Para pemain antusias mengantri dan membeli porkas di agen porkas
Kupon undian Porkas

Porkas atau Pekan Olah Raga dan Ketangkasan adalah jenis undian berhadiah dan praktik perjudian dalam bidang olahraga, terutama sepak bola, yang sempat ada di Indonesia pada zaman Orde Baru. Sebelum direalisasikan, Presiden Soeharto mengirim Menteri Sosial Mintaredja untuk melakukan studi banding ke Inggris. Pemerintah mempelajari sistem undian berhadiah ini selama dua tahun. Mereka ingin menciptakan model undian tanpa meninmbulkan ekses judi.

Di Inggris sendiri jenis undian berhadiah menggunakan perhitungan-perhitugan yang sistematik. Dalam Managing National Lottery Distribution Fund Balances, yang dikeluarkan oleh lembaga resmi Inggris, menjelaskan perhitungan lotere di negara itu bukan semata-mata tebakan saja, tetapi semacam permainan berhitung yang rumit. Pemerintah Indonesia mencoba melakukan hal yang sama.

Setelah melalui serangkaian penelitian, porkas akhirnya diresmikan pada 1985. Aturannya mengacu pada UU No. 22 Tahun 1954 tentang undian. Kemudian diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Sosial No. BSS-10-12/85 bertanggal 10 Desember 1985. Pemerintah mengklaim porkas berbeda dengan undian hadiah berbau judi sebelumnya. Dalam porkas tidak ada tebakan angka, melainkan penebakan menang-seri-kalah. Peredarannya pun hanya sampai tingkat kabupaten, dan batasan usianya 17 tahun.

Para pembeli kupon hadiah ini akan bertaruh untuk 14 klub sepak bola di divisi utama. Setelah 14 klub melakukan pertandingan –berjalan selama seminggu– hadiah akan diundi. Pembagian hadiahnya: 50-30-20, berurutan penyelenggara tebakan-pemerintah-penebak.

Referensi

sunting
  • https://historia.id/olahraga/articles/judi-resmi-di-indonesia-v2eVB
  • Lumaksono, Wahyu (2014-08-21). "Legaslisasi Porkas dan Dampaknya Terhadap Masyarakat pada Tahun 1985-1987". Avatara. 2 (Nomor 3 [Oktober 2014]). ISSN 2354-5569. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-10-30. Diakses tanggal 2022-10-30.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sumbangan Olahraga Berhadiah

sebuah undian berhadiah dan praktik perjudian pengganti Porkas. SOB dibentuk setelah Porkas dikecam pada pertengahan 1986 saat Majelis Ulama Indonesia

Mina, Arab Saudi

Pemeliharaan CS1: Status URL (link) "MUI Minta Pemerintah Tinjau Kembali Porkas". Gema. VIII (8): 7. 1986. Santoso, Bagus (Agustus 2018). Dinamika Politik

Persebi Boyolali

diketahui secara spesifik, namun klub muncul pada koran Berita Yudha di bagian Porkas. 1990 - Divisi II A Jateng dan DIY. 1991 - Divisi II A Jateng dan DIY. 1992

Jan Darmadi

Sadikin. Ketika tahun 1978 judi resmi diharamkan, Jan menyelenggarakan Porkas, SDSB, bersama Laksamana Purn. Sudomo sebelum akhirnya resmi ditutup tahun

Kasuari

saro jinggiklasu (C. casuarius), saro sembagi (C. bennetti), dan saro porkas (C. unppendikulatus). Selain itu dalam Bahasa Tehit: simat, Meyah: inonsa

Mohammad Syafa'at Mintaredja

Walaupun demikian, penerapan gagasan tersebut yang berupa Kupon Berhadiah Porkas Sepak Bola baru diresmikan, diedarkan, dan dijual sebelas tahun kemudian

Daulay

Sigobuk Namora Pandapotan Boru Hasibuan Nama anak 1. Datu Bosar 2. Datu Porkas 3. Datu Lonca 4. Datu Sulung Kekerabatan Induk marga Silahisabungan Persatuan

Makam Keramat Sungai Kerbau

masyarakat yang menggandrungi perjudian nasional yang dilegalkan. Dari Porkas hingga Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB). Judi kupon untuk menebak