Istana Azem yang menggunakan teknik ablaq

Ablaq merupakan gaya arsitektur yang melibatkan baris cahaya dan batu gelap bergantian atau berfluktuasi, yang berkaitan dengan dekorasi arsitektur islami Arab. Penggunaan istilah ablaq pertama yang tercatat yaitu pada perbaikan Masjid Agung Damaskus pada tahun 1109, tapi teknik itu sendiri telah digunakan jauh sebelumnya. Teknik ini adalah fitur arsitektur Islam. Teknik dekoratif ablaq sendiri menggunakan susunan dari batu ashlar berwarna terang dan bata berwarna oranye gelap.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ "Ablaq". HiSoUR - Hi So You Are (dalam bahasa American English). 2018-01-08. Diakses tanggal 2018-05-25.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Arsitektur Mamluk

tercatat pada beberapa monumen awal Sultan Baybars, seperti Qasr Ablaq (Istana Ablaq) yang dibangunnya untuk dirinya sendiri di Damaskus (kini tidak lagi

Kesultanan Mamluk (Kairo)

waktu, dengan ukiran batu, panel marmer berwarna, dan mozaik (termasuk ablaq) menggantikan plester sebagai hiasan arsitektur utama. Pintu masuk monumen

Masjid Khalid bin Walid

(980ย ft) dari souk di ash-Shouhada Square. halaman Pahatan batu bergaya ablaq Mamluk digunakan di halaman. Makam tua yang dulunya mengelilingi masjid

Masjid Abu al-Dhahab

Hiasan muqarnas terdapat di atas jendela dan portalnya, sementara panel ablaq menghiasi bagian atas jendela. Susunan jendela berbentuk segitiga pada drum

Masjid Darwish Pasha

Utsmaniyah dengan detail dekoratif lokal, seperti penggunaan pola polikrom ablaq pada fasad dan dekorasi berbahan batu berwarna. Interior masjid juga menunjukkan

Masjid Abu Darwisy

istrinya. Gaya arsitektur yang diterapkan pada Masjid Abu Darwisy ialah ablaq. Masjid Abu Darwish dibangun dengan menampakkan garis-garis hitam dan putih