📑 Table of Contents

Adi Shankaracharya
Patung Adi Shankara di sebuah kuil di Mysore.
LahirShankara
788 M[1]
Kaladi, Kerajaan Chera
kini Kerala, India
Meninggal820 M[1]
Kedarnath, Kerajaan Pala
kini Uttarakhand, India

Adi Shankara (dilafalkan [aːd̪i ɕəŋkəɾə]; awal abad ke-8[2][note 1])—disebut pula (Adi) Shankaracharya dan Shankara Bhagavatpada, dapat dieja Sankaracharya, (Ādi) Śaṅkarācārya, Ādi Śaṅkarācāri,[5] Śaṅkara Bhagavatpāda, Śaṅkara Bhagavatpādācārya—adalah filsuf Hindu dari Kaladi (kini merupakan distrik Ernakulam, Kerala, India) yang menggabungkan doktrin Adwaita Wedanta (advaita vedānta).[1][6]

Karyanya dalam bahasa Sanskerta menghimpun doktrin Adwaita, persatuan atman dan Nirguna Brahman, yakni brahman tanpa atribut.[7] Karya-karyanya menguraikan pemikiran-pemikiran yang terdapat dalam Upanishad. Ia juga menulis penafsiran terhadap suplemen-suplemen Weda (Brahma Sutra, Upanishad utama, dan Bhagawadgita) dalam upaya mendukung tesisnya.

Pengkritik utama terhadap karyanya adalah mazhab Mimamsa, meskipun ia juga melemparkan argumen menentang pandangan beberapa mazhab seperti Samkhya, dan beberapa mazhab agama Buddha.[7][8]

Shankara mengembara di anak benua India untuk menyebarkan filsafatnya melalui diskusi dan debat dengan filsuf lainnya. Ia menekankan pentingnya hidup melepaskan diri dari ikatan duniawi sebagaimana diajarkan dalam Upanishad dan Brahma Sutra, pada saaat mazhab Mimamsa menekankan ritualisme yang ketat dan mengabaikan hidup sebagai petapa. Shankara masyhur sebagai pendiri empat matha ("biara"), yang membantu perkembangan, kebangkitan, dan penyebaran Adwaita Wedanta sehingga ia dikenal sebagai revivalis agung.[6] Dipercaya bahwa Adi Shankara adalah pengorganisir perguruan Dashanami dan pendiri tradisi Shanmata.

Catatan

sunting
  1. ^ Para sarjana modern memperkirakan kelahiran Shankara pada awal abad ke-8 M (sekitar 700—750).[2] Para sarjana sebelumnya memperkirakan tahun 788—820 M.[2] Pendapat lainnya adalah 686—718 M, 44 SM,[3] atau 509—477 SM.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Sharma 1962, hlm. vi.
  2. ^ a b c Comans 2000, hlm. 163.
  3. ^ Y. Keshava Menon, The Mind of Adi Shankaracharya 1976 pp 108
  4. ^ "(53) Chronological chart of the history of Bharatvarsh since its origination". Encyclopedia of Authentic Hinduism.
  5. ^ Shetty 2002, hlm. 23.
  6. ^ a b Biography of Sri Adi Shankaracharya, Sringeri Sharada Peetham, India
  7. ^ Shyama Kumar Chattopadhyaya, Sarup (2000), The Philosophy of Sankar's Advaita Vedanta, ISBN 81-7625-222-0

Daftar pustaka

sunting
  • Comans, Michael (2000). "The Method of Early Advaita Vedānta: A Study of Gauḍapāda, Śaṅkara, Sureśvara, and Padmapāda". Delhi: Motilal Banarsidass Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  • Sharma, Chandradhar (1962). Indian Philosophy: A Critical Survey. New York: Barnes & Noble.
  • Shetty, V. T. Rajshekar (2002). "Caste, a nation within the nation: recipe for a bloodless revolution". Books for Change Pemeliharaan CS1: Postscript (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Shankara

ke-8 K. N. Shankara, ilmuwan antariksa India Shankaracharya (Shankara acharya), gelar ketua matha (asrama) dalam tradisi Hindu Adwaita Shankara (raga), raga

Moksa

dari pemahaman dari prosedur yang terbatas dalam satu kerangka kerja. Adi Shankara di abad ke-8 Masehi, seperti Nagarjuna sebelumnya, meneliti perbedaan antara

Wisnu

(yang mana sesuatu yang tidak terikat dari belenggu itu adalah Wisnu). Adi Shankara dalam pendapatnya tentang Wisnu Sahasranama, mengambil kesimpulan dari

Shiva (seri televisi)

Bhatnagar Babban Shakira Jagira Asliram Chakram Nandu Soham Moti Billu Shankara Shambhu Scarface Harry Parry Changu Mangu Jabbu Dabbu Binaragawan Para

Pronomina

Wikibooks memiliki buku di: Bahasa Indonesia/Pronomina Bhat, Darbhe Narayana Shankara (2007). Pronouns (Edisi Paperback). Oxford: Oxford University Press. hlm

Agama Hindu

di antaranya ialah: Adwaita: perguruan Wedanta yang dirintis oleh Adi Shankara (awal abad ke-8) dan guru besarnya, Gaudapada, yang menjabarkan Ajatiwada

Siddhattha Gotama dalam Hinduisme

conceive of the two as different stages of the same system. Curiously, both Shankara and his predecessor Gaudapada were accused of being crypto-Buddhists, while

Adwaita Wedanta

secara eksplisit menyatukan prinsip-prinsip Advaita Vedanta adalah Adi Shankara Advaita Vedanta memiliki banyak guru yang tersebar di India maupun seantero