akan membentuk massa yang padat. Massa ini lama kelamaan akan menjadi keras seperti batu karena kadar airnya semakin berkurang.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Ensiklopedi Nasional Indonesia. 2004. Bekasi: Delta Pamungkas. ISBN 979-9327-00-8. Hal.327.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gobiodon

periode Burdigalian (Miosen) di India barat daya merupakan catatan fosil (otolit) pertama dari genus ini. Spesies yang diterima dalam genus ini meliputi:

Osteichthyes

indra mata, telinga dalam dengan tiga saluran semisirkulerdan memiliki otolit untuk keseimbangan. Bernapas dengan insang yang memiliki tutup insang (operkulum)

Menjuruh

dan beberapa taksa tak tentu juga diketahui dari formasi yang sama. Fosil otolit juga diketahui berasal dari Eosen Awal. Ciri-ciri berikut umumnya dimiliki

Anoplogaster cornuta

bersifat ovipar dan larvanya berkembang secara planktonik. Dari pemeriksaan otolit (struktur bertulang di belakang mata), tampaknya ikan ini dapat hidup setidaknya

Bebonteng

awal yang diketahui adalah otolit dari Aptian dan Albian di Spanyol, Prancis, dan Texas. Masih belum pasti apakah otolit ini benar-benar milik Paraulopus

Statokis

mikroskopis statokis dari Octorchis. Label 'con' menunjukkan sel yang membentuk otolit, sedangkan 'st.c' menandai rongga utama statokis. Rincian Sistem Sistem

Telinga bagian dalam

melengkung dari saluran setengah lingkaran atau kristal kalsium karbonat (otolit) dari sakula dan utrikulus . Labirin telinga Bagian dalam telinga Tulang

Daftar situs Peradaban Lembah Sungai Indus

Kandahar Province Kandahar Afghanistan Navinal Kutch district Gujarat India Otolit ikan Nausharo near Dadhar Kachi District Balochistan Pakistan Ongar Hyderabad