Toko Lay
Tampak depan bangunan Toko Lay pada 2015
Toko Lay di Timor Leste
Toko Lay
Lokasi di Timor Leste
Informasi umum
LokasiDili, Timor Leste
NegaraTimor Leste
Koordinat8ยฐ33โ€ฒ16.105โ€ณS 125ยฐ34โ€ฒ36.4242โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ8.55447361ยฐS 125.576784500ยฐE๏ปฟ / -8.55447361; 125.576784500
Dibuka1959

Toko Lay (Hanzi: ้ปŽๅœŸๅบซ; Pinyin: Lรญ tว”kรน) adalah sebuah bangunan di pusat kota Dili, Timor Leste. Dibangun tahun 1959 pada era kolonial Portugis, bangunan tersebut dipakai sebagai tempat perlindungan selama Operasi Seroja, invasi Indonesia ke Timor Timur pada tahun 1975.[1][2] Bangunan itu juga mengalami kerusakan selama kekerasan September 1999.[3]

Awalnya bangunan tersebut merupakan sebuah toko yang dimiliki oleh keluarga Lay, sebuah keluarga Timor keturunan Tionghoa. Letaknya di Rua 25 de Abril, di suco (desa/kelurahan) Colmera.

Signifikansi di tahun 1975

sunting

Dari Agustus hingga Desember 1975, ketika ketidakstabilan politik terjadi di Timor Portugis, banyak penduduk pergi meninggalkan rumah mereka dan berlindung di gedung-gedung yang lebih besar di Dili, seperti Toko Lay.

Pada pagi hari tanggal 7 Desember 1975, sekitar 20 orang etnis Tionghoa berada di dalam gedung ketika Tentara Nasional Indonesia menyerbu Dili. Saat para tentara memerintahkan penghuni tersebut untuk meninggalkan gedung, Tsam Yi Tin, yang berada di gedung sebelah, keluar dan kemudian ditembak hingga meninggal. Putranya juga ditembak tetapi selamat.[4]

Setelah para penghuni tersebut keluar dari gedung, mereka dibawa ke pantai, di mana para tentara pura-pura membunuh mereka dengan mengokang senjata mereka. Kemudian, perempuan dan anak-anak dibebaskan dan disuruh pergi ke sekolah Tionghoa. Dalam beberapa hari berikutnya, para pria diperintahkan untuk menggali beberapa kuburan untuk para korban dari Indonesia dan Timor Timur, yang beberapa di antaranya mereka kenali.

Pada 2012, sebuah kuburan massal yang berisi mayat 72 orang, kemungkinan etnis Tionghoa, ditemukan di gedung pemerintahan pusat, dekat bangunan Toko Lay. Tidak jelas apakah kuburan tersebut berasal dari waktu Perang Dunia II atau Operasi Seroja tahun 1975.[5][6]

Referensi

sunting
  1. ^ England, Vaudine (August 30, 1999). "Chinese legacy of fear in Dili". No.ย South China Morning Post.
  2. ^ Miranda, Flavio; Boavida, Isabel. "Dili's Architectural Heritage of Portuguese Origins". Diakses tanggal 20 March 2018.
  3. ^ "Catch a red taxi to downtown Dili". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris).
  4. ^ "Chega! report, chapter 7.2: Unlawful Killings and Enforced Disappearances" (PDF). Commission for Reception, Truth and Reconciliation in East Timor (CAVR).
  5. ^ "Bodies in Timor Leste mass grave likely Chinese". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-08-16. Diakses tanggal 2018-04-01.
  6. ^ "Bodies in Timor Leste mass grave likely Chinese: police". www.easttimorlawandjusticebulletin.com.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kejahatan perang oleh Indonesia selama invasi Dili

dengan insiden pada tahun-tahun pendudukan berikutnya. Di gedung komersial Toko Lay, tubuh seorang penerjun payung beserta payungnya tersangkut di gedung.

Tomo-chan wa Onnanoko!

dan diterbitkan dalam delapan volume. Sebuah adaptasi anime dibuat oleh Lay-duce dan disiarkan sejak Januari 2023 serta lisensinya dipegang oleh Crunchyroll

Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat

Keluarga Souw Gedung Toko Tiga Restoran Siauw A Tjiap Gedung Toko Obat Lay An Tong Toko Kue "Tiong Tjiu Phia" Sin Hap Hoat Toko Pangkas Rambut Ko Tang

Ningning

(link) Jeong, Lucy (August 27, 2021). "5 K-pop idols from China: from Exo's Lay and Aespa's Ningning to (G)I-dle's Yuqi and NCT's Winwin and Chenle โ€“ what

Tahir

akhirnya dia mulai melirik ke sektor rumah sakit yang dilanjutkan dengan toko bebas bea serta perusahaan media. Perusahaan media yang dia lakoni sudah

SpongeBob SquarePants

dari bangunan Space Needle di Seattle Shell City (Kota Kerang) - Merupakan toko cendera mata yang terletak di darat. (hanya muncul dalam film The SpongeBob

Pepsi

ringan yang diproduksi oleh PepsiCo dan dijual di seluruh dunia melalui toko, restoran, dan mesin penjual. Minuman ini dibuat pertama kali pada tahun

Blibli

tahun 2011 oleh Kusumo Martanto, Martin Hartono, Lisa Widodo, Hendry, dan Lay Ridwan Gautama. Perusahaan ini merupakan bagian dari strategi digitalisasi