Infobox orangAnnie Abrahams

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran17 Mei 1954 Suntingan nilai di Wikidata (72 tahun)
Biest-Houtakker (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Utrecht
ArtEZ Arnhem (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiInternet art (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanpelukis, seniman pertunjukan, electronic literature writer (en) Terjemahkan, seniman, video artist (en) Terjemahkan, collagist (en) Terjemahkan, multimedia artist (en) Terjemahkan, installation artist (en) Terjemahkan, ahli biologi Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal

Situs webbram.org Suntingan nilai di Wikidata

Annie Abrahams (lahir 1954) adalah seniman pertunjukan Belanda yang mengkhususkan diri dalam instalasi video dan pertunjukan berbasis internet, sering kali melibatkan tulisan kolektif dan interaksi kolektif. Lahir dan dibesarkan di Hilvarenbeek, Belanda, ia pindah ke Prancis pada tahun 1987 dan menetap di sana. Karya penampilan Annie Abrahams menantang dan mempertanyakan batasan serta potensi komunikasi dan kolaborasi daring. Ia menggambarkan karyanya sebagai "estetika kepercayaan dan perhatian." Belajar biologi menjadi inspirasi bagi bidang karyanya di masa depan. Ia mengatakan, "Ketika belajar biologi, saya harus mengamati koloni monyet di kebun binatang. Saya merasa ini sangat menarik karena saya belajar tentang komunitas manusia dengan mengamati kera. Dengan cara yang sama, saya mengamati internet dengan minat dan keinginan yang sama. Saya melihatnya sebagai alam semesta di mana saya dapat mengamati aspek-aspek sikap dan perilaku manusia tanpa campur tangan."[1]

Kehidupan dan Karier

sunting

Annie Abrahams lahir di sebuah desa petani kecil di Belanda dan dibesarkan bersama empat adik perempuannya. Ia meraih gelar Doktor Biologi dari Universitas Utrecht pada tahun 1978 dan Diploma dari Akademi Seni Rupa Arnhem pada tahun 1985.[2]

Abrahams, yang awalnya didunia pertanian, kemudian dikenal secara internasional melalui pertunjukan seni jaringan dan eksperimen menulis kolektif yang ia rintis. Setelah meraih gelar Doktor Biologi (M2) dari Universitas Utrecht pada tahun 1978, ia bekerja sebagai asisten peneliti di universitas tersebut. Pada saat yang sama, ia juga belajar melukis. Setelah memperoleh Diploma dari Akademi Seni Rupa Arnhem pada tahun 1985, Abrahams menerima dana seni dari pemerintah Belanda untuk melanjutkan pelatihan di Prancis, tempat ia pindah pada tahun 1987 dan terus mengembangkan karya lukisannya. Ia kemudian mulai bekerja dengan perangkat lunak komputer, khususnya DOEK yang diciptakan untuknya oleh Jan de Weille pada tahun 1993, untuk mengembangkan dan membangun instalasi yang lebih kompleks berdasarkan lukisannya. Pada tahun 1992, gambar komputernya dipamerkan dalam acara Possibilities di Forum l'espace, Nice, Prancis. Setelah pengalaman pertamanya pada tahun 1996 dengan situs web yang dibuat khusus untuk pameran di Hollandsche Spoorweg, Nijmegen, ia memutuskan untuk fokus bekerja di dunia web. Sejak 1996, ia mendalami pertunjukan jaringan, dengan menekankan ruang dan jarak yang dibutuhkan dalam jaringan sosial, serta menciptakan ruang fisik untuk berinteraksi dengan 'dunia virtual' dalam sebuah pertunjukan di Nijmegen. Ia kemudian mengembangkan situs web Being Human, yang berisi karya seni internet yang ia sebut sebagai intervensi performatif di ruang publik kesepian = Internet (1997–2007).[3]

Abrahams mengajar di Universitas Montpellier sebagai bagian dari departemen seni dari tahun 2002 hingga 2005. Setelah itu, ia menjadi kurator untuk InstantS di platform net.art panoplie.org dari tahun 2006 hingga Januari 2009. Ia juga mengorganisir seri pertunjukan daring Breaking Solitude dan Double Blind pada tahun 2007, 2008, dan 2009.[2]

Abrahams terus mengeksplorasi fungsi komputer, pertunjukan telematika, dan pilihan pengunjung melalui karya seni yang menekankan apresiasi keindahan melalui kontemplasi dan pengamatan detail estetika, seperti Separation, Painsong,[4] dan Karaoke. Dalam wawancara tahun 2005 dengan ARTeMEDIA, ia menghubungkan latar belakang pendidikannya di bidang biologi dan keterlibatannya dengan jejaring sosial, membandingkan bentuk jejaring sosial yang baru dan berkembang dengan keterampilan komunikasi dan keterlibatan monyet dalam penelitiannya. Ia menyimpulkan bahwa internet memiliki potensi besar sebagai platform universal untuk menciptakan banyak cara interaksi baru.

Abrahams juga terlibat dalam jejak-jejak yang tertinggal dari sebuah pertunjukan di tingkat personal, serta menciptakan suara kolaboratif baru, seperti yang terlihat dalam kolaborasinya pada tahun 2006 dengan Charmet di The Webflaneur: "a Data Dandy trip" dan dengan Igor Stromajer di Operra Internettikka.[5]

Sejak tahun 2007, karya Abrahams menyelidiki dan mengontekstualisasikan bagaimana orang bereaksi serta membentuk hubungan dalam kelompok online terdistribusi, seperti yang terlihat dalam Huis Clos / No Exit dan Angry Women. Ia telah berkolaborasi dengan berbagai seniman, termasuk Mark River, MTAA, Nicolas Frespech, Igor Stomajer, dan Antye Greie. Pertunjukan interaktifnya sering kali mengikuti 'jejak yang ditinggalkan di pasir', yang muncul dan tertanam oleh durasi karya, serta merumuskan dan menciptakan bahasa kolektif dari berbagai suku bangsa dan identitas individu. Penyelidikan utama dalam karyanya berfokus pada perilaku manusia saat dihadapkan dengan arsip interaktif baru dari pertunjukan berbasis jaringan. Ia mengeksplorasi bagaimana peserta 'klik' dan 'memilih' untuk menciptakan perilaku baru dan mungkin cara berpikir baru, seperti yang terlihat dalam interaksi pribadi tanpa campur tangan rekan-rekan di ViolenceS, sebuah kolaborasi tahun 2009 dengan Nicolas Frespech.[1]

Karya

sunting

Being Human (1997–2007)

sunting

Abrahams mengembangkan konsep pertunjukan jaringan melalui proyek Being Human. Proyek ini mengeksplorasi kemampuan peserta untuk mengembangkan hubungan daring sambil tetap merasa nyaman di rumah mereka sendiri. Karya pertunjukan Abrahams melibatkan dan bersinggungan dengan ruang fisik serta teknologi jaringan, memungkinkan terciptanya media, ruang, dan karya seni kreatif baru, seperti pertunjukan jaringan, karya net.art, instalasi, video, dan proyek penulisan kolaboratif.[6] Being Human mencoba menguraikan kemampuan dan keterbatasan yang ditimbulkan oleh komunikasi jaringan. Abrahams menyatakan, "Situ [Being Human] didasarkan pada gagasan bahwa internet adalah media artistik yang memungkinkan kita untuk berbicara dengan orang lain dalam keintiman kita sendiri, tanpa dimediasi oleh konteks seni." Proyek ini diulas dalam berbagai kajian, yang menjelaskan hubungan yang Abrahams ciptakan antara suasana hati, emosi, kata-kata, font, layar, dan warna. Makna dalam karya ini bergantung pada intervensi visual yang berbeda, yang menyoroti keadaan dan intensitas emosional yang bervariasi.

Referensi

sunting
  1. ^ a b Annie Abrahams, "Being Human",DIGITAL ART (1960-2000)". Diakses tangal 2025-03-18.
  2. ^ a b Abrahams, Annie, "bio of Annie Abrahams". Bram.org, 28 Oktober 2011. Diakses tanggal 2025-03-18.
  3. ^ "Sortir de l'écran: Annie Abrahams". Agence TOPO. 26 Maret2015. Diakses tanggal 2025-03-18.
  4. ^ Kippur, Sara (2016). Writing It Twice: Self-Translation and the Making of a World Literature in French. USA: Northwestern University Press. p. 135. ISBN 978-0-8101-3205-4.. Diakses tanggal 2025-03-18.
  5. ^ Salle Molière, "Oppera Internettikka – Protection et Sécurité". Intima. 15 Desember 2006. Diakses tanggal 2025-03-18.
  6. ^ Maria Chatzichristodoulou, "Annie Abrahams. Allergic To Utopias . Digicult.it. 1 October 2010. Diakss tanggal 2025-03-18.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tan Malaka

Kematian Tan Malaka. Tanpa keterangan penerbit. Watson, C.W. (2000). Of Self and Nation: Autobiography and the Representation of Modern Indonesia. Honolulu:

Fausto Cercignani

2018-12-27. Diakses tanggal 2019-06-06. Lihat, misalnya, Examples of self-translation by F. Cercignani. Diarsipkan 2020-06-08 di Wayback Machine. "Stanford

Kemelekatan (Buddhisme)

Discourse on the Not-self Characteristic (SN 22.59). Diakses dari "Access to Insight" di Anatta-lakkhana Sutta: The Discourse on the Not-self Characteristic

Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru

languages to attempt translation of this kind. He had studied Greek for two years in the University of Cincinnati but was only self-taught in Hebrew. Tidak

Samsara (Buddhisme)

through the domains of existence (gati), but with no Self (anātman, [ātman means the enduring, immortal self]) being reborn: there is only the continuity of

Yahwe

Oxford University Press. Van Der Toorn, Karel (1995). "Ritual Resistance and Self-Assertion". Dalam Platvoet, Jan. G.; Van Der Toorn, Karel (ed.). Pluralism

Tujuh Langit

Richard Webster. "Living in Your Soul's Light: Understanding Your Eternal Self". Peter D'Epiro & Mary Desmond Pinkowish (1998). What Are the Seven Wonders

Determinisme

R., Tesser A., Borkowski W., (2000) "Society of Self: The emergence of collective properties in self-structure", Psychological Review 107. George Musser