Tes Weber merupakan pemeriksaan untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran tersebut juga akan dikategorikan, apakah konduktif atau sensorineural. Tes tersebut merupakan tes pertama yang digunakan untuk menentukan penyebab perubahan atau kehilangan pendengaran pada seseorang. Tes ini dapat membantu mengidentifikasi kondisi yang menyebabkan gangguan pendengaran. Tes Weber dilakukan dengan menggunakan garputala frekuensi tinggi (512 Hertz) untuk menguji bagaimana seseorang merespon suara dan getaran di dekat telinganya. Dokter akan meletakkan garputala di tengah kepala dan mencatat di bagian telinga mana getaran yang terasa; telinga kiri, telinga kanan, atau keduanya.

Pada orang yang pendengarannya normal, suara akan terdengar keras di kedua telinga. Jika suara terdengar lebih keras pada telinga yang kondisinya baik, tandanya ia mengalami tuli sensorineural. Sedangkan jika suara garpu tala terdengar lebih jelas pada kondisi telinga yang buruk, berarti ia mengalami tuli konduktif.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tes Rinne

cepat suatu keadaan tuli konduksi. Tes Rinne harus dibandingkan dengan Tes Weber untuk mendeteksi tuli sensorineural. Tes Rinne dinamakan sesuai dengan nama

Psikologi kuantitatif

penelitian psikologis dan analisis data yang relevan. Bidang ini mencangkup alat tes dan alat ukur lain untuk mengukur kemampuan kognitif individu. Psikolog kuantitatif

Amilum

amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum

Adolf Hitler

Evans 2011. Shirer 1960, hlm.ย 27. Weber 2010, hlm.ย 13. Shirer 1960, hlm.ย 27, footnote. Kershaw 1999, hlm.ย 90. Weber 2010, hlm.ย 12โ€“13. Kershaw 2008, hlm

Alergi

banyak variasi tes untuk mendiagnosis kondisi alergi. Jika telah dilakukan, maka harus dicocokkan dengan riwayat pasien, karena banyak hasil tes positif bukan

Skuad Piala Dunia FIFA 1978

membawa 21 pemain saja. Willie Johnston dipulangkan setelah gagal dalam tes doping sebelum melawan Peru.[2] Planet World Cup website [3] at WorldFootball

Papaverin

papaverin termasuk takikardia ventrikel polimorfik, konstipasi, gangguan pada tes retensi sulphobromophthalein[butuh rujukan] (digunakan untuk menentukan fungsi

Kekristenan

pengikut-pengikut jalan (bahasa Yunani: ฯ„แฟ†ฯ‚ แฝฮดฮฟแฟฆcode: el is deprecated , tรชs hodoรป), mungkin mengacu kepada nas Yesaya 40:3, "persiapkanlah di padang