Penaeus monodon
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P.ย monodon
Nama binomial
Penaeus monodon
Fabricius, 1798
Udang windu

Penaeus monodon atau giant tiger prawn,[1][2]Asian tiger shrimp,[3][4] black tiger shrimp,[5][6] adalah sebuah crustaces yang dibudidayakan secara luas untuk dikunsumsi.

Di Indonesia, udang ini disebut udang pancet atau udang windu. Udang windu saat ini tidak berkembang lagi karena terserang berbagai macam penyakit udang diantaranya yang ganas adalah white spot atau virus bintik putih . Petambak udang di Indonesia saat ini banyak memelihara udang putih atau Litopenaeus vannamei.

Nama lain meliputi (udang harimau raksasa, semacam udang harimau hitam, semacam udang pemimpin, sugpo dan semacam udang rumput) adalah suatu binatang laut, binatang berkulit keras yang secara luas dibesarkan untuk makanan. distribusi yang alami di Pasifik barat Indonesia, berkisar antara pantai Afrika, dari Semenanjung Arab sampai Asia Tenggara, dan Laut Jepang. Mereka dapat juga ditemukan di Australia, dari Austria timur, dan sejumlah kecil mempunyai koloni di Laut Tengah melalui Terusan Suez. penyeberangan populasi lebih lanjut di Hawaii dan Lautan Atlantik termasuk Amerika Serikat ( Florida, Georgia dan South Carolina).

Rujukan

sunting
  1. ^ "Penaeus monodon". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-01-03. Diakses tanggal 2007-02-09.
  2. ^ "Giant Tiger Prawn". Sea Grant Extension Project. Louisiana State University. Diakses tanggal 2013-09-24.
  3. ^ "Penaeus monodon". Nonindigenous Aquatic Species. United States Geological Survey. 2013-06-14. Diakses tanggal 2013-09-24.
  4. ^ Tresaugue, Matthew (2011-12-24). "Giant shrimp raises big concern as it invades the Gulf". Houston Chronicle. Diakses tanggal 2013-09-24.
  5. ^ Maheswarudu, G. (2016). "Experimental culture of black tiger shrimp Penaeus monodon Fabricius, 1798 in open sea floating cage". Indian Journal of Fisheries. 63 (2). doi:10.21077/ijf.2016.63.2.46459-06.
  6. ^ "Exporting frozen cultured black tiger shrimp to Europe". Center for the Promotion of Imports. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-30. Diakses tanggal July 30, 2020.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Udang

Nasional. Diakses tanggal October 22, 2009. A. Gracia (1996). "White shrimp (Penaeus setiferus) recruitment overfishing". Penelitian Kelautan dan Air Tawar

Tambak udang

yang potensial untuk dibudidayakan dalam tambak adalah udang windu (Penaeus monodon) dan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Keduanya mampu menoleransi

Bacillus pumilus

peroksida. Selain itu, strain yang diisolasi dari udang harimau hitam (Penaeus monodon) menunjukkan toleransi garam yang tinggi dan kemampuan untuk menghambat

Budi daya udang

mendominasi budi daya udang dengan spesies Litopenaeus vannamei dan Penaeus monodon. Sedangkan udang air tawar hanya sekitar 20 persen, dengan spesies

Banjir lumpur panas Sidoarjo

bawah baku mutu. Hasil pengujian LC50 terhadap larva udang windu (Penaeus monodon) maupun organisme akuatik lainnya (Daphnia carinata) menunjukkan bahwa

Teluk Serasa

Instalasi Pengolahan Limbah Muara. Dilaporkan juga pada tahun 1989, Penaeus monodon dan Penaeus setiferus dibudidayakan di teluk tersebut. Chua, Thia-Eng; Chou

Budi daya perairan

berasal dari famili Penaeidae dengan 80%-nya berasal dari spesies Penaeus monodon dan Litopenaeus vannamei. Secara umum udang air tawar maupun air laut

Nipah

memiliki aktivitas antibakteri terhadap Vibrio harveyi pada udang windu (Penaeus monodon). (Effendi,1998) Kemudian didapatkan adanya zona penghambatan fraksi