| Ryan Santoso | |
|---|---|
| Lahir | Ryan Santoso 7 Juli 1995 Jakarta, Indonesia |
| Pekerjaan |
|
| Tahunย aktif | 2018โsekarang |
| Karya terkenal | |
Ryan Santoso (lahir 7 Juli 1995) adalah seorang produser film dan pebisnis asal Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri rumah produksi Uwais Pictures bersama Iko Uwais.[1] Kariernya di industri film dimulai dari perannya di departemen penyutradaraan di Hollywood sebelum beralih menjadi produser untuk film-film Indonesia dan internasional.
Karier
suntingKarier awal
suntingLahir di Jakarta, Ryan Santoso mengawali perjalanan profesionalnya di Amerika Serikat dengan menyeimbangkan antara pendidikan dan pekerjaan. Langkah pertamanya dimulai sebagai pelayan restoran. Ia kemudian menunjukkan fleksibilitas karier dengan beralih ke sektor logistik korporat, memegang posisi manajerial sebagai kepala gudang di perusahaan Amazon di Amerika Serikat.[2]
Masuk ke industri film
suntingTitik balik kariernya terjadi ketika ia memutuskan banting setir ke dunia perfilman Hollywood. Kesempatan ini terbuka melalui ajakan sahabatnya, Craig Comstock, yang sudah lebih dulu berkecimpung di industri tersebut. Ryan mendapatkan peran pertamanya dalam produksi film laga besar, Mile 22 (2018), yang dibintangi oleh Mark Wahlberg dan Iko Uwais. Di proyek ini, ia bertugas sebagai asisten sutradara keempat (fourth assistant director), membantu koordinasi antar departemen di lokasi syuting.[3]
Produksi Mile 22 menjadi momen penting dalam kariernya sekaligus awal kolaborasinya dengan Iko Uwais. Keduanya kemudian menjalin kemitraan profesional yang berujung pada pendirian rumah produksi bersama.
Produser dan Uwais Pictures
suntingRyan dipercaya oleh sutradara Justin Chon untuk ikut menjadi produser dalam film drama Jamojaya (2023), yang dibintangi oleh Rich Brian dan Yayu A. W. Unru. Film ini menjadi debutnya sebagai produser dan menandai transisi karier dari asisten sutradara ke posisi produser.[4]
Ia kemudian memperluas kiprahnya di industri internasional dengan terlibat dalam sejumlah proyek seperti serial Wu Assassins (2019), Fistful of Vengeance (2022), dan Expend4bles (2023). Di Indonesia, melalui Uwais Pictures, Ryan menjadi produser berbagai film, termasuk Bila Esok Ibu Tiada (2024), Thaghut (2024), Lone Samurai (2025), Ikatan Darah (2025), dan Timur (2025) yang disutradarai oleh Iko Uwais.[5]
Bisnis lain
suntingDi luar kesibukannya di dunia perfilman, Ryan Santoso juga melebarkan sayapnya sebagai pebisnis dengan memiliki dan mengelola bisnis waralaba (franchise) restoran di Amerika Serikat dan Indonesia.
Filmografi
sunting| Tahun | Judul | Peran |
|---|---|---|
| 2018 | Mile 22 | Asisten sutradara keempat |
| 2019 | Wu Assassins | Team Co-ordinator |
| 2022 | Fistful of Vengeance | Assitant Produser |
| 2023 | Jamojaya | Produser |
| 2023 | Expend4bles | Produser |
| 2024 | Bila Esok Ibu Tiada | Executive Produser |
| 2024 | Thaghut | Executive Produser |
| 2025 | Lone Samurai | Executive Produser |
| 2025 | Ikatan Darah | Produser |
| 2025 | Timur | Produser |
Referensi
sunting- ^ "Ini Tentang Ryan Santoso, Produser Film Timur yang Menembus Hollywood". JPNN. 23 October 2025. Diakses tanggal 23 October 2025.
- ^ "Ryan Santoso, Produser Film Timur yang Mampu Tembus Hollywood". Jawa Pos. Diakses tanggal 23 October 2025.
- ^ "Produser Ryan Santoso Siapkan Film Timur Setelah Dukung Kesuksesan Mile 22 dan Expendables 4". 21 October 2025. Diakses tanggal 23 October 2025.
- ^ "Produser Indonesia Ryan Santoso Garap Film Timur Bersama Iko Uwais dan Terlibat Project Hollywood". Tribunnews. Diakses tanggal 23 October 2025.
- ^ "Ryan Santoso, Produser Film Timur yang Menembus Hollywood". JPNN. Diakses tanggal 23 October 2025.