Abdomen akut adalah salah satu jenis sakit perut akut dengan gejala-gejala nyeri perut. Penyebab abdomen akut dapat bersifat traumatik maupun non-traumatik dan umumnya oleh perforasi gastrointestinal. Penanganan abdomen akut memerlukan tindakan bedah. Abdomen akut biasanya ditetapkan sebagai gejala awal pada beberapa penyakit lainnya.

Gejala

sunting

Gejala-gejala abdomen akut merupakan gejala nyeri perut. Beberapa gejalanya yaitu apendisitis (radang usus buntu), kolesistitis (radang kantong empedu), perforasi usus atau limpa pecah.[1]

Penyebab

sunting

Penyebab umum dari abdomen akut adalah perforasi gastrointestinal. Sementara perforasi gastrointestinal utamanya disebabkan oleh tukak lambung. Penyebab lain dari perforasi gastrointestinal antara lain kerusakan akibat trauma, inflamasi divertikulum kolon sigmoid, perubahan pada kasus penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan tumor ganas di sistem gastrointestinal.[2]

Pada tahun 2005โ€“2007, di Taiwan dilakukan studi kasus yang mencatat sebanyak 3.980 anak mengalami sakit perut akut. Sebanyak 400 anak (10%) dinyatakan menderita abdomen akut. Anak-anak yang mengalami abdomen akut dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan penyebabnya. Kelompok pertama disebabkan oleh kondisi traumatik sebanyak 65 anak dan kelompok kedua disebabkan oleh kondisi non-traumatik sebanyak 335 anak. Pada anak berusia bayi dalam kelompok non-traumatik, etiologi yang paling sering adalah hernia inguinalis inkarserata (45,1%) dan invaginasi (41,9%). Lalu pada anak berusia lebih dari setahun dalam kelompok non-traumatik, etiologi yang paling sering adalah apendisitis akut (68,7%). Kemudian pada kelompok traumatik, penyebab utamanya adalah kecelakaan lalu lintas (76,9%) yang menimbulkan cedera pada organ. Cedera paling sering dialami oleh hati dan disusul oleh limpa.[3]

Jenis

sunting

Pankreatitis akut

sunting

Pankreatitis akut termasuk jenis abdomen akut yang memerlukan pertimbangan dengan penyakit lain. Beberapa di antaranya ialah perforasi retrosekal, kolesistisis akut, apendisitis retrosekal dan serangan jantung pada dinding inferior.[4]

Penanganan

sunting

Konsep mengenai abdomen akut bersifat sangat luas karena menyangkut abdomen. Sehingga untuk mengetahui kasusnya dikategorikan ke keadaan darurat yang memerlukan penanganan dengan tindakan bedah.[3]

Diagnosis untuk penyakit lain

sunting

Abdomen akut merupakan gejala utama bagi penderita diseksi aorta.[5] Sementara pada anak-anak yang mengalami hidrosefalus, abdomen akut menjadi gejala ketiga setelah demam dan perubahan perilaku.[6] Kemudian pada penyakit sistemik lupus eritematosus sistemik, abdomen akut merupakan gejala keempat bagi penderitanya setelah mengalami mual, muntah dan diare. Manifestasi klinis dilakukan pada sistem gastrointestinal.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ Astari, R., dan Triana, W. (2018). Fatmawati, Fatimah (ed.). Kamus Kesehatan Indonesia-Arab (PDF). Sleman: Trussmedia Grafika. hlm.ย 1. ISBNย 978-602-5747-22-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Sayuti, Muhammad (2020). "Profil Perforasi Gaster di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara Periode Januari 2017-Desember 2018". Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika. 3 (1): 2. ISSNย 2615-3874.
  3. ^ a b Trihono, P. P., dkk., ed. (2012). Kegawatan pada Bayi dan Anak (PDF). Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. hlm.ย 16. ISBNย 978-979-8271-39-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Sari, M. H. N., dkk. (2022). Sari, Mila (ed.). Penyakit dan Kelainan dari Kehamilan (PDF). Padang: PT. Global Eksekutif Teknologi. hlm.ย 80. ISBNย 978-623-5383-03-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Dewi, N. L. P. R., Aryasa, I. G. M. A., dan Dharma, K. S. S. (2019). "Diseksi Aorta Akut Stanford Tipe B dengan Gejala Akut Abdomen". CDK-273. 46 (2): 117. ISSNย 2503-2720. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-11. Diakses tanggal 2022-09-11. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  6. ^ Mardalena, Ida (2021). Asuhan Keperawatan Gawat Darurat (PDF). Bantul: Pustaka Baru Press. hlm.ย 46. ISBNย 978-602-6237-28-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ Hamijoyo, L., dkk. (2020). Buku Saku Reumatologi (PDF). Perhimpunan Reumatologi Indonesia. hlm.ย 34. ISBNย 978-979-3730-35-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Epigastrium

ISBNย 978-0-7020-2968-4. McGee, Steven (2018). "51 - Palpation and Percussion of the Abdomen". Evidence-Based Physical Diagnosis (dalam bahasa Inggris) (Edisi 4th)

Amikasin

digunakan untuk sejumlah infeksi bakteri termasuk infeksi sendi, infeksi intra-abdomen, meningitis, pneumonia, sepsis, dan infeksi saluran kemih. Obat ini juga

Kelomang

spesies kelomang memiliki abdomen (perut) yang panjang dan bergelung bagai spiral, serta lunak lembut, tidak keras seperti abdomen krustasea lain yang terlindung

Leukemia mieloid akut

Leukemia mieloid akut (acute myeloid leukemia, AML) atau leukemia mielositik akut atau leukemia mielogenous akut atau leukemia granulositik akut atau leukemia

Metilfenidat

penurunan berat badan, penurunan nafsu makan, mulut kering, mual, dan nyeri abdomen. Gejala putus obat dapat meliputi: menggigil, depresi, kantuk, disforia

Hernia inguinalis

Megaesofagus Esophageal intramural pseudodiverticulosis Nekrosis esofagus akut Perut Gastritis Atrofi penyakit Mรฉnรฉtrier Gastroenteritis Ulkus peptik (lambung)

Malagizi

tabung PEG diletakkan dengan bantuan operasi langsung di perut melalui abdomen. Katsilambros N (2011). Clinical Nutrition in Practice. John Wiley & Sons

Aminoglikosida

adalah terapi empiris untuk infeksi serius seperti sepsis, infeksi intra-abdomen yang rumit, infeksi saluran kemih yang rumit, dan infeksi saluran pernapasan