Atlet yang sedang turun tebing

Turun tebing (Inggris: abseilen, har.โ€‰'untuk turun ke bawah'), adalah teknik menuruni lereng curam, seperti tebing batu, atau permukaan miring lainnya menggunakan tali statis dan alat bantu pengereman (descender). Cabang olahraga ini menggunakan beberapa teknik panjat tebing dan turun.[1]

Teknik ini biasa digunakan oleh pendaki gunung, penjelajah gua, penjelajah ngarai, serta tim pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk menuruni tebing atau lereng ketika terlalu curam atau berbahaya untuk dituruni tanpa pengaman. Banyak pendaki menggunakan teknik ini untuk melindungi penambat (anchor) yang sudah terpasang dari kerusakan.

Turun tebing juga dikenal dengan nama rappelling (/ษนรฆหˆpษ›l/ atau /ษนษ™หˆpษ›l/), yang diambil dari Bahasa Perancis rappeler.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Google Ngram viewer: English comparison of abseil, abseiling, rappel and rappelling". Diakses tanggal 2019-02-01.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pasukan Gerak Khas

kereta api, lapangan udara dan pesawat udara, Pengintaian Rappelling dan abseiling dari helikopter, Patroli jarak jauh, Penembak runduk, Pelaksana sistem

Komsus 69 dan Unit Tindak Khas

payung dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut, termasuk rappelling & abseiling dari helicopters. Faktanya, Komsus 69 juga melatih kemampuan sendiri.

Majlis al-Jinn

pemanjat tebing Stefan Glowacz dan Chris Sharma turun dengan teknik abseiling ke dalam gua dan memanjat keluar melalui rute menggantung yang sangat

Andrew Mountbatten-Windsor

September 2012, Andrew merupakan salah satu dari 40 orang yang melakukan abseiling di The Shard (gedung tertinggi di Eropa) untuk mengumpulkan dana bagi

Balap petualangan

perlombaan dapat mencakup banyak disiplin ilmu lain termasuk pendakian, abseiling, menunggang kuda, ski, dan arung jeram. Tim umumnya bervariasi dalam campuran

Pesawat angkut militer

dilakukan. Helikopter dapat memudahkan manuver pasukan khusus, seperti abseiling dan roping. Helikopter juga memiliki kemampuan melayang-layang, dan juga

Teknik Tali-tunggal

turun dan naik, dan tali karmantel dengan diameter 8โ€“11ย mm. Descent ( abseiling atau rappeling) menggunakan berbagai bentuk rem gesekan untuk mengontrol

Pasukan Khas Udara

Gunung Gerah pada November 1989, mencapai reruntuhan membutuhkan teknik abseiling (turun tali) ke dalam hutan. Insiden terkait pembajakan pesawat dan aksi