1675
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun

1675 (MDCLXXV) adalah tahun biasa yang diawali hari Selasa dalam kalender Gregorian dan tahun biasa yang diawali hari Jumat dalam kalender Julian, tahun ke-1675 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-675 pada Milenium ke-2, tahun ke-75 pada Abad ke-17, dan tahun ke- 6 pada dekade 1670-an. Mulai awal tahun 1675, kalender Gregorian terhitung 10 hari setelah kalender Julian, yang tetap digunakan di sejumlah negara tertentu sampai tahun 1923.

Peristiwa

sunting

Kematian

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Safiatuddin dari Aceh

iman dan mahkota dunia.” Sultanah ini memerintah dari tahun 1641 hingga 1675. Selain memimpin negeri, ia dikenal gemar menulis sajak dan cerita, serta

Kesultanan Ternate

Ambon, pemberontakan ini dipicu sikap Sultan Mandarsyah (1648-1650,1655-1675) yang terlampau akrab dan dianggap cenderung menuruti kemauan Belanda. Para

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

berapi teraktif di Indonesia dengan letusan sebanyak lebih dari 40 kali sejak 1675 serta banyak letusan kecil yang tidak terdokumentasi pada catatan sejarah

Jie dari Xia

Jie dari Xia (Hanzi: 桀; Han Kuno: *N-[k]<r>at tradisional 1728 – 1675 SM) merupakan raja ke-17 dan yang terakhir dari Dinasti Xia, Tiongkok. Ia kerap dicap

Nyai Ambetkasih

1435 Masehi. Naskah Cariosan Prabu Siliwangi ini disalin ulang pada tahun 1675 dan kini disimpan di Museum Geusan Ulun Sumedang Jawa Barat. Selain itu,

Cornelis Chastelein

yang bekerja untuk Perusahaan Hindia Barat Belandа. Pada tanggal 24 Januari 1675, Cornelis Chastelein yang berusia 17 tahun naik ke kapal laut yang bernama

Kerajaan Manganitu

kerajaan tersebut adalah Bataha Santiago yang memerintah dari 1670 sampai 1675 dan berani berjuang melawan VOC. "Atas Ijin Raja Tompoliu, Rumah Ibadah Katolik

Nama regnal

Khalil." Putri Sri Alam yang berkuasa sebagai Sultanah Aceh pada 1641 - 1675 menggunakan nama regnal "Tajul Alam Safiatuddin" yang bermakna "Mahkota Alam