Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (November 2025) |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Parma wallaby | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Infrakelas: | Marsupialia |
| Ordo: | Diprotodontia |
| Famili: | Macropodidae |
| Genus: | Notamacropus |
| Spesies: | N. parma
|
| Nama binomial | |
| Notamacropus parma (Waterhouse, 1845)
| |
| Parma wallaby range | |
| Sinonim[1] | |
|
Macropus parma Waterhouse, 1845 | |
Parma wallaby adalah mamalia marsupial kecil dari genus Notamacropus, endemik di wilayah hutan dan area vegetasi rapat di timur laut New South Wales, Australia, dekat perbatasan Queensland. Populasi introduksi juga ditemukan di Pulau Kawau, Selandia Baru. Ukurannya sebanding dengan seekor kucing besar. Hewan ini hidup tersembunyi di bawah semak lebat dan aktif pada malam hari untuk mencari makan berupa rumput dan tumbuhan kecil. Parma wallaby merupakan spesies wallaby terkecil dan membawa anaknya di dalam kantung seperti marsupial lain. Sifatnya pemalu dan sulit diamati, sehingga sempat dianggap punah hingga ditemukan kembali pada 1960-an.[2]
Spesies ini terancam oleh kehilangan habitat serta menjadi mangsa alami burung pemangsa, biawak, dan ular. Ancaman lain datang dari dingo serta predator invasif seperti kucing liar dan rubah merah.[3]
Taksonomi
suntingParma wallaby pertama kali dideskripsikan oleh naturalis Inggris John Gould sekitar tahun 1840. Nama parma berasal dari kata dalam bahasa Aborigin New South Wales, meski asal kata pastinya belum diidentifikasi.
Pada tahun 2019, klasifikasi makropod mengalami revisi, di mana Osphranter dan Notamacropus yang sebelumnya merupakan subgenus dari Macropus diangkat menjadi genus tersendiri. Perubahan ini diakui oleh Australian Faunal Directory pada tahun 2020.[4][5]
Penemuan kembali dan pengamatan
suntingSebelum abad ke-20, parma wallaby sangat jarang terlihat di hutan sclerophyll basah New South Wales dan diduga telah punah. Namun, pada tahun 1965, para pekerja di Pulau Kawau, Selandia Baru, menemukan populasi wallaby yang berbeda saat mencoba mengendalikan populasi tammar wallaby. Ternyata, hewan tersebut adalah parma wallaby yang selama ini dianggap telah punah. Program pemusnahan dihentikan, dan beberapa individu dikirim ke lembaga di Australia dan luar negeri untuk dikembangbiakkan dalam penangkaran.[6]
Penemuan di Pulau Kawau memicu pencarian di Australia. Pada tahun 1967, spesies ini kembali ditemukan di hutan sekitar Gosford, New South Wales. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa parma wallaby masih bertahan di sepanjang Pegunungan Great Dividing Range hingga dekat perbatasan Queensland.
Menariknya, keturunan populasi Pulau Kawau berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya di Australia, meski mendapat makanan cukup. Fenomena ini diduga akibat tekanan seleksi alam akibat keterbatasan sumber daya di pulau, yang menjadi contoh awal insular dwarfism atau penyusutan ukuran tubuh pada populasi pulau.
Ciri Fisik
suntingParma wallaby merupakan anggota terkecil dari genus Notamacropus, dengan berat antara 3,2 hingga 5,8 kilogram dan panjang tubuh sekitar 0,5 meter. Ekornya berwarna kehitaman dan hampir sama panjang dengan tubuhnya. Bulu bagian atas berwarna cokelat kemerahan atau abu-abu kecokelatan, kepala lebih abu-abu, dan bagian bawah tubuh berwarna abu-abu pucat. Spesies ini sering disalahartikan sebagai pademelon berleher merah atau berkaki merah karena bentuk tubuh yang mirip, hanya lebih ramping dan berekor panjang.
Habitat dan perilaku
suntingParma wallaby menghuni hutan sclerophyll basah di utara New South Wales, yang memiliki dedaunan keras dan lebat. Spesies ini juga dapat ditemukan di hutan eukaliptus kering atau bahkan hutan hujan. Mereka aktif di malam hari dan bersembunyi di semak tebal pada siang hari, bergerak cepat melalui jalur yang mereka buat sendiri. Saat senja, mereka keluar untuk memakan rumput dan tumbuhan kecil di area terbuka. Parma wallaby hidup soliter, meski kadang dua hingga tiga individu terlihat bersama saat mencari makan di lokasi yang subur.
Status konservasi
suntingParma wallaby masih jarang terlihat di alam liar, dan terdapat indikasi penurunan populasi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan penilaian IUCN tahun 2015, spesies ini dikategorikan sebagai Hampir Terancam (Near Threatened).[2]
Referensi
sunting- ^ a b Lunney, D.; McKenzie, N. (2019). "Notamacropus parma" e.T12627A21953067. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-1.RLTS.T12627A21953067.en. ;
- ^ a b "Notamacropus parma • Parma Wallaby". www.mammaldiversity.org. Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ IUCN (2015-06-15). "Macropus parma: Lunney, D. & McKenzie, N.: The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T12627A21953067" (dalam bahasa Inggris). doi:10.2305/iucn.uk.2019-1.rlts.t12627a21953067.en.
- ^ "Australian Faunal Directory". biodiversity.org.au (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ Celik, Mélina; Cascini, Manuela; Haouchar, Dalal; Van Der Burg, Chloe; Dodt, William; Evans, Alistair R; Prentis, Peter; Bunce, Michael; Fruciano, Carmelo (2019-06-25). "A molecular and morphometric assessment of the systematics of the Macropus complex clarifies the tempo and mode of kangaroo evolution". Zoological Journal of the Linnean Society (dalam bahasa Inggris). 186 (3): 793–812. doi:10.1093/zoolinnean/zlz005. ISSN 0024-4082.
- ^ "Mammal Species of the World - Browse". www.departments.bucknell.edu. Diakses tanggal 2025-11-09.