Bubuk damar

Damar (bahasa Inggris: Dammar gum) adalah hasil sekresi (getah atau gum) dari pohon Shorea sp., Vatica sp., Dryobalanops sp., dan lain-lain dari famili meranti-merantian atau Dipterocarpaceae. Di dalamnya termasuk damar mata kucing dan damar gelap. Damar dimanfaatkan dalam pembuatan korek api (untuk mencegah api membakar kayu terlalu cepat), plastik, plester, vernis, dan lak. Getah damar merupakan resin triterpenoid, mengandung banyak triterpene dan hasil oksidasinya. Banyak di antaranya merupakan senyawa dengan berat molekul rendah (dammarane, asam damarenolat, oleanane, asam oleanonat, dll.), tetapi damar juga mengandung suatu fraksi polimer, yang tersusun dari polycadinene.[1]

Penggunaan

sunting

Damar digunakan dalam makanan, sebagai pembuat keruh (clouding agent) atau pembuat mengkilap (glazing agent, dan dalam kemenyan, vernis, dan produk-produk lain. "Vernis damar" (Dammar varnish), terbuat dari getah damar yang dicampur dengan terpentin, diperkenalkan sebagai vernis gambar pada tahun 1826,[2] biasanya dipakai dalam lukisan minyak, baik dalam proses pembuatan lukisan maupun setelah lukisan selesai.[3]

Kristal damar juga dilarutkan dalam molten malam parafin untuk membuat batik, guna mencegah malam meretak ketika dilukiskan pada sutra atau rayon.

Namanya dalam bahasa Indonesia atau bahasa Melayu berarti "resin" atau "obor yang dibuat dari resin".

Ada dua jenis lain dari damar, selain getah damar:

  • Mata kucing merupakan resin kristalin, biasanya dalam bentuk bola-bola bulat.
  • Batu berbentuk kelereng, damar berwarna keruh (opaque) yang dikumpulkan dari tanah.

Keamanan bahan

sunting

Data fisika

sunting

Stabilitas dan toksisitas

sunting

Getah ini stabil, mungkin dapat dibakar, dan tidak kompatibel dengan bahan oksidator kuat. Toksisitasnya rendah, tetapi bila debunya dihirup dapat menyebabkan alergi.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Scalarone, D.; Duursma, M. C.; Boon, J. J.; Chiantoire, O. MALDI-TOF mass spectrometry on cellulosic surfaces of fresh and photo-aged di- and triterpenoid varnish resins. J. Mass. Spec. 2005, 40, 1527-1535. DOI:10.1002/jms.893
  2. ^ William Theodore Brannt (1893). Varnishes, lacquers, printing inks and sealing-waxes: their raw materials and their manufacture. H. C. Baird & co. hlm. 168.
  3. ^ Mayer, Ralph (1991). The Artist's Handbook of Materials and Techniques (Edisi 5th). Viking Adult. ISBN 0-670-83701-6.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kayu

hlm. 6–7. ISBN 0-89852-322-2. Fiebach, Klemens; Grimm, Dieter (2000). "Resins, Natural". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. doi:10.1002/14356007

Rozik Boedioro Soetjipto

on the selective recovery of some transition metals using ion exchange resins". Pada 27 Januari 2012 ia dipilih menjadi Presiden Direktur PT. Freeport

Katilayu (batu)

fortunecity.com/campus/geography/243/ambdepos.html Langenheim, Jean (2003). Plant Resins: Chemistry, Evolution, Ecology, and Ethnobotany. Timber Press Inc. ISBN

Kemenyan

04/xi/2024. Bhojvaid, P.P., & D.C. Chaudhari. (2004). "Non-wood Products: resins, latex and palm oil". Encyclopedia of Forest Sciences. https://doi.org/10

Botol

Wayback Machine. (Inggris) History of Glass Bottles (Inggris) Message in a bottle (Inggris) Properties of Resins used to produce Plastic Bottles l b s

Honeywell

yakni UOP, Process Solutions, Fluorine Products, Electronic Materials, Resins & Chemicals, dan Specialty Materials. UBS ini memasok dan melisensikan berbagai

Integrated Micro-Electronics, Inc.

August 8, 1980; 45 tahun lalu (August 8, 1980) Pendiri Ayala Corporation and Resins, Inc. Kantor pusat Laguna Technopark-Special Economic Zone Biñan, Laguna

Percetakan 3D

Diakses tanggal 21 June 2019. "3D Printed Clothing Becoming a Reality". Resins Online. 17 June 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 1 November 2013. Diakses